Apa yang Akan Terjadi Jika Tidak Ada Lisosom di Tubuh ?

Apa yang Akan Terjadi Jika Tidak Ada Lisosom? – Lisosom merupakan bagian dari sel yang berfungsi sebagai pencernaan senyawa seperti protein dan karbohidrat. Lisosom banyak dimiliki oleh sel darah terutama sel darah putih (leukosit). Bentuk lisosom seperti kantong agak bulat dengan dikelilingi membran tunggal agar sel dapat mencerna.

Lisosom pertama kali ditemukan oleh Cristian de Duve tahun 1950, dapat ditemukan pada sel eukariotik (sel yang bermembran inti). Lisosom berfungsi untuk fagositosis (menggulung partikel padat ke dalam sel), autofagi (membuang bagian sel dengan terstruktur), dan endositosis (mentransportasikan molekul dari sel).

Lalu, apa yang akan terjadi jika tidak ada lisosom di sel tubuh manusia? Tubuh akan mengalami berbagai kegagalan sistem, karena beberapa sel tidak dapat bekerja dengan baik.

Beberapa kondisi yang akan terjadi jika tidak ada lisosom adalah :

  1. Menumpuknya sel-sel yang sudah mati

Salah satu fungsi lisosom adalah sebagai penghancur sebuah organel sel yang sudah tidak dapat berfungsi di dalam keadaan fisiologis tertentu. Proses tersebut dikenal dengan autofagi. Apabila sel yang rusak tidak dihancurkan, maka dapat mengganggu kinerja sel yang hidup.

RajaBackLink.com

Apabila tidak ada lisosom dan proses autofagi tidak terlaksana maka protein beracun akun menumpuk dalam tubuh. Lalu menyebabkan penyakit neurodegeneratif, misalnya Alzheimer dan penyakit Parkinson.

2. Menyebabkan kanker

Lisosom berfungsi sebagai alat penetral zat yang bersifat karsinogen. Zat inilah yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Selain itu, dalam poin sebelumnya terdapat proses autofagi yang dapat mengangkat sel kanker. Namun jika tidak ada lisosom maka tubuh kita akan rentan terhadap kanker.

3. Imunitas menurun

Imun berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Nah, lisosom ini memiliki fungsi imunitas karena berisi enzim hidrolitik untuk memecah lipid, polisakarida, fosfolipid, dan protein.

Lisosom dapat mensintesis enzim-enzim hidrolitik untuk mencerna bakteri patogen yang bisa menyerang tubuh. Oleh karena itu, organel sel ini dapat ditemukan pada sel-sel darah terutama limfosit, leukosit, dan monosit.

Akan tetapi, bisa dibayangkan jika tidak ada lisosom di dalam sel. Tubuh manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit yang berasal dari virus dan bakteri. Selain itu, sel darah putih tidak dapat menghancurkan racun di dalam tubuh.

4. Tidak ada yang menghancurkan zat di luar sel

Zat tertentu di luar sel juga perlu untuk dihancurkan. Salah satu zat yang perlu dihancurkan adalah dinding sel terus sperma yang mengeluarkan enzim hialuronidase pada saat fertiliasi (pembuahan). Apabila di dalam sel tidak terdapat lisosom, maka proses pembuahan tidak dapat berlangsung dengan sempurna.

Itulah dampak yang ditimbulkan jika tidak ada lisosom di dalam sel tubuh manusia. Lisosom memiliki peran penting yang bahkan saat organel sel ini ada dan mengalami kerusakan, tubuh akan cenderung rentan terhadap penyakit yang membahayakan. Apa sajakah itu? Berikut ini penjelasannya.

  1. Fabry Disease

Penyakit Fabry disebabkan oleh kurangnya enzim alpha-galactosidase A. Enzim ini termasuk dalam jenis enzim hidrolitik. Gejala penyakit fabry yaitu demam, diare atau sembelit, tubuh sulit berkeringat, dan nyeri kesemutan pada tungkai.

2. Gaucher disease

Penyakit Gaucher dapat dialami apabila kekurangan enzim beta-glucocerebrosidasepada tubuh. Gejalanya seperti anemia, pembesara organ limpa dan hati, serta nyeri tulang bahkan patah tulang.

3. Metachromatic leukodystrophy (MLD)

Penyakit yang disebabkan karena kurangnya enzim arylsulfatase A ini memiliki gejala yakni kesulitan berbicara, makan, dan berjalan, berkurangnya fungsi pendengaran dan penglihatan, serta adanya gangguan fungsi otot dan saraf

4. Krabbe disease

Penyakit Krabbe memiliki gejala yang sudah dialami oleh bayi di usia pertama mereka. Krabbe disease disebabkan karena kekurangan enzim galactosylceramidase. Gejala yang ditunjukkan adalah demam, hilangnya fungsi pendengaran dan penglihatan, serta otot menjadi lemas dan kaku.

5. Mucopolysaccharidosis (MPS)

MPS merupakan penyakit yang timbul akibat kurangnya enzim untuk mencerna karbohidrat glikosaminoglikan atau mukopolisakarida. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan berbicara dan mendengar, gangguan belajar, dan gangguan sendi.

6. Nieman-Pick disease

Saat tubuh kekurangan enzim acid sphingomyelinase (ASM) maka akan timbul penyakit Nieman-Pick. Hal ini dikarenakan tubuh tidak lagi efektif untuk mencerna lemak dan kolestrol. Gejalanya berupa pembesaran organ hati dan limpa, kulit dan mata menguning, dan gangguan pernapasan.

7. Pompe disease

Kekurangan enzim alpha-glucosidase (GAA) dapat menimbulkan penyakit Pompe. Gejala yang ditimbulkan adalah otot menjadi lembah, tumbuh kembang anak lambat, serta terjadinya pembesaran organ jantung dan hati.

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa lisosom sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Beberapa penyakit dapat ditimbulkan jika tidak ada lisosom atau mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, kita perlu untuk menjaga lisosom tetap sehat di dalam tubuh. Kita bisa menjaganya dengan melakukan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan air putih, tidur dengan waktu 7-9 jam sehari, dan rutin berolahraga.

Sekian, semoga artikel ini bermanfaat.