Alat Pernapasan Katak

Anatomi katak merupakan ilmu yang mempelajari mengenai sistem tubuh katak, anatomi asalnya dari bahasa yunani “ana” bermakna habis maupun juga keatas dan “tomos” yang bermakna memotong maupun mengiris. Artinya anatomi yakni ilmu yang mempelajari sistem di tubuh(katak) dengan langkah menguraikan tubuh pada katak hingga jadi partikel yang lebih kecil menjadi partikel yang paling kecil. Caranya adalah dengan memotong atau mengiris badan (katak) lalu diangkat, dipelajari, hingga dicek memakai mikroskop.

Pengertian dari Katak

Katak yakni binatang amfibi yang mengkonsumsi serangga yang hidupnya pada air tawar maupun di darat, yang mempunyai kulit yang sangat licin, selain itu tubuhnya warna hijau maupun merah kecokelat-cokelatan, sedangkan kaki belakang agak panjang dari kaki bagian depannya, dan sangat lihai melompat hingga berenang.

Sistem Pencernaan pada Hewan Katak

Sistem pencernaan berawal dari mulut, dari mulut makanan lewat faring, kemudian esophagus memperoleh sekresi alkali mengantarkan makanan masuk ke dalam lambung, pada lambung makanan juga akan dicerna dan diolah menggunakan enzim. Lambung juga memperoleh asam klorida guna mengasamkan makanan lalu makanan masuk pada usus juga akan masuk lewat pyloris. Sementara itu, sari-sari makanan masuk dalam hati yang besar meliputi sejumlah lobus maupun bilus, yang selanjutnya ditampung pada kantung empedu hingga menuju pada rektum dan dibuang lewat kloaka.

Pernapasan Katak

Amfibi merupakan hewan bertulang belakang atau dikenal dengan vertebrata yang bisa hidup pada dua alam, yakni di darat maupun dalam air. Amfibi adalah hewan yang termasuk berdarah dingin, maksudnya mempunyai suhu tubuh yang tidak menentu. Mengikuti bagaimana kondisi lingkungannya. Sejumlah jenis amfibi meliputi bangsa kodok maupun katak, bangsa Caecilia, dan Salamander, 

Katak adalah hewan amfibi yang termasuk tenar di dalam kehidupan sehari-hari. Katak akan menghadapi metamorfosis maupun daur hidupnya. Baik dari telur yang selanjutnya menjadi berudu, yang bisa hidup pada air, lalu tumbuh jadi seekor katak dewasa dan mampu hidup jauh lebih banyak di dunia darat. Pola hidup katak itu menyebabkan sistem pernafasan yang tidak sama ketika menjadi berudu dan sesudah menjadi katak yang  dewasa.

  • Respirasi yang Terdapat pada Hewan

Respirasi maupun pernapasan merupakan sebuah pengolahan pengambilan oksigen (O2) yang diperlukan dalam memecah senyawa-senyawa secara organik hingga menjadi uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan energi. Energi yang diperoleh dari pengolahan respirasi dipakaikan oleh organisme hidup saat menjalani aktivitas dalam hidupnya.

Tahapan respirasi maupun pernafasan bisa pula dimaksudkan secara sederhana untuk proses penangkapan gas oksigen (O2) yang terdapat pada lingkungan hingga terjadinya pelepasan pada karbon dioksida (CO2) beserta uap air (H2O) yang terdapat di dalam tubuh pada makhluk hidup. Proses perubahan pada gas karbon dioksida bersama oksigen itu dilaksanakan secara difusi. Sebab setengah dari proses respirasi memerlukan oksigen untuk oksidatornya sampai dikenal dengan respirasi aerob.

Hewan mempunyai mekanisme pernapasan hingga alat pernafasan yang beragam yang sama dengan struktur pada tubuh maupun juga lingkungan hidup yang ada pada hewan itu sendiri. Alat-alat pernapasan yang terdapat pada hewan itu berfungsi penting untuk pengolahan pemasukan pada oksigen (O2) yang terdapat pada lingkungan luar hingga ke dalam tubuh, maupun juga tahapan dari pembuangan gas karbon dioksida atau yang dikenal dengan CO2­ dari dalam menuju ke luar tubuh. Sedangkan hewan vertebrata mempunyai alat pernapasan yang dikenal dengan paru-paru, insang, kulit, maupun juga alat bantu untuk pernafasan seperti halnya kantung udara atau yang dikenal dengan sakus pneumatikus yang ada pada golongan Aves.

