Inilah Efek yang Terjadi akibat Perang Nuklir

Ada hal yang mengejutkan belakangan ini ramai diperbincangkan khalayak jagad internet yaitu potensi adanya perang nuklir antara Amerika Serikat dengan Russia. Di samping dari virus covid-19 yang merebak luas, ternyata ada banyak concern lain yang tetap memanas yaitu potensi peperangan AS dan Rusia.

perang nuklir

Klimatologis Alan Robock dari Rutgers University mengkaji data dan simulasi yang akan terjadi apabila perang nuklir beneran terjadi, ia mengatakan bahwa manusia yang berada dalam radius ledakan akan punah tentunya, namun bukan hanya itu melainkan seluruh makhluk hidup sampai ke lautan terdalam juga akan merasakan 'pain' alias penderitaan.

"Bom nuklir itu seperti mengambil potongan dari matahari dan menjatuhkannya ke bumi dalam sekian detik, semua yang ada di dekatnya pasti akan terbakar." Kata Robock seperti dilansir FoxNews. "Di Hiroshima, sebuah bom dengan kekuatan ledak 15 Kiloton menghancurkan dan membakar semuanya yang ada dalam area setengah mil dan memproduksi asap."

Asap tersebut kemudian mengisi stratosfer, memblokir cahaya matahari ke bumi selama lebih dari 5 tahun, menurut Robock.

Baca juga: Menghirup Oksigen dapat Membunuhmu

"Suhu bumi akan lebih dingin, cahaya matahari akan berkurang intensitasnya, curah hujan pun berkurang, dan akan ada lebih banyak radiasi sinar UV (ultraviolet) karena lapisan ozon akan hancur."

Pada jurnal yang diterbitkan pada tahun 2019, Robock dan timnya memprediksi bahwa suhu global bumi akan turun sekitar 9 derajat celsius dalam waktu 1 tahun, dan belahan bumi utara akan mempunyai suhu yang sangat dingin.

Kurangnya cahaya matahari dan temperatur yang dingin tentu akan menghancurkan suplai makanan umat manusia.

"Ketika makanan sudah tidak tersedia lagi di toko, akan sangat sulit untuk mendapatkannya." Kata robock.

Dan bakalan semakin parah di daerah lautan, karena tidak adanya yang memblokir radiasi UV berlebih akibat lapisan ozone yang telah hancur, maka lautan akan semakin asam. Konsentrasi asam tersebut tidak lain karena penyerapan karbon dioksida dari atmosfer, membuat terumbu karang sebagai pelindung organisme lautan punah.

Di mana manusia berada?

Manusia akan kocar-kacir tanpa tahu arah ingin kemana, bakal terjadi kerusuhan besar-besaran, suplai makanan yang habis tentunya akan membuat banyak orang kelaparan, apalagi dengan suplai minuman hasil penyulingan air laut, riwayat manusia akan tamat.

Oleh karena itu, kita harus mencegah terjadinya perang nuklir, karena skenario terburuknya bukan hanya dirasakan oleh hewan dan tumbuhan, melainkan manusia juga.

Selanjutnya: Sinyal Radio Aneh yang Muncul Tiap 16 Hari di Langit Malam

Komentar