Kesurupan

Bagaimana Penjelasan Ilmiah tentang Fenomena Kesurupan ?

Kesurupan sering dikaitkan dengan hal mistis dan supranatural. Masyarakat percaya orang yang mengalami kesurupan itu karena ada “suatu makhluk” yang mengambil alih badan penderita kesurupan.

Tapi, gimana sih penjelasan ilmiah tentang fenomena ini ?
Apakah ada penjelasannya dari segi sains ?
Simak penjelasannya di bawah ini!

1) Dissociative Trance Disorder (DTD)

Bagaimana Penjelasan Ilmiah tentang Fenomena Kesurupan ?

Dissociative Disorder adalah sebuah kelainan mental dimana si penderita lupa dengan identitas dirinya. Si penderita akan bersikap berbeda dari biasanya, semua hal mulai dari sifat, gaya bicara, kebiasaan dan lain-lain akan berbeda 180 derajat. Kelainan mental ini punya 3 kondisi pokok, yaitu :

  • Dissociative Amnesia

Ketika masuk dalam kondisi ini, si penderita akan mengalami lupa ingatan tanpa alasan yang jelas. Bahkan penderita akan lupa dengan identitas diri, keluarga, teman dan semua hal yang berkaitan dengan dirinya.

  • Dissociative identity disorder

Penderita akan merasa ada “sosok lain” di dalam dirinya. Mereka akan merasakan ada “sosok” yang juga bisa mengendalikan tubuhnya sewaktu-waktu.

Gambaran “sosok lain” menurut penderita pasti memiliki nama, riwayat hidup, dan perilaku yang berbeda dari tubuh asli (tubuh penderita)

  • Depersonalization-derealization disorder

Di kondisi ini, penderita akan merasa berada di luar tubuhnya. Penderita bisa melihat tubuhnya sendiri, namun seakan-akan jiwanya keluar dari tubuhnya.

Apa sih penyebab dari Dissociative Disorder ?

Kebanyakan penyebab kelainan mental ini, menurut penelitian adalah masalah psikis seperti trauma, stress, fobia, bahkan hal sepele seperti kelelahan juga menjadi penyebabnya.

Lalu, apa hubungannya antara Dissociative Disorder dengan kesurupan ?

Dissociative Disorder punya kaitan erat dengan kesurupan. Pernah dilakukan sebuah penelitian tentang kejadian kesurupan di Uganda. Para peneliti membandingkan antara anak-anak yang pernah mengalami kejadian traumatis dengan anak yang tidak pernah mengalami kejadian traumatis.


Hasilnya, anak yang pernah mengalami kejadian traumatis lebih sering mengalami kesurupan. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa trauma, seperti kekerasan seksual, dan dipaksa berperang, merupakan kondisi yang bisa menjadi penyebab kesurupan atau melatarbelakanginya.

Selain itu, kesurupan juga dinilai memiliki kaitan erat dengan tekanan psikologis, tingkat keinginan bunuh diri yang lebih tinggi, dan post-traumatic disorder (PTSD).

Bagaimana dengan kesurupan massal?

Kesurupan masal awalnya terjadi karena kesurupan individual. Orang yang melihat si penderita kesurupan akan ikut tersugesti jadinya ikut mengalami kesurupan.

Kesurupan individual, terpicu dan muncul sebagai reaksi atas apa yang sedang dirasakan oleh individu sebelum proses kesurupan itu terjadi.

DTD atau kesurupan bisa terjadi perorangan atau bersama-sama, saling memengaruhi, tidak jarang menimbulkan kepanikan bagi lingkungannya (histeria massa).

Kalau dalam satu kelompok remaja ada seorang yang mengalami kesurupan, yang lain terutama yg punya bakat atau resiko kesurupan, bisa langsung “tertular”. Istilah tertular tidak menyatakan bahwa ada sesuatu yang pindah dari satu org ke yang lainnya, tapi ada orang meniru perilaku orang kesurupan orang lain.

Kecenderungan meniru memang ada pada manusia dan beberapa spesies yang kaya “neuron cermin” di otaknya. Di otak manusia paling berlimpah.

Dalam keadaan saat kesurupan, ada yang masih menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian, dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali. Bervariasi.

Dalam kondisi kesurupan penderita bisa melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tidak ada beban mental, dan tercetus dengan bebas. Setelah fase itu dilewati, biasanya fisik orang yang habis kesurupan merasa lelah tapi mental mereka mendapat kepuasan. Akibat rilis oksitosin.

Selain kepuasan mental karena banjirnya oksitosin dalam sirkuit-sirkuit tertentu di otaknya, pelaku kesurupan mendapat ‘secondary gain’ yaitu diperhatikan orang. Itulah mengapa kesurupan tidak pernah terjadi pada saat orang sedang sendirian di kamar, selalu terjadi di depan orang lain. Mencari perhatian.

Pada dasarnya, kesurupan adalah kondisi psikologis yang merupakan cara mendapatkan keuntungan (gain) untuk lepas dari tekanan mental yang tak disadari.

Meski begitu, penjelasan secara ilmiah ini belum tentu benar. Nalar manusia masih belum dapat menjelaskan kenapa dalam beberapa kasus, orang yang mengalami kesurupan mempunyai semacam kekuatan gaib.

Stay Think!

-Diogenes

Referensi :

https://www.sehatq.com/artikel/penyebab-kesurupan-dilihat-dari-sisi-ilmiah

https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/menjelaskan-kesurupan-secara-ilmiah

https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/apa-itu-dissociative-trance-disorder/

And special thanks to explanation by Amri Mirfaqo in Quora.