Apa yang Dimaksud dengan Sains?

Istilah sains berasal dari kata lain “scientia” yang artinya ilmu pengetahuan, rumpun sains ada banyak sekali di dunia ini. Tetapi secara umum, sains terbagi menjadi tiga, yaitu sains alam, sains sosial, dan matematika.

Definisi Sains dari Berbagai Sumber dan Tokoh

Hakikat sains kami gunakan untuk menjawab pertanyaan ”apakah sebenarnya sains itu?”. Istilah sains berasal dari bahasa latin scientia yang berarti pengetahuan. Namun pernyataan ini terlalu luas dalam
penggunaannya sehari-hari.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Terjadinya Ombak Laut?

Dalam arti sempit sains adalah disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi). Termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorology, dan fisika, sedangkan life science meliputi biologi
(anatomi, fisiologi, zoology, sitologi, embriologi, mikrobiologi).

Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. “Real Science is both product and process, inseparably Joint” (Agus. S. 2003: 11)

Berdasarkan Kamus Merriam-Webster, definisi dari sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian, atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum–hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah.

Baca juga: Ternyata Bermain Game Merugikan Indonesia Triliunan Rupiah

Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena–fenomena yang terjadi di alam.

Salah Kaprah atau Definisi Tentang Sains

Banyak orang menilai bahwa sains hanyalah mengenai ilmu pengetahuan alam. Namun kenyataannya mereka salah, karena sains adalah bagian dari semuanya. Tidak melulu soal ilmu pengetahuan alam (natural science) atau IPA.

Miskonsepsi yang beredar di masyarakat adalah bahwa sains tegak pada satu subjek saja, yang berbau mengenai hitungan dan tentang fisika, biologi, kimia. Padahal itu adalah kesalahan konsep sains terbesar dalam abad ini.

Biar sainsologi luruskan. Sains merupakan gabungan dari berbagai macam ranah (branch) sains, terdapat banyak rumpun-rumpun sains, namun bisa dikategorikan sebagai tiga. Yaitu, sains alam, sains sosial, dan matematika.

Mengapa matematika terpisah? Karena matematika adalah bahasa universal yang digunakan untuk mendefinisikan sesuatu hal yang lain sehingga penggunaannya secara eksplisit akan dipisahkan dengan sains alam untuk menjelaskan fenomena yang terjadi.

Fundamental: Sains Alam dan Sains Sosial

Instrumen fundamental untuk memahami mekanisme ilmu pengetahuan yang sesungguhnya terletak pada dua objek ini. Nantinya akan ada himpunan lain di bawahnya yang menjelaskan berbagai macam hal.

Untuk mengkonsolidasi argumentasi bahwa sains adalah cara pandang serta pola pikir manusia untuk menginterpretasikan fenomena yang terjadi di alam dengan bahasa saintifik dan metode yang saintifik juga.

Mungkin kamu tertarik: Mengapa Terdapat Banyak Bahasa di Dunia?

#Mengobservasi Sains Melalui Praktikum dan Analisis Data

Rustaman, et al., (2005) menyatakan ada tiga bentuk praktikum di sekolah yaitu: latihan, investigasi dan pengalaman. Bentuk praktikum latihan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar, misalnya menggunakan mata untuk melakukan observasi mikroskopis, bekerja secara aman di
laboratorium, menggunakan peralatan dengan tepat, dan melaksanakan praktikum dengan benar.

Bentuk praktikum investigasi (penyelidikan) bertujuan untukmengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Dalam praktikum ini siswa bekerja seperti layaknya ilmuwan, mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, merancang cara terbaik untuk memecahkan masalah, menerapkannya dalam kegiatan praktikum, serta menganalisis dan mengevaluasi hasilnya.

Baca juga: Generasi Pertama Kulaih Cenderung Terkena Imposter Syndrome

Bentuk praktikum ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar divergent
thinking
, dan memanipulasi variabel.

Bentuk praktikum yang bersifat memberi pengalaman bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahan ajar. Praktikum jenis ini dapat terwujud apabila siswa diberi kesempatan untuk memahami fenomena alam dengan segenap inderanya (peraba, pengecap, pembau, penglihat, dan pendengar).

Pengalaman langsung ini menjadi prasyarat untuk memahami bahan ajar. Bentuk praktikum ini
dapat berformat discovery dan dapat pula berformat latihan inkuiri terbimbing
atau inkuiri bebas.

Sains Alam (Ilmu Pengetahuan Alam)

Menurut Chiappetta (2010: 109) Ilmu pengetahuan alam pada hakikatnya merupakan:

  • Science as a Way of Thinking: IPA sebagai jalan berpikir yang meliputi kepercayaan, keingintahuan, imajinasi, dan alasan.
  • Science as a Way of Investigating: Cara melakukan investigasi meliputi (1) pengamatan (2) mengumpulkan data (3) merumuskan hipotesis (4) eksperimen (5) menyimpulkan.
  • Science as a body of knowledge: Merupakan kumpulan pengetahuan yang terdiri dari (1) Fakta, (2) Konsep, (3) Hukum dan prinsip, (4) Teori, (5) Model.
  • Science and Interactions with Technology and Society: Memiliki arti bahwa IPA, teknlogi, dan masyarakat saling mempengaruhi satu sama lain, banyak karya ilmiah yang dilakukan oleh ilmuan yang dipengaruhi oleh masyarakat dan ketersediaan teknologi.

Sumber:

Penulis konten dengan memerhatikan strategi produksi konten agar tercapai tujuan SEO dan memberikan manfaat kepada pembaca dengan bacaan seringkas mungkin.
Exit mobile version