KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur

Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Gus Dur

KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa sebagai Gus Dur menjadi presiden keempat RI, banyak polemik mengenai kelebihan dan kekurangan pada masa pemerintahannya.

Gus Dur telah meniti kariernya sejak berkuliah di Mesir. Ketika ia pergi ke Moroko, di masjid moroko sang imam bertanya karena waktu itu alm. Gus Dur menangis setelah membaca buku Aristoteles mengenai etika kehidupan.

“Kalau bukan karena buku ini, saya tidak mungkin masuk islam,” ulang mediator Gus Dur menuturkan percakapan tersebut.

Banyak yang mengidolakan Gus Dur karena kebijakannya yang tegas dan memberikan solusi reperkusif rasional.

Gus Dur bahkan menyentil DPR dengan suatu argumentasi menyatakan DPR seperti taman kanak-kanak (TK)

Karena kebijakan dan dianggap ketidakseriusannya dalam menjalankan pilar-pilar pemerintahan, dia akhirnya diberikan nota oleh DPR, semacam surat memorandum pertama yang mengusulkan pemakzulan beliau.

Tetapi, Gus Dur melawan oposisi dengan memecat menteri-menterinya yang tidak mempunyai visi yang sama dengannya. Dia kemudian menonaktifkan Wiranto, Jusuf Kalla sebagai menteri perindustrian, dan Yusril Ihza Mahendra.

Banyaknya tekanan dari dalam membuat Gus Dur bercucur keringat, dia kemudian meminta bantuan kepada Menteri Sosial dan Politik kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono untuk menarik mundur TNI di Maluku karena diduga mempersenjatai Laskar Jihad untuk penyerangan di gereja-gereja maluku.

Kemudian tekanan juga datang dari gerakan separatisme misalnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dia memberikan referendum kepada Aceh untuk menentukan otonomi, bukan kemerdekaan. Dan untuk OPM, dia lakukan pendekatan publik dan mengadakan musyawarah bersama.

Setelah itu, KH. Abdurrahman Wahid memperbolehkan berkibarnya bintang kejora, asalkan berkibar di bawah bendera merah putih. Hal itu memang membuat tensi politik memanas, MPR gelisah hingga DPR mengajukan nota kedua untuk melengserkan Almarhum Presiden Abdurrahman Wahid.

Rapat Istimewa MPR dipercepat, Amien Rais menilai bahwa Gus Dur telah salah melakukan tindakan dan mengekang MPR dan DPR dengan mengeluarkan dekrit presiden untuk membubarkan lembaga pemerintah lumbung rakyat dan mempercepat pemilu satu tahun.

Tegangan yang tak kunjung redam, ditambah gerakan separatisme, banyaknya kasus SARA yang mengedepankan Superiority Complex membuat Gus Dur dilengserkan.

Tapi, bukan hanya itu, ada kemungkinan terkaitnya sejumlah pihak/oknum oposisi beliau yang memang sengaja menurunkan demi harta dan kekuasaan yang lebih. (ditambah defisit ekonomi pasca-reformasi)

Setelah rupiah menguat di zaman B.J. Habibie, rupiah kemudian turun lagi secara perlahan karena inflasi dan defisit, barulah pada zaman Joko Widodo, ekonomi mulai membaik dan mengurangi kemiskinan.

Berikut ini telah sainsologi rangkum mengenai kelebihan dan kekurangan pemerintahan Gus Dur.

Kebijakan-kebijakan Gus Dur

Meliburkan siswa pada saat bulan Ramadan

Pada saat bulan Ramadan, siswa diliburkan dari sekolahnya. Kebijakan pendidikan ini tentu patut diapresiasi karena tidak pernah dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.

Menjadikan Hari Imlek dan Memperbolehkan Bahasa Tionghoa

Sejak zaman rezim Soeharto, Bahasa Mandarin tidak diperbolehkan, lalu hari imlek tidak dijadikan libur nasional, oleh karena itu gebrakan Gus Dur mencabut perpres yang dirumuskan Soeharto tersebut.

Menyelesaikan Berbagai Macam Konflik di Indonesia

Memang kalau bisa dibilang kala itu, Indonesia sedikit chaos pasca-reformasi. Banyaknya aksi kuat yang akan mengkudeta dan memecah belah terus menerus berada pada puncaknya.

Titik terang kemudian diloloskan oleh Gus Dur sebagai Presiden Ke-4 Republik Indonesia tersebut untuk menyelesaikan secara damai.

Aksi heroiknya yang tidak memandang status sosial maupun agama membuatnya mendapatkan penghargaan, dia dikenal membuka jalan yang luas bagi pluralisme.

Karena sebenarnya kemajemukan/keberagaman merupakan akar dari segala kemajuan di negara Indonesia. Jadi, harus dijaga dengan betul-betul.

Membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan

Beliau (Gus Dur) membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan diakibatkan oleh lumbung korupsi yang telah menggunung. Lagipula, apabila tidak dibubarkan hanya akan memperumit birokrasi yang ada di Indonesia.

Coba bayangkan apabila kursi-kursi pemerintahan diisi oleh orang yang kerjanya tidak begitu signifikan, namun memperoleh gaji yang di atas rata-rata PDB Indonesia. Bukankah hal tersebut akan lebih merugikan masyarakat Indonesia kedepannya? Komentar di bawah tanggapanmu.

Kekurangan zaman Gus Dur

Kasus Buloggate dan Korupsi

KH. Abdurrahman Wahid diduga telah menerima kas dari badan usaha logistik sebanyak $4 Juta USD, namun kemudian hal ini dibantah karena hanya ancangan oposisi karena tiba-tiba ada di tukang pijitnya. Kemudian, uang itu utuh dikembalikan.

Tekanan oposisi lain, misalnya dia menerima uang dari Sultan Brunei untuk Aceh namun tidak disalurkan. Namun, sampai saat ini belum dapat dibuktikan.

Memperbolehkan Bendera Bintang Kejora

Amien menilai tindakannya konyol karena memperbolehkan berkibarnya bendera bintang kejora yang jadi simbol gerakan OPM (Papua Merdeka), namun hal ini Gus Dur sampaikan untuk meredakan tensi yang ada karena kekacauan yang terjadi di hampir seluruh penjuru Indonesia.

Stellarix
Vi Veri Universum Vivus Vici