Apa Akibat Revolusi Bumi dan Rotasi Bumi Bagi Kehidupan?

revolusi bumi

Revolusi bumi dan rotasi bumi merupakan gerakan berputar yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Pergerakan atau perputaran yang terjadi pada bumi ini dianggap memberikan pengaruh besar. Hal ini tentu saja terjadi pada seluruh makhluk hidup yang ada di wilayah bumi. Pergerakan bumi yang sangat cepat tentu saja tidak dirasakan oleh makhluk hidup karena adanya gaya gravitasi bumi. Namun, ada beberapa dampak yang dirasakan seluruh makhluk termasuk manusia pada saat bumi bergerak atau berputar.

Mengenal apa itu rotasi bumi

Rotasi bumi merupakan salah satu pergerakan yang melibatkan planet bumi berputar pada bagian porosnya. Pergerakan ini terjadi dimulai dari dari arah bagian barat hingga menuju ke timur. Perputaran bumi pada bagian pusatnya ini membutuhkan waktu sekitar 23 jam 56 menit. Para ahli dan ilmuwan kemudian sepakat untuk membulatkannya menjadi 24 jam. Ada berbagai dampak yang ditimbulkan dari pergerakan bumi seperti ini. Tentu saja pengaruh yang dirasakan juga melibatkan seluruh makhluk yang ada di bumi.

Dampak dari rotasi bumi

Pergerakan melalui rotasi bumi selama kurang lebih 24 jam tentu saja akan memberikan pengaruh yang sangat besar. Bahkan, hal ini juga akan membuat seluruh kehidupan di bumi berkembang dalam jangka waktu tertentu. Berikut ini ada beberapa dampak yang bisa dirasakan makhluk bumi dari pergerakan bumi pada porosnya yaitu:

1. Perbedaan waktu

Salah satu dampak yang terjadi akibat dari pergerakan bumi pada porosnya adalah perbedaan waktu. Apalagi perbedaan waktu ini juga terjadi di beberapa bagian dari wilayah bumi. Kamu harus tahu bahwa rotasi bumi bergerak hingga 360 derajat. Rotasi ini membutuhkan waktu sekitar 24 jam atau dikonversi menjadi 1440 menit. Kondisi ini yang membuat perbedaan waktu di Bumi. Misalnya saja, Indonesia memiliki 3 wilayah waktu yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Perbedaan waktu yang terjadi akan mempengaruhi perhitungan hingga 1 jam untuk masing-masing wilayah yang berdekatan. Bila wilayah di Waktu Indonesia Barat menunjukkan pukul 9 pagi maka di wilayah Waktu Indonesia Tengah menunjukkan pukul 10 pagi.

2. Gerakan semu dari matahari

Ini merupakan gerakan yang diakibatkan oleh rotasi bumi dalam waktu tertentu dan melibatkan matahari. Perputaran bumi pada porosnya terjadi dari arah barat ke timur. Hal ini membuat manusia menganggap bahwa Matahari bergerak mengelilingi bumi dari timur ke barat. Padahal itu merupakan dampak yang terjadi karena gerakan bumi pada porosnya. Hal ini yang menyebabkan matahari terbit dari timur dan tenggelam di arah barat.

3. Mengakibatkan perubahan siang menjadi malam

Pergerakan dari bumi yang berputar pada porosnya juga mengakibatkan perubahan kondisi waktu dari siang menjadi malam. Hal ini terjadi pada seluruh wilayah di dunia yang mendapatkan sinar matahari. Rotasi bumi yang terjadi selama 24 jam memberikan dampak pada seluruh wilayah dengan perubahan fase waktu. Ada sebagian wilayah di bumi yang mendapatkan sinar matahari karena berhadapan langsung dengan matahari dan disebut dengan fase siang. Selain itu, ada juga sebagian dari wilayah bumi yang membelakangi matahari dan tidak mendapatkan sinar yang disebut dengan malam hari. Namun, adanya rotasi bumi akan membuat seluruh wilayah mengalami hal itu secara bergantian.

