Apakah Kulit Bisa Berubah Warna?

cara merubah mengubah warna kulit manusia jadi bening putih

Kalian pasti penasaran apakah kulit kita bisa berubah warna? Di dunia ini kita memiliki kulit yang berbeda–beda warna seperti ada yang berwarna putih, coklat, dan juga gelap. Dan kenapa sih kulit kita yang tadinya putih bisa berubah begitu saja.

Kulit Ternyata Dapat Berubah Warna

Ternyata kulit kita ini mempunyai zat warna alami atau pigmen, zat warna yang dimiliki oleh kulit ini disebut dengan melanin. Pigmen melanin ini bisa terdapat di seluruh tubuh seperti otak, mata, telinga, dan kulit.

Baca juga: Virus Corona Dalam Gambar, Bagaimana Pandemi Ini Mengubah Dunia

Fungsi melanin sendiri adalah untuk melindungi kulit dari efek berbahaya yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet (UV) dan polusi. Kebanyakan kulit kita berubah karena terkena sinar matahari.

Bahwa kita ketahui penyebab utama yang menjadikan kulit wajah berwarna gelap adalah karena adanya perubahan pada kandungan pigmen kulit atau pigmentasi pada kulit. Proses yang menyebabkan kulit kita berwarna gelap atau hitam ini sering disebut pigmentasi.

Kulit kita bisa menghitam terkena sinar matahari karena lapisan epidermis dan melanin disintesis di bagian bawah epidermis yang dikenal sebagai lapisan basal. Melanosoit adalah sel – sel khusus yang hadir dalam lapisan basal dan yang menghasilkan melanosom.

Hal ini dikenal sebagai melanogenesis dan ketika inti sel kulit rusak karena radiasi ultraviolet yang dihasilkan matahari, peran melanin di mulai. Melansom tersebar di sel–sel kulit seluruh epidermis yang dibawa oleh dendrit.

Ketika melanosom berada di ujung proyeksi, merek adipers ke keratinosit. Kemudian tersebar diatas inti untuk melindungi DNA yang ditempatkan dalam organel dari sinar UV yang berbahaya.

Setelah itu, sel–sel kulit tersebut naik ke lapisan atas epidermis dan mati. Sel kulit yang mati inilah yang menyebabkan kulit kalian menghitam ketika terkena terik sinar matahari.

Menurut Journal of American Medical Association, paparan sinar matahari membuat tubuh lebih banyak menghasilkan melanin untuk melindungi kulit dari sinar UV. Tidak jarang kalau kalian berjemur di bawah sinar matahari kulit anda berubah menjadi sedikit gelap dan memerah. Hal tersebut merupakan salah satu perlindungan melanin kulit terhadap bahaya sinar UV yang dihasilkan.

Nah dapat disimpulkan dari sini bahwa kulit manusia bisa berubah karena melanin yang terdapat pada tubuh kita. Banyaknya melanin pada tubuh maka akan membuat gelap warna kulit tubuh kita. Dan sebaliknya, jika kita terdapat sedikit melanin maka kulit kita menjadi terang.

Sekarang kita lanjut tentang pendidikan di Indonesia (penelitian oleh mahasiswa Indonesia).

Mekanisme Kulit dalam Mengubah Pigmentasi Warna

Kulit merupakan barier utama terhadap sinar matahari serta merupakan target utama dari radiasi sinar ultraviolet. Paparan terhadap sinar matahari memiliki efek yang menguntungkan maupun merugikan terhadap tubuh manusia, tergantung pada lama dan frekuensi paparan, intensitas sinar matahari dan menyangkut sensitivitas masing-masing individu.

Pada populasi yang banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, didapatkan meningkatnya kepedulian terhadap efek paparan sinar matahari yang merugikan dalam meningkatkan insidensi keganasan kulit, mempercepat penuaan dini dan perubahan kulit lainnya termasuk kelainan pigmentasi.

Baca juga: Kelompok yang Menolak Kelahiran Manusia

Warna Kulit: Keturunan dan Faktor Lingkungan

Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai pigmen, oxyhaemoglobin (dalam darah) dan karoten, namun yang paling berperan adalah pigmen melanin. Kelainan pigmentasi sendiri dapat dibagi menjadi dua berdasarkan morfologinya yaitu hipomelanosis dan hipermelanosis.

Melasma merupakan gangguan manifestasi berupa hipermelanosis. Melasma merupakan salah satu masalah kulit yang banyak dijumpai. Timbulnya melasma menimbulkan gangguan pada kulit wajah sekaligus menyebabkan penurunan kepercayaan diri pada penderitanya.

Baca juga: Mengapa Bisa Terdapat Banyak Bahasa di Dunia?

Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk yang tinggal di daerah tropis. Melasma terutama di jumpai pada wanita, meskipun didapat pula pada pria. Perbedaan ras dan etnik warna kulit berhubungan dengan jumlah, ukuran, bentuk, distribusi, dan degradasi melanosom dalam keratinosit.

