Rupiah Indonesia Menguat Terhadap Dolar AS di Awal 2020

Menguatnya rupiah Indonesia terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) berhasil menekan angkanya hingga 13.670/USD. Hal ini tentunya menurunkan nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah Indonesia.

Sebagai perbandingan, Rupiah Indonesia telah mengalami penguatan yang luar biasa terhadap Dolar sejak Februari 2018.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah menurun pada tahun 2018, yang pada bulan Oktober 2018 mencapai nilai 15.140/USD.

Kemudian setelah itu, fluktuasi perdagangan membuat Rupiah Indonesia juga ikut terkena dampaknya, apalagi dengan persaingan dagang antara AS dan China.

IDR to USD

Namun, memasukin tahun 2020 ini, Indonesia bahkan dinobatkan sebagai peningkatan mata uang terkuat ketiga di Asia, dengan Baht Thailand di posisi pertama dan Peso Filipina.

Deputi Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa hal ini tidak harus dibanggakan, karena tantangan bagi negara ini masih banyak kedepannya. Tetapi memang menurut Sainsologi, hal ini sangat baik mengingat bahwa peso filipina mengalami defisit dari nilai tukar berjalan (ATC).

Sebagai tambahan, Indonesia mempunyai cadangan devisa yang lebih banyak dibandingkan dengan Januari tahun 2019 lalu, sehingga masih bisa untuk menutupi kekurangan dan membayar utang Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun mulai mengurangi aktivitas ekspor yang keluarannya mencapai 180 miliar USD pada tahun 2018, namun sekarang turun mencapai 167 miliar USD.

Tapi, masih banyak permasalahan yang harus dihadapi Indonesia dari segi moneter, karena kebijakan ekonomi digital yang di dalamnya termasuk industri kreatif mulai membuat negara defisit neraca perdagangan.

Hal tersebut termasuk permainan daring (online) yang mana para pemain asal Indonesia sering melakukan top-up menyebabkan Rupiah Indonesia (IDR) mengalir ke luar negeri secara cuma-cuma.

Oleh karena itu, pencapaian yang berhasil menekan USD harus tetap dijadikan sebagai acuan untuk bisa mengurangi disparitas dan ketimpangan pendapatan yang masih banyak dan sering terjadi di Indonesia.

Sikap selektif yang harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah untuk terus meningkatkan produktivitas dalam bekerja dan mendorong pemerintah untuk mengekspor banyak bidang dalam bentuk jadi, bukan mentah.

Potensi yang digali demi bisa menguatkan nilai rupiah masih terus ada dan Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk mata uangnya menguat mengingat bahwa Fase I perdagangan AS-China mulai berkurang sentimen negatifnya.

Komentar