Ekspansi Pertama Manusia dari Asia ke Amerika Utara Lewat Jalur Laut

Sebuah riset terbaru telah menunjukkan perubahan signifikan terhadap sirkulasi air di pasifik utara dan dampaknya pada migrasi pertama manusia dari benua asia ke kontinen amerika utara.

peta negara hilang ditelan bumi

Studi internasional yang dilakukan oleh School of Earth and Environmental Science di University of St Andrews memeberikan gambaran tentang bagaimana iklim di pasifik utara pada akhir zaman es mempunyai implikasi dengan migrasi manusia pertama ke sana.

Baca juga: Ekspansi Manusia ke Bulan dan Mars, Era Baru Perjalanan Antariksa

Lautan pasifik mengandung sekitar setengah dari total laut yang ada di Bumi dan merupakan tempat penyimpanan panas dan CO2. Namun, di zaman sekarang, sirkulasi yang kurang baik di Pasifik Utara membatasi penyebaran panas dan pergerakan molekul karbon dioksida, berdampak pada iklim.

RajaBackLink.com

Tim ilmuwan internasional menggunakan batuan sedimen dari dalam laut untuk rekonstruksi sirkulasi dan iklim di Pasifik Utara pada saat masa puncak akhir dari zaman es. Hasilnya menunjukkan sirkulasi yang berbeda antara zaman dulu dan sekarang secara signifikan. Apalagi zaman dulu lautannya lebih hangat.

“Data kami menunjukkan bahwa lautan pasifik mempunyai aliran air yang hangat pada akhir zaman es, mirip seperti lautan atlantik sekarang yang membantu mendukung kestabilan iklim di daerah Utara Eropa,” kata Dr. James Rae, dari University of St Andrews yang memimpin studi itu.

Proses penghangatan dari sirkulasi air di lautan menciptakan kondisi yang lebih memungkinkan bagi kehidupan, oleh karenanya misteri habitasi manusia pertama di Amerika Utara sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Baca juga: Kisah Virus Mengerikan yang Kembali Menginvasi Bumi

“Menurut studi genetik, manusia pertama yang berkembang biak di benua Amerika tinggal dalam lingkungan yang terisolasi selama ribuan tahun pada masa puncak zaman es, sebelum menyebar ke Amerika Utara dan Amerika Selatan lebih jauh,” kata Bel Fitzhugh, profesor antropologi di University of Washington.

Hal ini kemudian menciptakan apa yang dikenal sebagai hipotesis “Beringian Standstill” dan sebuah pertanyaan besar adalah di mana keturunan mereka yang pertama kali tinggal di Benua Amerika tersebar dan terisolasi?

Riset terbaru kemudian menunjukkan bahwa nenek moyang orang-orang awal di Amerika tinggal di bagian hangat selatan Beringia, yang sekarang daerahnya sudah tenggelam di bawah Laut Bering. Karena iklim yang terlalu dingin pada zaman es, sampai sekarang kita masih belum tahu bagaimana kondisi lingkungan bisa mendukung kehidupan manusia saat itu.

“Aliran hangat yang ditunjukkan oleh data kami akan memberikan stigma bahwa iklim di daerah yang sebelumnya dianggap tidak masuk akal bisa jadi mulai terkuak,” kata peneliti Will Gray, Laboratory for Sciences of Climate and Environment Institute di Perancis.

Baca juga: Mengapa Ada Orang yang Meninggal Saat Tertidur?

“Karya tulis kami menunjukkan betapa dinamisnya sistem iklim di Bumi. Perubahan sirkulasi di lautan dan atmosfer dapat memberikan dampak yang sangat besar pada kehidupan dan lingkungan, yang mana akan sangat penting untuk mengetahui perubahan iklim di masa depan,” tambah Robert Jinglin Wills, peneliti post-doktoral sains atmosferik di University of Washington.

sumber: phys.org