Era Baru Perjalanan Antariksa: Kemajuan Peradaban Manusia

Bersiaplah umat manusia, karena era perjalanan antariksa baru saja dimulai (lagi) dan kali ini kompetisinya bakal lebih seru!
era baru perjalanan antariksa

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya manusia kian hari semakin maju dari pola pikirnya, terima kasih karena pendidikan dan akses yang luas terhadap dunia teknologi.

Perjalanan antariksa ini sudah menjadi pionir manusia dalam mengembangkan sayapnya jadi peradaban paling maju dengan ide hebat. Kita sudah melakukannya berkali-kali, mulai mengirim pesawat satelit tanpa awak ke planet-planet lain di tata surya hingga pengiriman manusia ke bulan.

Tapi tidak sampai berhenti di situ saja, baru ini sedang hangat topik mengenai space race antara dua figur ternama yang namanya sudah dilabeli sebagai “orang terkaya” di dunia ini.

Mereka adalah Jeff Bezos dan Elon Musk. Kedua orang terkaya ini masing-masing membuat suatu perusahaan yang bergerak di eksplorasi dan riset perjalanan antariksa — Blue Origin besutan Jeff Bezos dan SpaceX besutan Elon Musk.

Manusia telah berkembang dengan akselerasi yang luar biasa, mulai dari teknologi 5G, mobil listrik, robotika, dan lain-lain. Jika kamu tertinggal sedikit saja, kamu akan melewatkan banyak peluang.

Di sinilah orang berlomba-lomba, ada yang ambisinya untuk menjadi orang terkaya dengan memanfaatkan teknologi, ada yang ingin mengembangkan otak manusia, dan lain-lain. Oleh karena itu, kamu harus dapat beradaptasi dengan cepat, kalau tidak kamu akan ketinggalan.

Mungkin kamu tertarik: Ternyata Bermain Game Merugikan Indonesia Triliunan Rupiah

Dua Tokoh Hebat dalam Persaingan ke Angkasa

Kali ini Sainsologi berkolaborasi dengan Klimisation untuk bercerita tentang bagaimana era baru persaingan di dunia antariksa dapat mengubah manusia, mulai dari membahas tujuan mereka, perbandingan roket, hingga harapan baru umat manusia.

Pertama, persaingan menuju ke luar angkasa dan jauh ke alam semesta tidak hanya oleh dua entitas raksasa ini. Tetapi juga sisi pemerintah ikut andil, misalnya saja Amerika Serikat (NASA), Jepang (JAXA), Uni Eropa (EU), India (ISRO), dan China (CNSA).

Negara-negara hebat tersebut bersaing untuk mengekspansi sayapnya ke Bulan, Mars, dan objek lain di tata surya. By the way, di mana ya Indonesia?

Ambisi Jeff Bezos dan Rencana Blue Origin

Membangun koloni di angkasa? Tentu menjadi suatu impian besar bagi dua karakter utama ini, terutama saya akan bahas soal Jeff Bezos dengan Blue Origin. Kalau kamu ingin lihat bahasan soal Elon Musk dengan SpaceX ke Mars, ada di web Klimisation.

Ada cerita menarik soal Jeff Bezos pada saat ia lulus SMA sebagai siswa terbaik, Jeff Bezos diwawancarai oleh Miami Herald pada tahun 1982 tentang apa impiannya. Tebak Jeff Bezos jawab apa? Jawabannya adalah ia ingin membangun koloni angkasa.

Blue Origin dengan spacecraft yang bernama Blue Moon nantinya akan membantu NASA dalam membangun suatu pangkalan permanen di Bulan. Dan di masa depan bisa jadi akan dibangun pabrik material berat di Bulan, atas usulan Jeff Bezos dan negara-negara lain ikut berpartisipasi.

Tahun 2024, jika tidak ada hambatan, akan dimulai suatu kemajuan besar-besaran, teknologi 5G yang mulai terbuka luas, kompetisi ke luar angkasa, kemajuan di bidang kedokteran, dan lain-lain. Jadi, grab your popcorn dan sama-sama kita saksikan ambil peluang untuk berkontribusi.

Tujuan SpaceX dan Blue Origin

Mari kita semua sepakat bahwa tiap tahunnya manusia pasti bertambah, di masa depan nanti bagaimana jadinya apabila sumber daya alam habis? Oleh karena itulah dalam sebuah interview Jeff Bezos menjawab, “dengan ekspansi ke tata surya, manusia membuka harapan baru untuk mendapatkan sumber energi yang lebih banyak”.