Katak ini juga termasuk sangat enteng dijumpai di Indonesia. Hal itu karena katak adalah hewan yang mampu hidup pada tempat yang mempunyai suhu panas maupun kelembaban yang lumayan tinggi. Selain itu juga, katak tentunya juga mempunyai tubuh yang termasuk relatif kecil bila sandingkan dengan kodok. Sebab, kulit yang terasa  licin maupun warna yang berbagai macam ragam merujuk dengan jenisnya. Terdapat katak yang mempunyai warna seperti merah, hijau, cokelat, dan kuning. Katak juga biasanya dapat ditemui pada area  hutan, persawahan, dan rawa.

Memang kebanyakan dari katak ini mempunyai ukuran yang termasuk kecil, panjangnya dapat sangat kurang dari satu inci atau seukuran dengan 2,5. Sedangkan katak terbesar mempunyai panjang yakni sekitar satu kaki atau setara dengan 30 cm. Sebab, mayoritas katak berwarna coklat, hijau, abu-abu maupun juga kuning, ada sejumlah katak yang memiliki warna yang cerah. Katak akan mencari mangsanya dengan jalan menjentikkan lidahnya hingga keluar yang berbentuk panjang maupun lengket. mayuri juga memakan serangga hingga hewan cacing, ada sejumlah dari mereka juga mengkonsumsi katak yang lainnya, maupun juga  tikus hingga reptil.

Perkembangan katak menjadikan sistem pernafasan yang dilaksanakan jadi tidak sama ketika masih berudu dan sesudah menjadi katak yang dewasa.

  • Berudu

Berudu hidup secara keseluruhan di dalam air sampai bernafas memakai insang. Sedangkan dj tahap awal, berudu juga bernafas memakai insang luar, yang meliputi tiga pasang insang yang berada di bagian belakang kepala pada berudu. Insang yang terluar juga terbentuk dari lembaran-lembaran kulit yang ada di luar dan ada kapiler-kapiler berupa darah. Tahapan dari pernafasan berudu memakai insang bagian luar dilaksanakan dengan langkah menggetarkan insang-insang itu, dengan hal itu akan senantiasa terjadi perubahan pada air, Sehingga oksigen-oksigen bercampur di dalam air bisa berdifusi  pada pembuluh-pembuluh kapiler yang terdapat pada darah.

Alat pernafasan berupa berudu akan berganti sesudah 9 sampai 12 hari. Insang luar akan berubah yang nantinya berfungsi dan sistematikanya juga sama dengan insang bagian luar.

Berudu yang sudah menjalani proses metamorfosis secara sempurna sudah tiga bulan akan berubah jadi katak dewasa. Katak mempunyai alat pernafasan yang tidak sama dengan berudu. Pada katak menggunakan oksigen yang mampu berdifusi pada rongga mulut lewat selaput rongga mulut. Sedangkan Selaput rongga pada mulut bisa berguna untuk alat pernafasan sebab tipis hingga ada pembuluh-pembuluh kapiler yang berada pada rongga bagian mulut. 

Ketika terjadi gerakan yang ada pada rongga mulut hingga faring atau komponen yang terdapat antara akhir di bagian lubang hidung sampai pada daerah pangkal tenggorokan. Tentunya lubang hidung akan bisa terbuka maupun juga glotis atau juga pangkal tenggorokan akan tertutup, maka udara akan menempati rongga mulut hingga berdifusi untuk masuk lewat selaput rongga mulut yang termasuk tipis.

Pernafasan yang memakai kulit dijalankan secara difusi. Hal tersebut karena kulit pada katak termasuk tipis, sering mengalami lembab hingga banyak terdapat zat pembuluh kapiler pada darah. Pernafasan memakai kulit yang berlangsung efektif. Hal itu baik pada daratan hingga saat terjadi dalam air.

Oksigen yang mengalir lewat kulit akan dibawa lewat pembuluh vena yang terdapat pada kulit paru-paru atau dikenal dengan vena pulmo kutanea hingga sampai ke jantung guna diedarkan pada seluruh tubuh. Kebalikannya pula karbon dioksida atau (CO2) yang terdapat pada jaringan akan diangkut ke jantung, mulai dari jantung yang akan dipompa lewat kulit hingga paru-paru lewat arteri pada kulit paru-paru atau dikenal juga dengan arteri pulmo kutanea), maka dari itu pertukaran oksigen atau (O2) hingga pada karbon dioksida terdapat pada kulit.

