Fungsi Membran Sel

Membran sel

Fungsi Membran Sel – Pengertian, Struktur, Sifat/Karakteristik, Ciri, Gambar – Membran sel (cell membrane ataupun plasma membrane ataupun plasmalemma) yakni suatu fitur yang sangat universal yang dipunyai oleh seluruh tipe sel yang berbentuk susunan antar muka yang biasa diucap dengan membran plasma. Susunan ini bermanfaat buat memisahkan sel dengan area diluar sel, paling utama buat melindungi inti sel serta sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma.

A. Pengertian Membran sel

Membran sel diketahui dengan nama membran biologis, meliputi membran plasma ataupun plasmalemma serta membran beberapa organel yang ada di dalam sel. Membran plasma menghalangi isi sel dari area luarnya. Secara universal membran sel terdiri dari senyawa-senyawa lipida, protein serta karbohidrat. Tidak hanya selaku pembatas, membran sel pula berperan selaku Protein membran mempunyai bermacam berbagai guna, antara lain:

  1. Melekatkan membran pada sitoskeleton tau rangka sel,
  2. Membentuk junction (pertemuan) diantara 2 sel tetangga,
  3. Beberapa protein membran berperan sebagai enzim,
  4. Beberapa protein membran berfungsi sebagai resptor permukaan bagi pesuruh-pesuruh kimia dari sel-sel lain, serta beberapa protein membran membantu pergerakan subtansi-subtansi yang melintasi membran

B. Fungsi Membran Sel

Yang salah satu guna dari membran sel yakni buat melindungi bagian sel yang terletak di bagian yang lebih dalam ataupun selaku pembatas antar sel isi sel dengan bagian luar sel. Tidak hanya itu pula membran sel ini sangat berguna buat memperkokoh sel serta menghindari sel supaya sel tersebut tidak rusak/pecah.

Fungsi membran sel yang lain yakni selaku reseptor dari rangsangan luar serta selaku tempat buat melaksanakan pertukaran zat transpor molekul, dan bisa digunakan selaku tempat berlangsungnya bermacam reaksi-reaksi kimia. Proses pertukaran keluar masuknya zat yang melalui membran sel terdiri dari sebagian tipe ialah difusi, osmosis, transpor aktif, endositosis serta eksositosis. Berikut ini uraian dari tiap-tiap tipe kejadian pertukaran zat dalam membran sel:

RajaBackLink.com
  • Difusi

    Ialah kejadian perpindahan zat dari konsentrasi besar ataupun hipertonis ke konsentrasi rendah ataupun hipotonis.

  • Osmosis

    Ialah kebalikan dari difusi, kejadian perpindahan molekul zat pelarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi besar.

  • Transpor Aktif

    Proses pengangkatan zat berbentuk glukosa serta asam amino yang dilakukan oleh sel, transpor aktif membutuhkan energi ATP untuk melewati membran semipermeabel.

  • Endositosis

    Ialah kejadian masuknya sesuatu zat ke dalam sel akibat terjalin lekukan pada membran sel, sehingga menyebabkan sesuatu zat terjebak di dalamnya.

  • Eksositosis

    Ialah kebalikan dari endositosis, kejadian keluarnya sesuatu zat yang terbungkus oleh membran sel.

C. Struktur Membran Sel

Secara universal struktur membran sel terdiri dari sebagian komponen penyusun, ialah selaku berikut: lipoprotein, glikoprotein, glikolipid serta 2 lapis fosfolipid.

  • Struktur serta komponen penyusun Membran sel

Membran sel ialah susunan yang melindungi inti sel serta sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel pula ialah perlengkapan transportasi untuk sel tempat masuk serta keluarnya zat-zat yang diperlukan serta tidak diperlukan oleh sel. Struktur membran yakni 2 lapis lipid (lipid bilayer) serta mempunyai permeabilitas tertentu sehingga tidak seluruh molekul bisa lewat membran sel.

Salah satu guna dari membran sel merupakan selaku kemudian lintas molekul serta ion secara 2 arah. Molekul yang bisa melewati membran sel antara lain yakni molekul hidrofobik (CO2, O2), serta molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sedangkan itu, molekul yang lain semacam molekul polar dengan dimensi besar (glukosa), ion, serta substansi hidrofilik memerlukan mekanisme spesial supaya bisa masuk ke dalam sel.

Komponen penyusun membran sel antara lain merupakan fosfolipid, protein, oligosakarida, glikolipid, serta kolesterol. komponen muchus membran sel semi permanen di susunan membran.

