Kota Unik yang Dijuluki Kota Sampah di Mesir

Dalam stigma cakrawala dunia yang indah, terdapat satu kota yang dijuluki sebagai kota sampah di Mesir, mengapa bisa demikian?
kota sampah masyarakat dunia

Dari berbagai macam kota yang ada di dunia ini, terdapat julukan yang bernama Kota Sampah di Mesir. Mengapa disebut sebagai kota sampah? Sudah jelas dari namanya karena kota ini berisikan sampah-sampah yang berasal dari Kairo, Ibukota Mesir.

Tentunya hal ini karena adanya disparitas sosial dengan mereka yang bekerja sebagai pekerja kebersihan dan mereka yang tinggal di kota besar. Orang-orang harus rela memungut sampah dari kota untuk dibawa ke kota yang bernama Mashiyat Naser demi dibayar upah yang tidak seberapa.

Baca juga: Era Baru Perjalanan Antariksa: Kemajuan Peradaban Manusia

DORNOB

Kota Sampah di Mesir

Ketika kita mendengar kata Mesir pastinya kita akan berpikir tentang piramida yang ada di negara tersebut. Mesir termasuk kedalam negara maju dan menjadi salah satu negara yang memiliki 100 piramida yang menjadi ciri khas dari negara tersebut. Mesir juga memiliki banyak tempat-tempat wisata yang bisa menarik wisatawan asli untuk datang ke negaranya.

Baca juga: Apakah ada Kehidupan di Luar Bumi?

Namun, apakah kalian tahu bahwa di Mesir memiliki sebuah kota dimana kota tersebut dipenuhi oleh sampah dan kota tersebut menjadi kota yang mendaur ulang semua sampah yang ada di Kairo. Bertepatan di wilayah Kairo terdapat tempat yang dipenuhi oleh sampah. Bahkan, penduduk disana berprofesi sebagai pemulung.

Wilayah ini disebut dengan Manshiyat Naser, sebuah kota di pinggiran Bukit Muqattam di Kairo.  Di kota ini hidup sekitar 60 ribu orang. Kota ini benar-benar tertutup sampah yang ada di mana-mana. Sampah ada di jalan bahkan di atap rumah penduduk. Pasar, restoran, dan tempat bermain pun sudah bersatu dengan sampah.

Masyarakat disebut dengan Zabbaleen yang memiliki arti orang-orang sampah. Nama ini diberikan kepada mereka karena memiliki profesi sebagai pemulung. Mereka mengangkut sampah-sampah dari Kota Kairo dan dipindahkan ke Kota Manshiyat Naser. Mereka menerima gaji murah dari pekerjaannya sebagai pemulung.

Baca juga: Tristan dan Cunha, Tempat Terpencil di Muka Bumi

Kebanyakan kaum pria di Manshiyat Naser menjadi pemulung, sedangkan kaum wanita dan anak-anak bertugas memilah-milah sampah yang sudah dikumpulkan. Walaupun begitu, penduduk Manshiyat Naser bisa mendaur ulang sampah hingga 90 % tanpa alat yang canggih. Mereka menggunakan sistem sederhana untuk mendaur ulang sampah.  Padahal negara-negara barat saja hanya mampu mendaur ulang 20-25% dari sampah mereka. Setelah didaur ulang, sampah tersebut dijual kembali ke pabrik-pabrik yang ada di Kairo

Pemerintah sudah berusaha beberapa kali untuk menutup kota tersebut. Bahkan, Pemerintahan Kairo telah menyewa tiga kali perusahaan multinasional untuk mengelola sampah mereka. Tapi ternyata perusahaan tersebut tidak sanggup dan malah menyewa penduduk di kota tersebut.

Penduduk Kota Manshiyat Naser sebenarnya berjasa dalam menjaga kebersihan di Kairo dan hanya orang Zabbaleen yang bisa mengelola sampah di Kairo. Hal yang lebih memprihatinkan lagi, di kota ini tidak ada saluran pembuangan dan di kota tersebut tidak ada air yang mengalir begitu juga dengan listrik. Memang sangat memprihatinkan sekali tapi bagaimanapun juga Kota Mesir menjadi bersih dikarenakan penduduk Manshiyat Naser yang rela melakukan pekerjaan seperti itu.

Exit mobile version