Katak akan bernafas memakai paru-paru, meskipun paru-paru pada katak tidak sebaik pada hewan mamalia. Sedangkan di dinding paru-paru diliputi oleh kapiler darah maupun juga lipatan. Penyebab lipatan-lipatan itu permukaan paru-paru jadi agak lebih luas, hal tersebut akan mengutamakan pengikatan oksigen yang dijalankan pada pembuluh darah yang cenderung banyak pada permukaan dinding di paru-paru.

Paru-paru maupun rongga mulut yang terdapat pada katak dikoneksikan pula oleh bronkus yang termasuk pendek. Tahapan pernapasan pada katak diselimuti inspirasi maupun juga ekspirasi yang terus bekerja ketika mulut sedang pada keadaan tertutup.

Katak tak mempunyai tulang rusuk maupun juga diafragma maka mekanisme pernapasan yang terdapat pada katak berhasil karena terdapat kontraksi maupun juga relaksasi yabg terdapat dari otot-otot pernafasan yakni otot rahang yang berada pada bawah (submandibularis), geniohyoideus, sternohyoideus, dan otot perut. Sistem inspirasi maupun ekspirasi yang ada di sistem pernapasan  pada katak bisa  diketahui sebagai berikut:

  • Fase Inspirasi

Fase inspirasi berawal dengan tertutupnya mulut maupun juga tekak. Otot sternohioideus akan mengalami kontraksi karena rongga mulut yang jadi membesar, penyebabnya oksigen (O2) bisa mengalir lewat koane (lubang yang terdapat pada rongga hidung bagian belakang). Sesudah koane tertutup, maka otot submandibularis maupun juga otot geniohioideus mengalami kontraksi maka rongga mulut akan mengecil. Sementara mengecilnya rongga mulut akan mendukung oksigen masuk di dalam paru-paru lewat celah-celah. Pada paru-paru mengalami pertukaran gas, oksigen akan dibawa oleh darah yang terdapat di kapiler pada dinding paru-paru maupun juga kebalikan dari karbon dioksida akan  dilepaskan pas lingkungan.

  • Fase Ekspirasi

Sistem ekspirasi timbul setelah terdapatnya pertukaran gas yang ada di paru-paru, sementara otot perut maupun sternohioideus berkontraksi, sedangkan otot rahang bawah akan berelaksasi. Hal tersebut menjadikan paru-paru akan terus mengecil maka udara mengalami tekanan keluar hingga masuk di dalam rongga pada mulut. Berikutnya koane akan membuka sementara celah tekak akan mengalami penutupan, maka akan terjadi kontraksi pada otot rahang bagian bawah yang lanjutkan oleh kontraksi pada otot geniohioideus. Hasilnya rongga mulut akan mengecil hingga udara yang termasuk kaya akan karbon dioksida (CO2) mendukung pembangunan melalui koane.

Sistem Reproduksi

Sistem berupa genitalis masculinus yang berbentuk sepasang testis oval yang memiliki warna keputih–putihan, berada di samping anterior pada ren; dililit oleh alat dari penggantungnya yang dikenal dengan mesorchium yang terjadi pula lipatan peritoneum. Pada sebelah cranial testis menempel corpus adiposum yang merupakan sebuah zat lemak memiliki warna kekuning–kuningan, sementara itu di samping median dataran testis ada saluran–saluran yang halus dan dikenal dengan vasa efferentia kemudian bermuara di saluran kencing, lalu menuju kloaka.

Sistem pada genitalis feminus yang meliputi atas sepasang dari ovarium diletakkan dengan komponen dorsal coelom dari alat berupa penggantung yang dikenal dengan mesovarium yang hasilnya dari lipatan berupa peritoneum. Sedangkan hewan yang sudah dewasa sering ada ova yang memiliki warna hitam maupun juga putih berupa bintik–bintik. Lalu ovarium juga memiliki corpus adiposum berwarna agak kekuning–kuningan. Ova yang sudah masak akan menembus dinding pada ovarium bila masuk pada oviduk, berikutnya ovum mengarah pada kloaka pada sebuah papillae.

