Dua Orang Meninggal Karena Virus Corona di Kapal Diamond Princess

Berita yang mengejutkan hangat ini adalah bahwa virus corona yang dikenal Covid-19 telah menewaskan 2 orang warga negara jepang yang dikarantina di kapal pesiar Diamond Princess.

virus corona di diamond princess

Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh menteri kesehatan Jepang bahwa dua orang yaitu laki-laki berusia 84 tahun dan wanita berusia 87 tahun telah tewas dengan sebelumnya mempunyai riwayat komplikasi penyakit.

Virus corona telah menyebar ke banyak penjuru dunia, termasuk negara-negara yang paling banyak terekspos adalah daerah Asia. Hal tersebut kemudian menimbulkan kewaspadaan internasional seperti yang dilansir WHO (badan kesehatan dunia).

Badan Kesehatan Dunia telah menyatakan keadaan gawat secara internasional terhadap kasus ini dan menamainya sebagai virus Covid-19 atau lebih akrab disapa Virus Corona dari famili Coronaviridae.

Akibat Virus Corona, Nilai Tukar Rupiah Anjlok

Virus corona akan lebih rentan mempunyai prognosis rendah (persentase sembuhnya rendah) apabila orang yang terinfeksi sebelumnya mempunyai riwayat penyakit.

Dan akan mematikan pada lansia karena sistem imun yang sudah tidak berfungsi secara optimal, sehingga daerah paru-parunya rentan terkena pneumonia dari virus corona ini.

Di Indonesia sendiri, untungnya belum ada satu kasus yang terkonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, namun, Indonesia mempunyai risiko yang lebih tinggi karena daratannya yang terlalu luas dan bandara yang kurang keamanan.

Di samping itu, kekurangan Indonesia adalah dari segi suplai alat-alat medis yang memadai, bisa saja virus sudah ada namun belum terdeteksi, namun marilah berharap agar hal tersebut tidak terjadi dan Indonesia tetap aman.

Laki-laki dan wanita yang meninggal tersebut merupakan warga negara Jepang dan sebelumnya diketahui bahwa laki-lakinya pada tanggal 11 Februari telah dirawat bersamaan dengan wanita tersebut.

Jumlah total yang terinfeksi saat ini sudah sangat membrutal, China sendiri sudah mengkarantina 60 juta warga negaranya dilansir dari laman media Cina.

Namun, angkanya sungguh menakjubkan, diketahui hingga saat ini, diperkirakan sudah ada ~80.000an orang yang terinfeksi dengan ~1.500an di antaranya sudah meninggal.

Data tersebut memang akurat, tetapi sampel pengambilannya berdasarkan alat pendeteksi yang mana testing kit di Cina sangat terbatas sekarang ini, hanya ada suplai 2000/hari, mungkin saja jumlahnya sudah lebih dari itu.

Bahkan rekam jejak virus ini pun masih terdapat pada orang-orang yang dinyatakan "sembuh" dari virus Covid-19, sehingga memungkinkan adanya mutasi berkelanjutan dari virus mematikan ini.

Komentar