  • Lipoprotein

    Gabungan antara lemak serta protein.

  • Glikoprotein

    Ialah senyawa karbohidrat yang berikatan dengan protein.

  • Glikolipid

    Ialah senyawa karbohidrat yang berikatan dengan lipid (lemak).

  • Fosfolipid

    Gabungan antar lemak serta fosfat yang bertabiat hidrofilik dengan ujung polar (larutan dalam air). Komponen utama membran sel terdiri atas fosfolipid, tidak hanya itu ada senyawa lipid semacam sfingomielin, kolesterol, serta glikolipid. Fosfolipid mempunyai 2 bagian ialah bagian yang bertabiat hidrofilik serta bagian yang bertabiat hidrofobik. Bagian hidrofobik ialah bagian yang terdiri atas asam lemak. Bagian hidrofilik terdiri atas gliserol, fosfat, serta gugus semacam kolin, serin, serta lain-lain.

Jenis-jenis fosfolipid penyusun membran sel antara lain merupakan: fosfokolin (komputer), fosfoetanolamin (pe), fosfoserin (ps), serta fosfoinositol (pi). Secara natural di alam fosfolipid hendak membentuk struktur misel (struktur menyamai bola) ataupun membran lipid 2 lapis. Sebab strukturnya yang dinamis hingga komponen fosfolipid di membran. Lintas membran digolongkan jadi 2 metode, ialah dengan transpor pasif buat molekul-molekul yang sanggup lewat membran tanpa mekanisme spesial serta transpor aktif buat molekul yang memerlukan mekanisme spesial. Secara universal sel-sel yang menyusun tubuh manusia memiliki struktur bawah yang terdiri dari membran sel, protoplasma serta inti sel (nukleus).

  1. Air

Medium cairan utama dari sel merupakan air, yang ada dalam konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, lagi yang lain ada dalam wujud suspensi ataupun membranous.

  1. Elektrolit

Elektrolit terutama dari sel merupakan Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida serta Kalsium. Elektrolit sediakan bahan inorganic buat respon seluler serta ikut serta dalam mekanisme kontrol sel.

  1. Protein

Memegang peranan berarti pada nyaris seluruh proses fisiologis serta bisa diringkaskan selaku berikut:

  1. Proses enzimatik
  2. Proses transport serta penyimpanan
  3. Proses pergerakan
  4. Fungsi mekanik
  5. Proses imunologis
  6. Pencetus serta penghantar impuls pada sel saraf
  7. Mengatur proses pertumbuhan serta regenerasi

Membran sel bersifat permeabel terhadap ion serta molekul polar khusus. Substansi hidrofilik menjauhi kontak dengan bilayer lipid dengan metode melewati protein transport yang melintangi membrane. Sebagian guna protein membrane merupakan:

  1. Protein yang membentang membrane membagikan sesuatu saluran hidrofilik melintasi membrane yang bertabiat selektif buat zat terlarut tertentu. Hidrolisis ATP dicoba oleh sebagian protein transport buat memompa bahan melintasi membrane secara aktif.
  2. Protein yang terletak di dalam membrane bisa jadi berbentuk enzim dengan sisi aktifnya yang dipaparkan ke zat-zat pada larutan sebelahnya.
  3. Protein membran bisa jadi mempunyai tempat pengikatan dengan wujud khusus yang cocok dengan bentuk-bentuk messenger kimiawi, semacam hormone. Sinyal bisa menimbulkan pergantian konformasi protein yang menyalurkan pesan ke bagian dalam sel.
  4. Protein membran dari sel-sel berdekatan bisa jadi berhubungan bersama-sama dalam bermacam wujud junction.
  5. Sebagian glikoprotein berperan selaku label identifikasi yang secara spesial dikenali oleh sel lain.
  6. Mikrofilamen ataupun elemen lain sitoskeleton bisa jadi terikat ke protein membran. Perihal ini ialah sesuatu guna yang menolong mempertahankan wujud sel serta menetapkan posisi protein membrane tertentu. Protein yang mendekat ke matriks ekstraseluler bisa mengkoordinasikan pergantian ekstraseluler serta intraseluler.

Protein ini terintegrasi pada susunan lipid serta menembus 2 susunan lipid/transmembran. Protein integral mempunyai domain membentang di luar sel serta di sitoplasma. Bersifat amfipatik, memiliki sekuen helix protein, hidrofobik, menembus susunan lipida, serta untaian asam amino hidrofilik. Banyak antara lain ialah glikoprotein, gugus gula pada sebelah luar sel. Di sintesis di RE, gula dimodifikasi di tubuh golgi.