Warna kulit tergantung pada jenis dan jumlah dua pigmen utama melanin – feomelanin yang kemerahan dan eumelanin yang kecoklathitaman di epidermis dan bagaimana penyebarannya. Kulit orang Indonesia yang cenderung lebih gelap memiliki melanosit yang lebih besar dengan lebih banyak melanosom, yang lalu pecah untuk memberikan pigmentasi merata di sel kulit.

Tentang Melanosit Pada Kulit

Melanosit adalah sel khusus yang terdapat dalam stratum basal epidermis atau dalam dermis di bawahnya dan menjulurkan banyak cabang sel yang disebut dendrit di antara keratinosit sekitarnya. Melanosit merupakan sel yang dapat menyintesis enzim tirosinase, enzim tersebut jika bergabung dalam melanosom, dapat memulai sintesis dan deposit dari melanin. Oleh sebab itu melanosit adalah komponen penting dalam sistem pigmentasi kulit.

Mungkin kamu tertarik: Bagaimana Tikus Mengubah Surga Mereka Menjadi Neraka Distopia

Masalah Rasisme atau Diskriminasi Berdasarkan Warna Kulit

Sebelum melanjutkan ke materi atau sub bab selanjutnya, kita semua tentunya sudha seringkali mendengar banyaknya kasus diskriminasi ras, entah itu antara kulit hitam, putih, albino, whatever.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui, orang-orang seperti ini biasanya mengaku bahwa dirinya lebih superior alias lebih berkuasa dari mereka. Semacam superiority complex.

Tapi ketika dihadapkan pada persoalan duniawi yang sama ratanya, justru yang kita lihat adalah kebanyakan mereka yang suka melakukan verbal abuse rasialis malah jadi underperformed. Artinya mereka tidak jauh lebih baik dari mereka.

Topik yang sedang hangat: Di Masa Depan Bumi Tidak Akan Menjadi Planet Layak Huni Lagi

Hanya quick note saja, tetapi kehidupan manusia harusnya bisa tentram tanpa ada diskriminasi ras, jangan anggap dirimu superior, hal paling tidak masuk akal. Oke lanjutkan.

Citra tubuh (body image) memiliki banyak arti dan yang pertama citra tubuh diartikan cara seseorang untuk berpikir dan melihat mengenai diri yang sekarang. Selain itu citra tubuh juga diartikan cara individu untuk menampilkan diri secara fisik atau upaya bagaimana invididu mempersepsikan dirinya sendiri.

Selain kedua pengertian diatas, citra tubuh juga diartikan sebagai cara individu untuk mengevaluasi dirinya sendiri. Penelitian sebelumnya didapatkan hasil bahwa citra tubuh berhubungan erat dengan penampilan fisik. Beberapa orang melakukan pemutihan warna kulit untuk meningkatkan citra tubuh mereka

Anatomi Kulit pada Manusia

Kulit manusia terdiri dari 3 lapisan utama yaitu epidermis, dermis dan subkutan. Berikut merupakan gambaran anatomi kulit:

Epidermis adalah lapisan luar kulit yang terdiri dari beberapa lapisan epitel dan tidak memiliki pembuluh darah. Di dalam epidermis terdapat 5 lapisan dari dalam keluar yaitu stratum basal, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidum, dan stratum korneum.

Terdapat empat jenis sel didalam epidermis yang salah satunya merupakan faktor dari warna kulit yaitu keratinosit, melanosit, sel langerhans, sel merkel.

Dermis adalah lapisan kedua dari susunan kulit. Dermis terdiri dari stratum papilaris dan stratum retikularis. Struktur dermis meliputi kelenjar keringat, folikel rambut, reseptor sensorik saraf.

Baca juga: Inilah Yang Terjadi Apabila Terdapat Perang Nuklir di Dunia

Subkutan atau hipodermis berupa jaringan ikat longgar dengan serat kolagen halus terorientasi dan sejajar dengan permukaan kulit serta beberapa diantaranya menyatu dengan lapisan dermis.

Lapisan ini merupakan lapisan terdalam dan terdapat pembuluh darah serta saraf. Terdapat banyak jaringan lemak dan lapisan ini bertanggung jawab atas kestabilan suhu tubuh manusia dan melindungi organ vital.

Fungsi Adanya Kulit Sebagai Organ Manusia

Kulit merupakan organ terbesar manusia, dengan area seluas ± 1.5-2 m2. Kulit memiliki berbagai fungsi utama, yaitu:

Bacaan rekomendasi untuk kamu yang haus akan pengetahuan: Manfaat Lavender Untuk Mengobati Insomnia atau Gangguan Susah Tidur

  • Fungsi kulit sebagai proteksi.

Kulit melindungi tubuh bagian dalam dari paparan mekanik seperti tekanan, gesekan, dan tarikan; melindungi tubuh dari radiasi ultraviolet; melindungi tubuh dari infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur; melindungi tubuh dari zat-zat kimia yang bersifat iritan seperti lisosol dan karbol. Bantalan lemak, lapisan kulit yang tebal, dan serabut-serabut jaringan penunjang berperan dalam menjalankan fungsi proteksi terhadap gangguan fisik.