Ilmuwan pun banyak sudah memperhitungkan bahwa tata surya berisikan planet dan satelit alami yang potensial sebagai sumber energi. Misal dengan ekstraksi dan eksploitasi secara besar-besaran.

Terutama karena kita mengetahui bahwa gravitasi di bulan itu lebih ringan daripada di Bumi, jadi untuk mengangkat objek berat (material) akan lebih mudah dan efektivitas terjamin. Apalagi mengingat bahwa jarak Bulan yang tidak begitu jauh.

Perbandingan Bahan Bakar Roket SpaceX dan Blue Origin

Mesin roket SpaceX ada yang menggunakan minyak tanah dan ada yang menggunakan metana, tapi kebanyakan roket mereka masih menggunakan minyak tanah.

Di sisi lain, Blue Origin sudah menggunakan gas alam seperti liquid hydrogen dan propelan roket yang terbuat dari liquid oxygen. Tentunya dari segi ini, mesin roket Blue Origin menang karena lebih hemat dan ramah lingkungan.

Hal ini tentunya didukung oleh prinsip Bezos yang sadar akan Bumi yang semakin tua dan ingin melestarikan lingkungan. Oleh karena itulah eksplorasi luar angkasa juga harus didukung sumber daya ramah lingkungan alias eco-friendly.

Baca juga: Masa Depan Bumi Ternyata Suram Karena Tidak Layak Huni Lagi

Kenapa Jeff Bezos Memilih Bulan?

Mungkin terpikir dalam benak kamu, kenapa sih Jeff Bezos dengan perusahaan miliknya, Blue Origin memilih Bulan sebagai pondasi utama dalam eksplorasi angkasanya?

Jawabannya adalah karena banyaknya potensi di Bulan, yang akan dijelaskan pada poin-poin selanjutnya, saya akan bahas secara garis besar di sini.

Terdapat banyak usulan dari astronom bahwa kita dapat melakukan terraforming bulan, yaitu membuat bulan lebih layak huni dengan beberapa cara. Nantinya, Bulan dapat mempunyai suatu atmosfer artifisial atau lunar base itu untuk mendukung kehidupan manusia.

Baca juga: Apakah Ada Kehidupan Selain di Bumi? Di mana Adanya Alien?

Dan lebih kerennya lagi adalah visi Jeff Bezos untuk membangun pabrik di Bulan dalam rangka menciptakan infrastruktur di Bulan dan ekstraksi Bulan. Jadi, ia ingin pabrik-pabrik berat yang memproses material kimia, pertambangan, dan lain-lainnya dilakukan di Bulan.

Dalam suatu konferensi teknologi yang diselenggarakan oleh Amazon, Jeff Bezos berpendapat seperti ini:

Kita harus memindahkan industri berat ke Bulan, memang lebih baik di luar angkasa aja. Jadi di Bumi hanya dijadikan tempat residensial dan industri ringan, justru hal itu lebih baik.

Membangun Infrastruktur di Bulan

Jeff Bezos mendanai Blue Origin setiap tahunnya sebanyak $1 miliar USD atau sekitar 14 triliun rupiah dari hasil jual sahamnya di Amazon.

Dia mengatakan, “tahap demi tahap, secara berkelanjutan.” Ambisinya memang tidak pernah pudar dan tentu saja kecintaan ia terhadap angkasa yang dimulai sejak SMA hingga membuahinya sebagai siswa dengan prestasi terbaik.

Menggunakan roket rancangan Blue Origin, yaitu New Shepard yang menjadi senjata utama Blue Origin untuk melakukan perjalanan antariksa, maka kita dapat mengetahui perkembangannya dalam membangun infrastruktur di Bulan.

Potensi Perjalanan Antariksa ke Bulan

Perjalanan antariksa ke Bulan ini nantinya juga dapat membantu kita dalam memahami struktur bulan dan bagaimana bulan bisa terbentuk (Giant-Impact hypothesis). Jadi kemajuan ilmu pengetahuan adalah suatu misi prioritas.

Blue Moon (proyek dari Blue Origin) direncanakan untuk berangkat pada tahun 2024, membantu badan antariksa Amerika Serikat yaitu NASA dalam membangun pangkalan permanen di Bulan. Nantinya jadi lunar base, pondasi pendukung kehidupan di Bulan.