Protein plasma mempunyai guna/manfaat yang sangat luas, antara lain selaku protein pembawa (carrier) senyawa yang melewati membran plasma, menerima isyarat (signal) hormonal, serta meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri ataupun ke sel yang lain. Protein membran plasma pula berperan selaku pangkal pengikat komponen-komponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler. Protein perifer tidak berhubungan dengan bagian tengah membran hidrofobik, namun terikat secara langsung lewat asosiasi dengan protein integral membran ataupun secara langsung berhubungan dengan bagian polar lipid membran. 

Protein transmembran memiliki segmen panjang asam-asam amino hidrofobik yang tertanam pada bilayer lipid. Terdapat 2 jenis interaksi yang memantapkan protein integral membran, ialah interaksi ionic dengan wilayah kepala yang bersifat polar serta interaksi hidrofobik dengan bagian tengah yang bersifat hidrofobik, misalnya glikoforin. Sebagian protein integral berikatan dengan membran lewat ikata koovalen pada rantai hidrokarbon. Diketahui terdapat 3 jenis protein integral bersumber pada perlekatannya pada rantai hidrokarbon, ialah Glycosyl-phosphatidylinositol-Proteins, Myristate-Proteins, serta Farnesyl-Proteins.

Protein B merupakan lingkungan protein yang berfungsi dalam sistem transpor. Protein D merupakan protein trans membran. Protein jenis B ialah kumpulan molekul yang mempunyai struktur yang terdiri atas Na+, K+, ATPase serta sesuatu anion protein transpor. Contoh protein jenis D merupakan glikoforin pada membran eritrosit. Protein membran plasma bisa berperan selaku enzim. Enzim-enzim pada membran plasma bisa dikelompokkan jadi 2 jenis bersumber pada tempat kegiatan katalitiknya:

  1. Eksoenzim, ialah enzim dimana kegiatan katalitiknya berlangsung pada permukaan luar membran plasma.
  2. Endoenzim, ialah enzim dimana kegiatan katalitiknya berlangsung pada permukaan dalam membran plasma.

Protein integral merupakan molekul protein yang menembus membrane sel secara total, serta hadapi glikolisasi (terikat dengan glukosa) ataupun molekul lemak diluar sel. Lingkungan protein karbohidrat ataupun protein lemak yang tercipta ini berperan selaku reseptor buat hormone protein, sehingga membolehkan terbentuknya komunikasi antar sel.

Protein peripheral yang sama sekali tidak tertanam dalam bilayer, lipid: protein ini ialah anggota yang terikat secara longgar pada permukaan membrane, kerap pula pada bagian protein integral yang terpapar. Protein perifer tidak menempel kokoh pada membran serta mudah lepas. Protein perifer memiliki asam amino dengan rantai hidrofilik yang menimbulkan terdapatnya interaksi dengan air di sekelilingnya serta permukaan susunan lemak yang hidrofilik. Protein perifer pada permukaan sel sebelah luar umumnya berisi rantai molekul gula ataupun senyawa dengan substansi lain.

  • Lemak

Asam lemak yang ialah komponen membran sel merupakan rantai hidrokarbon yang panjang, lagi asam lemak yang tersimpan dalam sel merupakan triasilgliserol, ialah molekul yang sangat hidrofobik. Sebab molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam hingga hendak membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang ialah sumber tenaga. Molekul lemak yang menyusun membran sel memiliki gugus hidroksil (fosfolipid serta kolesterol) sehingga bisa berikatan dengan air, sebaliknya gugus yang yang lain hidrofobik (tidak terikat air) adalah amfifatik.

Fosfolipid ialah lipid yang sangat banyak jumlahnya dalam membrane, keahlian fosfolipid buat membentuk membrane merupakan sebab struktur molekulernya. Fosfolipid memiliki kemiripan dengan lemak, tetapi molekul ini cuma memiliki 2 asam lemak, bukan 3 asam lemak semacam pada lemak. Ekornya terdiri dari hidrokarbon bersifat hidrofobik serta tidak bisa bercampur dengan air, ekor hidrofobik menuju ke bagian dalam membrannya menghindari air. Gugus fosfat serta ikatannya hendak membentuk suatu kepala hidrofilik yang mempunyai afinitas yang kokoh terhadap air.

