Rangkuman Materi IPS Lengkap Kelas 8 SMP/MTS

Rangkuman materi IPS untuk kelas 8 SMP MTS sangatlah penting. Apalagi hal itu berkaitan dengan interaksi keruangan serta kehidupan di negara-negara ASEAN untuk mengetahui bagaimana kehidupan di dalamnya. Baik itu ruang lingkup dari kependudukan pemerintahan maupun apa saja hal-hal yang menarik pada negara-negara tersebut. Begitu pula dengan interaksi yang terjadi di antara negara-negara yang telah disebutkan.

Materi IPS untuk kelas 8 ini memang lebih mengacu pada interaksi sosial dan juga kehidupan. Sehingga hal itu perlu dipahami dengan secara lebih komprehensif. Untuk itu membutuhkan rangkuman materi yang sangat lengkap karena pemahamannya tidak hanya sebatas hal-hal yang sudah dipahami pada umumnya, tetapi juga meliputi hal-hal yang mendasar. Baik itu dari segi mobilitas atau pun juga pluralitas dari masyarakat dalam beragama.

Ilmu pengetahuan sosial memang mencakup tentang bagaimana etika dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Begitu pula dengan perdagangan internasional maupun antar pulau dan daerah. Hal itu telah dipelajari di materi pembahasan IPS kelas 8 MTS SMP.

Pembelajaran tentang materi IPS ini tentu saja untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. Apalagi mempelajari tentang bagaimana penjajahan pada zaman dulu. Kemudian bisa mempengaruhi banyak hal maupun segala sektor yang ada di Indonesia dan dampaknya terjadi sampai saat ini. Maka dari itu pembelajaran ini juga memang mengkhususkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat kebangsaan untuk setiap orang yang memahami setiap materi yang telah diberikan.

RajaBackLink.com

Aspek yang dipahami pada saat mendapatkan rangkuman materi IPS ini memang tidak hanya sekali melainkan dapat secara berkelanjutan dalam menelaahnya. Sehingga bisa mengerjakan berbagai macam soal yang telah diberikan pada saat ulangan maupun ujian. Akan tetapi, lebih dari itu seperti halnya pembelajaran tentang moral etika dan juga bagaimana sejarah bisa mempengaruhi suatu bangsa.

Bab 1: Interaksi Keruangan Dalam Kehidupan Di Negara-Negara ASEAN

A. Mengenal Negara-Negara ASEAN

ASEAN (Association of South East Asian Nations) merupakan organisasi yangberanggotakan negara-negara di Asia Tenggara.ASEAN berdiri pada 8 Agustus 1967di Bangkok, Thailand. ASEAN diprakarsai lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia,Filipina, Singapura, dan Thailand. Saat ini, ASEAN beranggotakan 10 negara, yaituIndonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam,Laos, Myanmar, dan Kamboja. Berikut profil Negara-negara ASEAN:

1. Indonesia

  • Nama resmi : Indonesia
  • Ibu kota : Jakarta
  • Pemerintahan : Republik
  • Kepala Negara : Presiden
  • Kepala pemerintahan : Presiden
  • Bahasa utama : Bahasa Indonesia
  • Agama utama : Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, dan Konghuchu
  • Suku bangsa : Dari hasil sensus 2010, jumlah suku bangsa ± 1.128.
  • Penduduk : 255,7 juta jiwa tahun 2015
  • Mata uang : Rupiah
  • Hari Kemerdekaan : 17 Agustus 1945
  • Lagu Kebangsaan : Indonesia Raya

2. Brunei Darussalam

  • Nama resmi : Negara Brunei Darussalam
  • Ibu kota : Bandar Seri Begawan
  • Pemerintahan : Kesultanan
  • Kepala Negara : Sultan
  • Bahasa utama : Melayu (resmi), Inggris, Tiongkok
  • Agama utama : Islam (resmi), Buddha, Kristen
  • Rakyat : Bangsa Melayu
  • Penduduk, th. 2015 : 0,4 juta jiwa
  • Mata uang : Dollar Brunei
  • Lagu kebangsaan : Allah Peliharakan Sultan
  • Hari kemerdekaan : 1 Januari 1984

