Kasus Superspreader di Korsel Infeksi 40 Orang

Di Korea Selatan terdapat superspreader, atau mereka yang telah menginfeksi virus corona ke 37 orang di gerejanya.

Para pengikut gereja tersebut juga menunjukkan adanya gejala dari penyakit COVID-19 ini, diwartakan melalui laporan media.

Wanita berusia 61 tahun mengikuti acara Shincheonji Church of Jesus the Temple of Tabernacle of the Testimony in Daegu, Korea Selatan, dilansir Rabu (4/3/2020).

Kota daegu, berada di bagian selatan negara ginseng tersebut, dan mempunyai populasi setidaknya 2,5 juta jiwa.

RajaBackLink.com

Wanita yang disebutkan pasien 31 oleh Korea’s Centers for Disease Control and Prevention, mendapatkan gejala demam pada 10 Februari dan mengikuti layanan gereja sebelum akhirnya didiagnosis virus corona.

Walaupun demam, wanita tersebut menolak untuk dites mengenai virus corona, karena katanya ia belum pernah berpergian ke luar negeri belakangan ini, seperti dilaporkan The Guardian.

Sejauh ini, dia dengan 37 anggota gereja dites positif virus corona, COVID-19 dan 52 pengikut gereja juga menunjukkan gejala yang sama namun belum diperiksa.

Otoritas setempat menyebutkan wabah ini sebagai ‘superspreader’ karena satu orang bisa menginfeksi banyak orang, dilansir dari Reuters, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Rhythm 0, Ketika Sisi Gelap Manusia Terungkap

Perkiraan sekarang, tiap orang yang terinfeksi virus corona, pasti sudah menyebarkan ke setidaknya 2,2 orang, secara rata-rata.

Infeksi yang tertimbun di gereja tersebut membuat kasus Korea Selatan meningkat menjadi 104, seperti yang dilansir pada 20 Februari 2020. Sekarang angkanya meningkat menjadi ~500 orang.

Pejabat setempat menyarankan bagi para warganya untuk tetap diam di rumah dan mengisolasi keluarga mereka.

Lalu, sekolah dan perpustakaan akan ditutup sementara, diwartakan The Guardian.

Gereja Shincheonji mengumumkan pada 20 Februari bahwa mereka telah menutup fasilitasnya di seluruh negara, dan mengatakan, “Maaf karena salah satu anggota kami menginfeksi banyak orang dan mengkhawatirkan komunitas lokal.”

Di UK (Britania Raya), kasus yang serupa juga terjadi ketika seorang warga Inggris menyebarkan virus ke 11 orang di French ski resort setelah ia mengunjungi Singapura untuk konferensi.