Tapi tidak hanya di situ saja, dari dulu ilmuwan sudah meneliti dengan mengirimkan banyak rover di bulan dan menganalisis peta Bulan, material, kedalaman, dan lain-lain.

Penemuannya justru mengejutkan, karena diketahui bahwa terdapat es yang terpendam di dalam bulan yang bisa dijadikan air minum, tempat bernapas, dan tentu saja isi ulang bahan bakar roket (propelan).

Era Baru perjalanan Antariksa: Skala Kardashev

Skala Kardashev adalah metode pengukuran yang menghitung seberapa maju suatu peradaban dari caranya dalam memanfaatkan energi di lingkungan sekitar. Secara umum terdapat 3 tipe peradaban dalam skala kardashev. Selengkapnya soal Skala Kardashev dan Kehidupan di Luar Bumi.

  • Tipe 1: peradaban yang memanfaatkan sumber energi 100% dari planetnya secara efisien
  • Tipe 2: peradaban yang dapat memanfaatkan sumber energi dari tata suryanya
  • Tipe 3: peradaban yang menjadi conqueror di galaksi, yang dapat memanfaatkan sumber energi di seluruh galaksi.

Oleh karena itulah perjalanan antariksa ini akan membawakan banyak manfaat terutama dalam mengembangkan suatu indeks perkembangan manusia hingga manusia berkembang lebih jauh lagi.

Ketika manusia bisa mengkonsolidasikan posisinya sebagai tipe 2 peradaban alam semesta, maka manusia dapat mendukung kehidupan di mana saja, tinggal teknologi nanti yang menjawabnya. Jadi kita mempunyai peluang di perjalanan antariksa mendatang ini.

Bisa jadi saja di masa depan sudah banyak teknologi terealisasi seperti cryo chamber, teknologi untuk menyembuhkan segala penyakit dalam hitungan instan, teknologi space warp, dan lain-lain. Oleh karena itu kita punya harapan positif bagi umat manusia.

Membangun Pertambangan dan Industri ke Bulan

Dilansir dari laporan BBC, Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mempunyai hak untuk mendirikan pabrik di Bulan.

Katanya, dia tidak melihat adanya aturan internasional yang mengatur soal zona di luar angkasa, jadi tidak membutuhkan izin ke lembaga internasional. Tapi mengapa dia ingin mendirikan industri berat di Bulan?

Menurut Sarah Cruddas, seorang jurnalis astronom, mengatakan bahwa pendirian industri berat seperti pertambangan ke Bulan akan membantu manusia mengesktrak energi dan material secara masif.

Terutama juga membantu misi manusia dalam perjalanan eksplorasi ke Mars, karena waktu yang dibutuhkan ke Bulan lebih sedikit, material yang dibutuhkan juga tidak terlalu masif. Jika langkah awal manusia menginjak kaki ke Bulan dan mendirikan pabrik, maka pergi ke Mars jadi lebih mudah.

Ditambah lagi China (China National Space Administration), India (Indian Space Research Organisation), Eropa (European Space Agency), dan potensi negara maju lain seperti Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency), ingin ikut serta dalam space race untuk mendapatkan jatahnya di luar angkasa.

Pertanyaannya: Indonesian kapan? Kapan LAPAN akan semaju badan antariksa luar negeri?

Mari kita telaah lebih dalam di artikel selanjutnya, karena era perjalanan antariksa baru saja dimulai! Lembaran baru yang berisi tinta emas kejayaan Indonesia baru saja dicetak dengan perkembangan ekonomi.

Tapi sebelum itu, mungkin kamu tertarik membaca:

Pionir Menambang Material dari Bulan

Alasan utamanya memang karena tensi AS dan China yang kian hari memanas. Menurut Profesor Benjamin Suvacool, Amerika Serikat diklaim kalah dari kompetisi resource race.

“Amerika Serikat kalah dalam hal industri dengan negara lain seperti China dan Russia,” kata Profesor Benjamin Suvacool.

Lalu pada tahun 2015 juga Presiden Barrack Obama menandatangani bahwa setiap warga Amerika Serikat diberikan izin untuk menambang ke Bulan. Memang karena belum didefinisikan mengenai hukum di luar angkasa.

Hal ini sama seperti hukum maritim, “siapa cepat dia yang dapat. It’s yours to keep if you are the first to discover.”

Sumber:

Exit mobile version