3. Filipina

  • Nama resmi : Republik Filipina (Republica de Filipinas)
  • Ibu kota : Manila
  • Pemerintahan : Republik
  • Badan Legislatif : Dewan Nasional
  • Penduduk, th. 2015 : 103 juta jiwa
  • Bahasa : Filipino atau tagalog (resmi), Inggris (resmi), Cebuano,Ilocano, dialek lokal.
  • Agama : Katolik Roma, Protestan, Islam, Buddha.
  • Satuan Mata Uang : Peso
  • Lagu kebangsaan : Lupang Hinirang.
  • Hari kemerdekaan : 12 Juni 1988, The American Friendship Day: 4 Juli 1948

4. Kamboja

  • Nama resmi : Republik Rakyat Kampuchea
  • Ibu kota : Phnom Penh
  • Pemerintahan : Republik Komunis
  • Kepala negara : Presiden (Dewan Negara)
  • Kepala pemerintahan : Ketua Dewan Menteri (Perdana menteri)
  • Badan legislatif : Majelis Nasional
  • Penduduk, th. 2015 : 15,4 juta jiwa
  • Bahasa : Khmer (resmi), Perancis
  • Agama : Buddha Theravada
  • Rakyat : Bangsa Kampuchea atau Kamboja
  • Mata uang : Rie

5. Laos

  • Nama resmi : Republik Demokratik Rakyat Laos
  • Ibu kota : Vientiane
  • Pemerintahan : Republik Komunis
  • Kepala Negara : Presiden
  • Kepala pemerintahan : Perdana Menteri
  • Badan legislatif : Dewan Nasional
  • Bahasa utama : Lao (resmi), Perancis, Inggris
  • Agama utama : Buddha, animisme
  • Rakyat : Orang Lao atau Bangsa Lao
  • Penduduk, th. 2015 : 6,9 juta jiwa
  • Mata uang : Kip
  • Hari kemerdekaan : 2 Desember 1975
  • Lagu kebangsaan : Pheng Kat Lao (lagu nasional Lao)

6. Malaysia

  • Ibu kota : Kuala Lumpur
  • Bahasa : Melayu (resmi), Cina, Tamil, Inggris
  • Agama : Islam (resmi), Kong Hu Cu, Tao, Buddha, Hindu, Kristen
  • Pemerintahan: Monarki Konstitusional
  • Kepala negara:Yang Dipertuan Agong Sultan Abdul Halim Muadzam Shah
  • Kepala pemerintahan : Perdana Menteri, Najib Tun Razak
  • Penduduk, th. 2015: 30,8 juta jiwa
  • Satuan mata uang: Ringgit atau Dollar Malaysia (MS)
  • Lagu kebangsaan : Negaraku
  • Hari kemerdekaan: 31 Agustus 1957

7. Myanmar

  • Nama resmi : Republik Sosialis Uni Myanmar
  • Ibu kota : Yangon (dulu Rangon)
  • Pemerintahan : Republik
  • Kepala negara : Presiden
  • Kepala pemerintahan : Perdana Menteri
  • Badan legislatif : Dewan rakyat
  • Bahasa : Myanmar (resmi), Inggris, dialek lokal
  • Hari kemerdekaan : 4 Januari
  • Agama : Buddha, Islam, Hindu, Kristen dan kepercayaan animisme
  • Penduduk, th. 2015 : 52,1 juta jiwa
  • Lagu kebangsaan : Kaba Makye (Tanah Negaraku yang Bebas)
  • Jumlah penduduk : ± 55 juta jiwa (2014)
  • Mata uang : Kyat

