berolahraga di tengah wabah pandemi virus corona bermanfaat untuk tubuh

Berolahraga Membantumu Mempelajari Hal Baru!

Para dokter sudah seringkali menyarankan seluruh manusia untuk terus berolahraga karena banyak sekali manfaatnya. Termasuk di antaranya adalah energi, mood, tidur, dan kemampuan motorik dapat berkembang dengan program latihan reguler yang termasuk di dalamnya adalah aktivitas berlari.

Tren berolahraga semakin populer di tengah wabah virus corona. Namun apa yang terjadi pada otak manusia ketika berolahraga? Perubahan neurologis yang membukakakn pintu manfaat masih belum jelas hingga saat ini.

berolahraga di tengah wabah pandemi virus corona bermanfaat untuk tubuh

Sekarang, Ilmuwan Hui Quan Li dan profesor terkemuka Nich Spitzer dari University of California San Diego dapat mengidentifikasi kunci jawaban pertanyaan tersebut, yaitu mekanisme modifikasi neurologis pada saat berolahraga.

Dengan membandingkan otak tikus percobaan yang berolahraga dengan tikus yang tidak berolahraga, Li dan Spitzer menemukan bahwa neuron spesifik mengganti sinyal kimia, yang disebut neurotransmitter, menyebabkan perkembangan untuk kemampuan skill motorik.

“Studi ini menunjukkan data baru bagaimana kita bisa mempelajari hal baru yang membutuhkan skill motorik (pergerakan) dan menyajikan informasi tentang bagaimana skill tersebut dapat dipelajari,” kata Spitzer.

Aktivitas berolahraga tentu membutuhkan oksigen dengan hasil respirasi menghirup oksigen untuk mendapatkan satuan energi ATP (Adenosine Triposphate), dan banyak sekali manfaat berolahraga.

Hasil studi ini telah dipublikasikan pada 4 Mei di Nature Communications.

Laboratorium milik Spitzer menemukan Neurotransmitter berganti di otak mamalia dewasa dan menunjukkan riset yang epik tentang bagaimana kemampuan neuron untuk mengubah transmitter mereka dalam respon yang diberikan stimuli untuk mengubah tingkah laku.

Li mengatakan bahwa hasilnya menggarisbawahi pentingnya berolahraga, bahkan di rumah ketika sedang pandemi seperti ini, self-quarantine atau karantina mandiri di rumah.

Baca juga: Mengapa Bisa Terdapat Banyak Bahasa di Dunia?

“Studi ini memperlihatkan bahwa olahraga bagus untuk otak agar bisa menambahkan plastisitas (elastis),” kata Li. “Bagi orang-orang yang ingin meningkatkan kemampuan mengingat dan belajar, maka akan lebih berguna apabila melakukan olahraga terlebih dahulu untuk mengembangkan manfaat ke otak. Contohnya, ketika kamu berharap untuk belajar dan menikmati olahraga seperti surfing atau hiking, kamu dapat mencobanya di rumah dengan berlari di treadmill dan berlatih yoga di rumah.”

Dalam studi baru, Li dan Spitzer membandingkan tikus yang telah menyelesaikan satu minggu penuh berolahraga dalam roda putar untuk sarana berlari tikus. Mereka menemukan bahwa sekelompok tikus yang berolahraga mendapatkan skill motorik seperti diam dalam tiang penyangga yang tidak stabil.

Ketika otak di tikus yang berlari dicek di lab, grup dari neuron dalam otak yang disebut caudal pedunculopontine nucleus (cPPN) yang meregulasi sistem koordinasi motorik ditemukan dapat mengubah jalur neurotransmitter dari acetylcholine ke GABA.

Untuk mengkonfirmasi penemuannya, peneliti menggunakan alat molekular untuk memblokade perubahan transmitter terbaru yang dihasilkan pada saat berolahraga. Mereka menemukan bahwa adanya aktivitas neuron yang berhubungan dengan motorik.

Elang
Penulis konten dengan memerhatikan strategi produksi konten agar tercapai tujuan SEO dan memberikan manfaat kepada pembaca dengan bacaan seringkas mungkin.