Tak Bisa Berhenti Merokok? Mungkin Kamu Lagi Sedih!

Tak Bisa Berhenti Merokok? Mungkin Kamu Lagi Sedih – Perasaan emosional terkadang memainkan peran penting dalam menentukan pilihan dan dalam kesehatan manusia. Ketika mengalami hal-hal yang positif, emosi akan memberikan dampak yang baik seperti contohnya mengontrol emosi meningkatkan performa pada atlet. Sementara, untuk emosi negatif, juga memberikan dampak negatif yaitu dapat memicu self-harm atau menyakiti diri sendiri.

Riset terbaru dari Harvard University yang dipublikasikan di PNAS, telah melihat fungsi utama emosi negatif pada adiksi atau kecanduan. Beberapa mengatakan bahwa mood yang negatif dikaitkan dengan penggunaan bahan kimia, obat-obatan terlarang, termasuk tembakau.

Pada studi yang kedua, yang melihat mengenai kecanduan merokok, 425 perokok ditempatkan pada tiga kondisi: kesedihan, menjijikan, dan netral. Mereka yang berada pada kondisi sedih ditunjukkan klip dari film Pixar Up, dan ditanyakan untuk menulis apa hal terberat yang pernah dialami dalam hidup, kapan pernah mengalami kegagalan dan kehilangan seseorang.

Partisipan dalam keadaan menjijikan ditunjukkan klip dari Trainspotting yang mana Ewan McGregor menampakkan dirinya dalam toilet tidak bersih. Mereka kemudian ditanyakan untuk menulis hal-hal menjijikan yang pernah terjadi dalam pengalaman hidupnya. Dan pada kondisi netral, partisipanperokok tersebut ditunjukkan mengenai video furniture dan pekerjaan.

RajaBackLink.com

Baca juga: 9 Virus Mematikan dalam Sejarah Manusia

Setelah melihat cuplikan video-video atau film tersebut, partisipan studi kemudian ditanyakan tiga pertanyaan mengenai bagaimana mereka bisa kecanduan merokok dan tidak bisa lepas dari rokok. Dan, pada hal yang sama, kesedihan mempunyai hubungan yang cukup besar dengan penggunaan tembakau. Kesedihan meningkatkan keinginan seseorang untuk bisa menenangkan dirinya, untuk bisa menghindari dari kenyataan-kenyataan yang ada.

Studi ketiga yang melihat pada tingkat kecanduan, menanyakan 760 partisipan untuk menonton video netral dan sedih, lalu mengindikasikan apakah mereka akan segera merokok setelah itu atau tidak. Ternyata keinginan untuk merokok cenderung berkurang pada kondisi netral dan menjijikan.

Lalu mengenai studi yang terakhir, 158 perokok aktif ditanyakan untuk berhenti merokok selama kurang lebih 8 jam, dengan uji coba verifikasi menggunakan tes karbon monoksida apabila perokok tersebut jujur atau tidak. Mereka kemudian diwajibkan menonton video yang sedih atau netral. Setelah itu, mereka merokok yang ada indikator volume, kecepatan, dan durasi menghirup rokok. Ternyata perokok aktif dalam kondisi sedih akan menghabiskan banyak rokok dan tidak sabar untuk segera menghabiskannya.

Baca juga: Menghirup Oksigen Murni dapat Membunuhmu.

Walaupun penemuan ini tentu saja menguatkan argumen bahwa emosi dapat berkaitan dengan merokok yang lebih signifikan. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa kesedihan mempunyai kontribusi yang cukup besar pada penggunaan rokok, entah bagaimana mengenai keadaan cemas, marah, apakah bisa memicu penggunaan tembakau atau tidak.

Namun, menyuruh seseorang untuk berhenti merokok tidak signifikan, karena ketika kecanduan akan sangat sulit. Di Indonesia sendiri, penggunaan rokok telah banyak merenggut korban jiwa bahkan sampai sekarang malah dipopulerkan oleh karangan remaja. Di US dan UK, tembakau dapat merenggut satu miliar kematian prematur akibat merokok di akhir abad 21.