Bagaimana Prinsip Jam Bekerja dan Apa itu Jam Atomik?

Jam atomik itu apa sih? Secara sederhana jam atomik adalah jam yang dibentuk dari osilator suatu atom yang tereksitasi. Sehingga kecepatan atom yang ‘bolak-balik’ tersebut membuat suatu jam benar-benar akurat

asdad

Et, tunggu, apa itu keadaan atom tereksitasi? Dalam mekanika kuantum, ini adalah suatu keadaan dimana terdapat peningkatan level energi di atas keadaan energi dasar suatu materi. Ya, kalian boleh bilang ini adalah keadaan euforia bagi suatu atom, makanya atomnya itu “excited” banget.

Nah, tapi kenapa kita harus pakai jam atomic di luar angkasa? Karena akurasinya itu benar-benar presisi dan hal ini tidak menyusahkan para insinyur serta ground control untuk mencari tahu posisi suatu satelit, ISS misalnya.

Lho, emangnya jam biasa ga akurat? Sangat tidak akurat karena ya dalam jangka waktu 6 minggu aja udah meleset 1 milidetik (0.0001 detik) dan ini sangat mempengaruhi GPS (global positioning system) dimana dalam teori relativitas, waktu menjadi acuan penting dan ketika meleset sedikit saja hal itu menyebabkan fatal error yang menyebabkan jaraknya “terlampau jauh” dari hasil kalkulasi.

Tapi jam biasa yang pake osilator quartz (kristal) di kehidupan sehari-hari manusia udah cukup buat keeping time. Kalian juga ga kena efek gps error karena kalian ada di ‘sistem’ dan yang itung cuma satelit gps aja sederhananya. (baca postingan sebelumnya soal teori relativitas pengaruhi gps).

Tunggu, jadi selama ini di luar angkasa sana pada pake jam biasa? Enggak, mereka pakai jam atomik model lama yang menggunakan atom caesium dan rubidium. Nah, ini udah model lama banget, mau diganti sama NASA dengan Deep Space Atomic Clock yang menggunakan atom merkuri yang penuh muatan listrik.

Jadi dengan proyek baru ini Deep Space Atomic Clock mampu mempertahankan akurasinya 50x lebih baik dibandingkan osilator caesium dan rubidium. PS* jam atomik terbaik yang pernah kita buat hanya meleset 1 detik dalam miliaran tahun (gimana ngitungnya? Nanti dipost).

Komentar