Komponen utama membran sel terdiri atas fosfolipid, tidak hanya itu ada senyawa lipid semacam sfingomielin, kolesterol, serta glikolipid. Penamaan fosfolipid serta watak tiap-tiap hendak tergantung pada tipe gugus bonus yang dipunyai oleh fosfolipid. Jenis-jenis fosfolipid penyusun membran sel antara lain merupakan: fosfokolin (komputer), fosfoetanolamin (pe), fosfoserin (ps), serta fosfoinositol (pi).

Secara alami di alam fosfolipid hendak membentuk struktur misel (struktur menyamai bola) ataupun membran lipid 2 lapis. Sebab strukturnya yang dinamis hingga komponen fosfolipid di membran bisa melaksanakan pergerakan serta perpindahan posisi. Pergerakan yang terjalin antara lain merupakan pergerakan secara lateral (Pergerakan molekul lipid dengan tetangganya pada monolayer membran) serta pergerakan secara flip flop (Jenis pergerakan trans bilayer).

Molekul fosfolipid bisa dipandang terdiri dari 2 bagian, ialah kepala serta ekor semacam yang sudah disebutkan di atas. Bagian kepala mempunyai muatan positif serta negatif dan bagian ekor tanpa muatan. Bagian kepala sebab bermuatan bertabiat hidrofilik ataupun larut dalam air, sebaliknya bagian ekor bertabiat hidrofobik ataupun tidak larut dalam air. Fosfolipid digolongkan selaku lipid amfipatik. Senyawa ester asam lemak yang memiliki gugus alkalis yang memiliki nitrogen serta substituen lain.

  1. Fosfolipid : Lipid memiliki residu asam fosfat, di luar asam lemak, serta alkohol. Lipid ini kerap memiliki basa memiliki N, serta substituen lain.
    (a) Gliserofosfolipid : Gugus alkohol berbentuk gliserol.
    (b) Sfingofosfolipid : Gugus alkohol berbentuk sfingosin.
  2. Glikolipid (glikosfingolipid) : Kelompok lipid  yang memiliki asam lemak, sfingosin serta karbohidrat,
  3. Bentuk-bentuk lipid lingkungan yang lain: wujud lipid semacam sulfolipid serta aminolipid. Lipo-protein bisa pula dimasukkan ke dalam jenis ini.
  • Karbohidrat

Karbohidrat didefinisikan selaku zat yang memiliki atom karbon, hidrogen, serta oksigen. Karbohidrat berasal dari kata karbon serta hidrat, karbon maksudnya merupakan atom karbon serta hidrat merupakan air. Oleh sebab itu rumus universal karbohidrat bisa ditulis Cx (H2O) y. Definisi ini cuma berlaku buat sebagian besar kelompok karbohidrat, sebab terdapat sebagian tipe karbohidrat lain yang memiliki bagian oksigen yang lebih rendah dibanding dengan yang terdapat dalam air ataupun derivat terdapat derivat karbohidrat yang memiliki nitrogen serta sulfur.

Sesuatu karbohidrat tersusun atas atom C, H, serta O. Karbohidrat yang memiliki 5 atom C diucap pentosa, 6 atom C diucap hexosa merupakan karbohidrat-karbohidrat yang berarti buat guna sel. Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit diucap polisakarida. Polisakarida berfungsi selaku sumber tenaga cadangan serta selaku komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) serta yang berikatan dengan lemak (glikolipid) ialah struktur berarti dari membran sel. Tidak hanya itu glikolipid serta glikoprotein menyusun struktur antigen kalangan darah yang bisa memunculkan respon imunologis.

Secara kimia Karbohidrat merupakan polihidroksi aldehid ataupun keton. Nama ini dari kenyataan kalau mayoritas memiliki rumus empiris CnH2On ataupun Cn (H2O) n, ataupun (CnH2O) n, sehingga orang perancis menyebut “hydrate de carbone”, meski tidak menggambarkan secara pas.

Secara struktur karbohidrat merupakan makromolekul yang dibentuk oleh satuan-satuan (unit) molekul dari polihidroksi aldehid ataupun keton. Pembagian secara sistematik, Bersumber pada satuan-satuan molekul yang membangun makromolekul, karbohidrat dipecah atas:

  1. monosakarida (kebanyakan terdiri dari 5 ataupun 6 atom C),
  2. oligosakarida (di-, tri-, tetra-sakarida)
  3. polisakarida.

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Membran Sel semoga dapat bermanfaat buat kalian, terima kasih atas kunjungannya.

Sumber gambar : Pexels Free Image