8. Singapura

  • Republik Singapura
  • Ibu kota : Singapura
  • Penduduk, th. 2015 : 5,5 juta jiwa
  • Bahasa : Melayu (resmi), Cina (resmi), Tamil (resmi), Inggris(resmi)
  • Agama : Buddha, Tao, Konghucu, Hindu, Islam, Kristen
  • Pemerintahan : Republik
  • Kepala negara : Presiden, sekarang Tony Tan Keng Yam
  • Kepala pemerintahan : Perdana Menteri, sekarang Lee Hsien Loong
  • Satuan Mata Uang : Dolar Singapura (S $)
  • Lagu kebangsaan : Majulah Singapura
  • Hari kemerdekaan : 9 Agustus 1965

9. Thailand

  • Nama resmi : Muang Thai atau Prathet Thai/Kerajaan
  • Ibu kota : Bangkok
  • Penduduk, th. 2015 : 65,1 juta jiwa
  • Bahasa : Thai (resmi), Inggris, Cina, Melayu, bahasa-bahasa suku
  • Agama : Buddha (resmi), Islam, Kristen, animisme
  • Pemerintahan : Kerajaan Konstitusional
  • Kepala negara : Raja Bhumibool Adulyadej
  • Kepala pemerintahan : Perdana Menteri, saat ini Prayuth Chan-ocha
  • Satuan Mata Uang : Bath Thailand
  • Lagu kebangsaan : Pleng Chard Thai

10. Vietnam

  • Nama resmi : Cong Hoa Xa Hol Chu Viet Nam (Republik SosialisVietnam)
  • Ibu kota : Hanoi
  • Pemerintahan : Republik Komunis
  • Kepala Negara : Ketua Dewan Negara
  • Kepala pemerintahan : Perdana Menteri
  • Bahasa utama : Vietnam (resmi), selain itu digunakan bahasa Prancis, Cina,Inggris, Khmer
  • Agama utama : Buddha (Buddha), Kong Hu Chu, Kristen dan Islam
  • Rakyat : Disebut bangsa Vietnam
  • Penduduk, th. 2015 : 91,7 juta jiwa
  • Mata uang : Dong.
  • Hari kemerdekaan : 2 Juli 1976
  • Lagu Kebangsaan : Tien Quan Ca

B. Interaksi Antar Negara-Negara ASEAN

1. Pengertian, Faktor Pendorong, dan Penghambat Kerja Sama

a. Faktor Pendorong

  • Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam
  • Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografi)

b. Faktor Penghambat

  • Perbedaan Ideologi
  • Konflik dan peperangan
  • Kebijakan protektif
  • Perbedaan kepentingan tiap-tiap Negara

2. Bentuk-Bentuk Kerja Sama

  • Bidang Sosial dan Budaya
  • Bidang Politik dan Keamanan
  • Bidang Pendidikan

Bab 2 Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Kehidupan Sosial dan Kebangsaan

A. Mobilitas Sosial

1. Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

2. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Berdasarkan bentuknya, mobilitas sosial dibedakan atas mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal.

Mobilitas Vertikal

Mobilitas sosial vertikal adalahperpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).

Mobilitas Horizontal

Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Pada mobilitas horizontal, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.

3. Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial

Terdapat beragam faktor yang mendorong dan terjadinya mobilitas sosial, yaitu:

  • Faktor Struktular
  • Faktor Individu
  • Faktor Sosial
  • Faktor Ekonomi
  • Faktor Politik
  • Kemudahan dalam Akses Pendidikan
  • Terdapat beragam faktor yang menghambat terjadinya mobilitas sosial, yaitu:
  • Kemiskinan
  • Diskriminasi

4. Saluran-saluran Mobilitas Sosial

Berikut ini merupakan contoh saluran-saluran mobilitas sosial:

  • Pendidikan
  • Organisasi Politik
  • Organisasi Ekonomi
  • Organisasi Profesi

5. Dampak Mobilitas Sosial

Berikut ini dampak positif dari mobilitas sosial:

  • Mendorong Seseorang untuk Lebih Maju
  • Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial
  • Meningkatkan Integrasi Sosial

Berikut ini dampak negatif dari mobilitas sosial:

  • Terjadinya Konflk
  • Gangguan Psikologis

B. Pluralitas Masyarakat Indonesia

Pluralitas masyarakat Indonesia memiliki arti keberagaman masyarakat Indonesia.