Sedangkan melanosit berperan melindungi tubuh dari paparan ultraviolet dengan menyerap cahaya. Sifat stratum korneum yang impermeable terhadap berbagai zat kimia, melindungi tubuh dari bahanbahan iritan.

Selain itu, terdapat lapisan keasaman kulit yang juga melindungi kulit dari zat-zat kimia, lapisan ini terbentuk dari ekskresi keringat dan sebum, keasaman ini juga menyebabkan pH kulit berkisar 5-6.5 sehingga memberikan perlindungan tubuh terhadap infeksi
mikroorganisme.

  • Fungsi kulit sebagai absorpsi

Fungsi absorpsi berlangsung melalui celah antar sel menembus sel epidermis melewati muara saluran kelenjar.

  • Fungsi kulit sebagai ekskresi

Kulit mengeluarkan zat-zat metabolisme dalam tubuh seperti NaCl, urea, asam urat dan ammonia melalui kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Produk kelenjar-kelenjar ini menyebabkan keasaman pada kulit yang ditandai dengan pH 5-6.5.

  • Fungsi kulit sebagai persepsi

Kulit memiliki ujung-ujung saraf sensorik terletak pada lapisan dermis. Reseptor panas oleh badan ruffini, reseptor dingin oleh badan Krause, reseptor rabaan oleh taktil Meissner dan markel ranvier, dan reseptor tekanan oleh badan paccini.

  • Fungsi kulit sebagai pengatur suhu tubuh

Kulit menjalankan fungsi sebagai termoregulator dengan pengeluaran keringat dan kontraksi tonus vascular pada kulit.

  • Fungsi pembentukan pigmen

Sel pembentuk pigmen (melanosit), terletak di lapisan basal dan sel ini berasal rigi saraf. Perbandingan jumlah sel basal : melanosit adalah 10:1. Jumlah melanosit dan jumlah serta besarnya butiran pigmen (melanosomes) menentukan warna kulit ras maupun individu. \

Baca juga: Perkenalkan Tristan da Cunha, Tempat Paling Terisolasi dan Surga Dunia

Melanosom dibentuk oleh alat Badan Golgi dengan bantuan enzim tirosinase, ion Cu dan O2 . padanan terhadap sinar matahari mempengaruhi produksi melanososm.

Pigmen disebar ke epidermis melalui tangan-tangan dendrit sedangkan ke lapisan kulit di bawahnya dibawa oleh sel melanofag (melanofor). Warna kulit tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pigmen kulit, melainkan juga oleh tebal tipisnya kulit, reduksi Hb, oksi Hb, dan karoten.

  • Fungsi kulit sebagai keratinisasi

Sel keratinosit pada lapisan epidermis melakukan regenerasi melalui proses sintesis dan degradasi menjadi lapisan tanduk

  • Fungsi kulit dalam pembentukan vitamin D

Dimungkinkan dengan mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. Tetapi kebutuhan tubuh akan vitamin D tidak cukup hanya dari hal tersebut, sehingga pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan.

Bagaimana Dengan Histologi Melanosit (Sel Kulit)?

Cara terbaik untuk mengidentifikasi melanosit adalah menggunakan reaksi DOPA (dihydroksyphenylalanine) yaitu epidermis yang telah dikupas dari dermis kemudian diinkubasi dalam suatu bakal untuk melanin yaitu DOPA. DOPA dioksidasi oleh enzim tirosinase di dalammelanosit untuk menghasilkan melanin coklat tua, sedangkan sitoplasma melanosit terpulas agak kelabu.

Bacaan rekomendasi: Apa yang Akan Terjadi Apabila Sumber Daya Alam di Bumi Habis?

Dendrit melanosit memanjang di antara keratinosit-keratinosit sekitarnya dan dapat bergerak. Mereka dapat memanjang atau memendek sesuai kebutuhan pada area-area berbeda di sekitar melanosit. Pada daerah dengan kepadatan melanosit yang kurang, dendrit melanosit lebih panjang dibandingkan dengan daerah yang lebih padat. Sedangkan pada jaringan lain seperti uvea dan retina tidak terdapat dendrit.

Melanosit dapat memproduksi danmendistribusikan melanin, karenanya berfungsi sebagai komponen penting terhadap sistem pigmentasi kulit.

Melanosit dapat menghasilkan neuropeptida dan neuro-transmiter yang merupakan komponen penting terhadap jalur komunikasi antara kulit dan sistem saraf pusat.

Dengan mikroskop elektron terlihatmelanosit berwarna pucat. Melanosit merupakan sel kelenjar yang khas. Sitoplasmanya dipenuhi dengan organelorganel dan granula karakteristik yang disebut melanosom pada berbagai tingkat kematangan.

Sumber:

Exit mobile version