Mekanisme Sirkulasi pada Hewan Katak

Mekanisme sirkulasi kata meliputi atas aorta kiri, lalu di bagian serambi pada kiri mengarah ke pembuluh nadi dan selanjutnya mengarah pada bilik  hingga kembali lagi di serambi bagian kanan berikutny akan mengarah ke aorta kanan. Secara umumnya masih perikiraan bahwa valvula spiralis maupun juga truncus arteriousus akan memasukkan darah bersama darah yang sudah beroksigen (berad di sebelah kanan) menuju arcus pulmocunatneus hingga darah yang sudah beroksigen (berada di sebelah kiri) akan masuk pada arcus sistimaticus maupun juga arteri coratis 

Langkah Daur Hidup pada Hewan Katak

Langkah pada proses daur hidup hewan katak yakni sebagai berikut:

Telur

Pada katak memperoleh banyak telur. Akan tetapi, tidak seluruh telur bisa untuk menetas, hal tersebut dikarenakan faktor internal maupun juga  faktor eksternal.

  • Faktor internal ini diliputi oleh gen dari sang induk, sehingga apabila gen yang ada pada sang induk termasuk baik oastinya telur akan bagus kemudian tak akan mudah rusak. Selain itu, tekstur pada telur katak berbentuk bulatan yang terasa kenyal hingga mudah rusak maupun di dalamnya diliputi dengan adanya kuning telur untuk sumber makanan telur yang terdapat pada katak satu-satunya.
  • Faktor eksternal juga dipengaruhi dari para predator pemangsa pada telur katak, kemudian arus air hingga ulah manusia. Pada katak yang hidup di pohon, maka telurnya mempunyai cangkang busa yang dapat pula melindungi telur agar terhindar pada suhu panas maupun pada katak yang ada di hutan telur disimpan pada bagian punggung jantan guna menjaga dari bahaya. Telur katak tersebut menetas hingga jadi larva sesudah 21 hari.

Kecebong

Sesudah telur pada katak menetas hingga berubah jadi larva dan dikenal dengan nama kecebong maupun juga berudu, saat belum berusia 7 sampai 10 hari para kecebong mengharapkan sisa kuning telur untuk asupan makanan mereka.

Begitu telah mencapai 7 hingga 10 hari kecebong telah mempunyai organ tubuh yang termasuk sempurna hingga mulai berenang untuk menemukan makanannya sendiri yaitu berbentuk alga air hingga bernafas dengan memakai insang hingga di minggu keempat, sesudah itu insang kecebong jadi tertutup pada kulit maupun masuk pada tubuh. Tentunya secara lambat laun para kecebong akan berganti jadi katak hingga bernafas dengan memakai paru-paru, kemudian mulai berupa gigi yang lumayan tipis.

Hingga pada minggu yang ke 6 kecebong telah mulai berganti katak, sebab mulai berupa empat kaki, yaitu dua kaki yang berada di depan maupun dua kaki di belakang dengan mempunyai ukuran lebih panjang. Pada fase tersebut katak mengkonsumsi makanan yang berbentuk serangga yang telah mati dan juga berupa tumbuhan yang masuk di air. Sampai minggu ke 9 kecebong telah berganti wujud jadi katak yang muda, cuma saja dengan ekor yang termasuk panjang.

Pada katak yang muda atau berudu memakai insang dalam mengambil O2 yang tercampur dalam air, sesudah berumur sekitar 12 hari, insang yang di luar akan berubah dengan insang bagian dalam. Begitu pula sudah dewasa katak akan bernapas dengan memakai paru-paru, selaput rongga pada mulut, dan kulit.

Katak Muda

Sesudah minggu ke 12 katak muda tetap mempunyai ekor namun sangat pendek, di fase tersebut katak muda sudah meninggalkan perairan hingga naik ke daratan. Pergantian tidak cuma terjadi pada luar tubuh, namun juga dalam tubuh. Insang yang dipakai dalam bernafas hilang dan diubah dengan paru-paru. Sedangkan paru-paru ini dipakai bernafas pada katak muda hingga pada katak dewasa, kemudian katak dewasa berganti selera makannya jadi pemakan serangga hidup (karnivora).

Katak Dewasa

Sesudah  minggu ke 12 sampai minggu ke 16 katak muda sudah sempurna akan kehilangan ekornya, hingga berganti jadi katak dewasa. Sementara itu, katak dewasa telah mulai aktif pada daratan dan berusaha mencari makanan pada daratan untuk predator para serangga-serangga yang termasuk kecil, guna memakan mangsanya dengan memakai lidahnya yang bisa memanjang. Katak dewasa akan balik ke perairan ketika masa perkawinan dan menyimpan telur-telurnya.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian, Fase, Tahap Alat Pernapasan Katak, dan Berudu. Semoga  ulasan tersebut bisa menambah pengetahuan anda semua.