1. Perbedaan Agama

  • Agama Islam
  • Agama Kristen Protestan
  • Agama Kristen Katolik
  • Agama Hindu
  • Agama Buddha
  • Agama Konghucu

2. Perbedaan Budaya

  • Gagasan (Wujud Ideal)
  • Aktivitas (Tindakan)
  • Artefak (Karya)

3. Perbedaan Suku Bangsa

Bangsa Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Beberapa diantaranya: Sunda, Jawa, Betawi, Bugis, Dayak, dll

4. Perbedaan Pekerjaan

Pekerjaan yang dilakoni masyarakat pun berbeda-beda. Diantaranya ada yang menjadi guru, nelayan, karyawan, koruptor, dll

5. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya

  • Sebagai Daya Tarik Bangsa Asing
  • Mengembangkan Kebudayaan Nasional
  • Tertanamnya Sikap Toleransi
  • Saling Melengkapi Hasil Budaya
  • Mendorong Inovasi Kebudayaan

C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial

1. Konflik Dalam Kehidupan Sosial

a. Pengertian Konflik

Konflik merupakan proses sosial yang bersifat antagonistik dan terkadang tidak bisa diserasikan karena dua belah pihak yang berkonflik memiliki tujuan, sikap, dan struktur nilai yang berbeda, yang tercermin dalam berbagai bentuk perilaku perlawanan, baik yang halus, terkontrol, tersembunyi, tidak langsung, terkamuflse maupun yang terbuka dalam bentuk tindakan kekerasan.

b. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial

  • Perbedaan individu
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan
  • Perbedaan kepentingan
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat

c. Akibat-akibat Konflik Sosial

  • Meningkatnya solidaritas sesama anggota kelompok
  • Retaknya hubungan antarindividu atau kelompok
  • Terjadinya perubahan kepribadian para individu
  • Rusaknya harta benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia
  • Terjadinya akomodasi, dominasi, bahkan penaklukan salah satu pihakyang terlibat dalam pertikaian.

d. Cara Menangani Konflik

  • Menghindar
  • Memaksakan Kehendak
  • Menyesuaikan Kepada Keinginan Orang Lain
  • Tawar Menawar
  • Kolaborasi

2. Integrasi Sosial

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan lain sebagainya.

a. Syarat Terbentuknya Integrasi Sosial

  • Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhanmereka.
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenainilai dan norma.
  • Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten

b. Faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi:

  • Homogenitas kelompok
  • Besar kecilnya kelompok
  • Mobilitas geografi
  • Efektifias komunikasi

c. Bentuk-bentuk integrasi sosial:

  • Integrasi Normatif
  • Integrasi Fungsional
  • Integrasi Koersif

d. Proses Integrasi

  • Akulturasi
  • Asimilasi

e. Faktor-faktor pendorong integrasi sosial:

  • Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan yang berbeda.
  • Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
  • Adanya sikap positif terhadap kebudayaan lain.
  • Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
  • Adanya kesamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
  • Adanya perkawinan campur (amalgamasi).
  • Adanya musuh bersama dari luar.

Bab 3: Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Ekonomi, Sosial, Budaya di Indonesia dan ASEAN

A. Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang serta Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian 

1. Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan,Penawaran, dan Teknologi

Faktor ruang akan menentukan tindakanseseorang sebagai konsumen. Masyarakat kota memiliki perilaku konsumsi yangberbeda jika dibandingkan dengan masyarakat desa, pegunungan ataupun masyarakatpesisir pantai.Begitupun sebaliknya.

2. Pengertian Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi adalah orang/lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi.Ada 4 (empat) pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga keluarga/konsumen,rumah tangga perusahaan/produsen, rumah tangga pemerintah, dan rumah tangga luar negeri.

3. Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian

a. Peran Rumah Tangga Keluarga/Rumah Tangga Konsumen (RTK)

  • Pemakai (konsumen) barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhikebutuhan hidup sehari-hari.
  • Pemasok faktor produksi kepada rumah tangga perusahaan untuk melakukanproses produksi.

b. Peran Rumah Tangga Perusahaan/Rumah Tangga Produsen (RTP)

  • Memproduksi barang/jasa.
  • Sebagai penggunafaktor produksi.

c. Peran Rumah Tangga Pemerintah

  • Pengatur atau Regulator dalam Perekonomian
  • Konsumen
  • Produsen

d. Peran Rumah Tangga Luar Negeri

  • Ekspor dan Impor

B. Perdagangan Antardaerah atau Antarpulau danPerdagangan Internasional

1. Perdagangan dan Perdagangan Antardaerah/Antarpulau

a. Pengertian Perdagangan dan Perdagangan Antarpulau

Perdagangan atau perniagaan merupakan kegiatan tukar menukar barang ataujasa berdasarkan kesepakatan bersama tanpa ada unsur pemaksaan. 

Perdagangan antardaerah atau antarpulau merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk/lembaga suatu daerah atau pulau dengan penduduk/lembaga suatu daerah atau pulaulain dalam satu batas wilayah negara atas dasar kesepakatan bersama.

b. Tujuan Perdagangan Antarpulau

  • Memperoleh Keuntungan
  • Memperluas Jangkauan Pasar

c. Faktor Pendorong dan Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

*Faktor Pendorong Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

  • Perbedaan Faktor Produksi yang Dimiliki
  • Perbedaan Tingkat Harga Antar Daerah

*Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

  • Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi consume
  • Meningkatkan produktivitas
  • Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat

2. Perdagangan Antarnegara

a. Pengertian dan ruang Lingkup Perdagangan Antarnegara/Internasional

  • Perpindahan barang dan jasa dari suatu negara ke negara yang lain.
  • Perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri ke dalam negeri.
  • Perpindahan tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain.
  • Perpindahan teknologi dengan mendirikan pabrik-pabrik di negara lain.
  • Penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar.

b. Aktivitas Perdagangan Antarnegara

  • Ekspor
  • Impor

c. Kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor

  • Memberi Kemudahan Kepada Produsen Barang Ekspor
  • Menjaga Kestabilan Nilai Tukar Rupiah
  • Membuat Perjanjian Dagang Internasional
  • Meningkatkan Promosi

d. Faktor pendorong ekspor

  • Keadaan Pasar Luar Negeri
  • Keuletan Eksportir untuk Menangkap Peluang Pasar
  • Kondisi Sosial, Ekonomi, Politik Suatu Negara

e. Manfaat Perdagangan Antarnegara

  • Memperoleh Keuntungan
  • Memperoleh Barang yang Tidak Dapat Diproduksi di dalam Negeri
  • Menjalin Persahabatan Antarnegara
  • Transfer Teknologi Modern

f. Faktor-Faktor yang Mendorong Perdagangan Antarnegara

  • Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
  • Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
  • Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologidalam mengolah sumber daya ekonomi.
  • Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjualproduk tersebut.

g. Perbedaan Perdagangan Antarpulau dengan Perdagangan Antarnegara

  • Peluang Perdagangan yang Lebih Luas
  • Adanya Kedaulatan Bangsa
  • Penggunaan Kurs Tukar

C. Penguatan Ekonomi Maritim dan Agrikulturdi Indonesia

1. Penguatan Ekonomi Maritim

Upaya peningkatan ekonomi maritim meliputi potensi maritim Indonesia, hambatan pembangunan ekonomi maritim, dan upaya pengembangan ekonomi maritim Indonesia.

a. Potensi Ekonomi Maritim Indonesia

Ekonomi maritim (maritime economy) merupakan kegiatan ekonomi yangmencakup transportasi laut, industri galangan kapal dan perawatannya, pembangunandan pengoperasian pelabuhan beserta industri dan jasa terkait.75% wilayah Indonesia merupakan lautan, sehingga potenisnya amatlah besar.

b. Kondisi Ekonomi Maritim di Indonesia dan Negara-Negara ASEAN

Secara umum kondisi ekonomi maritim di Indonesia masih sangat jauh dari kata ideal hampir di semua lini. Baik di sector pelayaran, perikanan, dan pariwisata bahari

c. Strategi dan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Maritim di Indonesia

Kebangkitan ekonomi kelautan Indonesia dapat berhasil dengan perubahan paradigma pembangunan nasional, dari pembangunan berbasis daratan (land-based development)menjadi pembangunan berbasis kelautan (ocean-based development). Hal ini akanmemacu berbagai produk kebijakan publik, infrastruktur, dan sumber daya finansialyang terintegrasi menunjang pembangunan kelautan.