Mengenal apa itu revolusi bumi

Bumi juga memiliki perputaran atau pergerakan lain yang disebut dengan Revolusi. Defenisi dari Revolusi Bumi adalah gerakan dari bumi yang mengelilingi matahari dan membutuhkan waktu sekitar 360 hari lamanya. Pergerakan ini terjadi dimulai dari arah barat ke bagian timur. Perputaran bumi yang terjadi saat mengelilingi matahari akan berada dalam jalur orbit. Bentuk dari orbit yang digunakan bumi berupa elips. Tentu saja pergerakan ini juga terjadi secara konstan mengikuti orbit yang sudah dimilik. Selain itu, revolusi pada bumi juga memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan seluruh makhluk, terutama manusia di berbagai wilayah.

Dampak dari revolusi bumi

Tentu saja ada dampak yang terjadi akibat dari revolusi bumi. Pengaruh yang terjadi memang bersinggungan langsung pada aspek kehidupan di bumi. Berikut ini ada beberapa dampak dari revolusi bumi yang wajib kamu ketahui yaitu:

1. Gerakan semu tahunan pada matahari

Sebenarnya dampak seperti ini tidak hanya terjadi akibat dari revolusi bumi, namun juga perputaran bumi pada porosnya. Perputaran bumi selama 360 hari mengakibatkan terjadinya gerakan semu tahunan yang melibatkan matahari. Sebagian orang akan melihat bahwa matahari seolah-olah sedang bergerak dari titik khatulistiwa menuju ke sudut 23,5 derajat lintang utara dan berakhir di bagian lintang selatan. Selain itu, pergerakan seperti ini pada bumi juga menimbulkan efek yang menunjukkan matahari yang terbit pada ufuk timur dan tenggelam di bagian barat wilayah bumi. Kondisi seperti ini akan terjadi secara berkala dalam perhitungan 360 hari.

2. Perbedaan musim di berbagai wilayah

Revolusi bumi juga mengakibatkan perbedaan musim di beberapa wilayah. Biasanya hal ini terjadi pada wilayah yang memiliki 4 musim. Hanya ada beberapa benua yang merasakan kondisi pergantian musim ini. Perbedaan musim dilatarbelakangi karena posisi bumi yang membentuk sudut hingga 66,5 derajat pada bagian bidang edarnya. Selain itu, posisi bumi juga mengalami kemiringan tegak lurus hingga 23,5 derajat. Tentu saja pergerakan bumi pad orbit akan mempengaruhi posisi bumi. Perubahan posisi bumi akan terjadi pada saat mengelilingi matahari selama 360 hari. Pada proses perubahan posisi ini maka membuat perubahan musim.

3. Perubahan rasi bintang

Rasi bintang merupakan kumpulan dari beberapa titik bintang dalam jumlah tertentu yang akan membentuk menjadi pola khusus. Tentu saja masing-masing dari pembentukan titik pada beberapa bintang memiliki sebutan tertentu. Saat ini sudah ada beberapa rasi bintang yang cukup populer seperti Scorpio, Biduk, rasi bintang Leo dan lainnya. Pergerakan bumi mengelilingi matahari mengakibatkan beberapa titik bintang terlihat berubah hingga membentuk rasi lainnya. Tentu saja ini terjadi karena posisi bumi yang bergeser sesuai dengan orbitnya. Misalnya saja pada wilayah tertentu banyak orang akan melihat rasi bintang Scorpio, padahal di bagian bumi lainnya orang-orang akan melihat rasi bintang Leo.

4. Penggunaan dari kalender masehi

Dampak lain dari revolusi pada bumi yang wajib untuk diketahui adalah penggunaan dari kalender masehi. Penggunaan kalender ini akan melibatkan perhitungan waktu 12 bulan dan 365 hari. Namun, pada waktu tertentu kalender masehi akan menggunakan perhitungan 366 hari. Penggunaan dari sistem kalender masehi ini dilakukan dengan mengikuti waktu pergerakan bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Proses penggunaan kalender masehi akan berlangsung selama 1 tahun. Setelah perhitungan dari kalender masehi berakhir maka akan dimulai dengan perhitungan tanggal yang baru dengan pergantian tahun.