2. Penguatan Agrikultur di Indonesia

Agrikultur merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, sumber energi, atau untuk mengelola lingkungan hidupnya.

a. Potensi Agrikultur di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yangbanyak untuk produk pertanian.

b. Peran Agrikultur di Indonesia

Pertanian atau agrikultur merupakan sektor primer dalam perekonomianIndonesia. Selain itu, agrikultur juga berperan sebagai penghasil devisanegara melalui ekspor.

c. Hambatan Pengembangan Agrikultur di Indonesia

  • Modal terbatas
  • Penggunaan teknologi masih sederhana
  • Sangat dipengaruhi musim
  • Kurangnya penyediaan benih yang bermutu bagi petani.

3. Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia

  • Ekofarming
  • Distribusi Pupuk Secara Merata
  • Perbaikan Irigasi

D. Pendistribusian Kembali (Redistribusi)Pendapatan Nasional

1. Pengertian Redistribusi Pendapatan

Redistribusi (pendistribusian kembali) pendapatan adalah pendistribusian kembalipendapatan masyarakat kelompok kaya kepada masyarakat kelompok miskin baikberasal dari pajak ataupun pungutan-pungutan lain.

2. Program Redistribusi untuk Pemerataan Distribusi Pendapatandi Indonesia

  • Program Pemberian Jaminan Akses Kebutuhan Dasar bagi RakyatBawah
  • Program Kredit Lunak dan Penjaminan Kredit Berbasis Komunitas
  • Pengembangan Usaha atau Industri Kecil
  • Pemerintah Bekerja Sama dengan Swasta Lokal dan Asing untukMenjalankan Program Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Pemerintah Konsisten dalam Mewujudkan Kebijakan Penegakan Hukum dan Keadilan Ekonomi

3. Beberapa Alternatif Praktik Redistribusi Pendapatandi Indonesia

  • Subsidi
  • Pengenaan Pajak

Bab 4: Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan

A. Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia

1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat

  • Ada beberapa faktor yang menyebabakan datangnya Bangsa Barat ke Indonesia.
  • Daya Tarik Indonesia bagi Bangsa-Bangsa Barat
  • Motivasi 3G (Gold, Gospel, dan Glory)
  • Revolusi Industri

2. Kedatangan Bangsa-bangsa Barat ke Indonesia

a. Kedatangan Bangsa Portugis di Maluku

b. Ekspedisi Bangsa Inggris

c. Kedatangan Bangsa Belanda di Jayakarta (Jakarta)

B. Kondisi Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan

1. Pengaruh Monopoli dalam Perdagangan

a. Rakyat merasa kecewa terhadap barat

b. Rakyat dirugikan akibat sistem monopoli

2. Pengaruh Kebijakan Kerja Paksa

  • Rakyat terpaksa bekerja tanpa upah yang sepadan
  • Banyak rakyat yang akhirnya tewas karena sistem ini

3. Pengaruh Sistem Sewa Tanah

  • Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut.
  • Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah.
  • Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai.
  • Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.

4. Pengaruh Sistem Tanam Paksa

  • Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan.
  • Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai.
  • Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.

5. Perlawanan terhadap Kolonialisme dan Imperialisme

a. Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang

  • Sultan Baabullah Mengusir Portugis
  • Perlawanan Aceh
  • Ketangguhan “Ayam Jantan dari Timur”
  • Serangan Mataram terhadap VOC

b. Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda

  • Perang Saparua di Ambon
  • Perang Paderi di Sumatra Bara
  • Perang Diponegoro
  • Perang Aceh
  • Perlawanan Sisingamangaraja, Sumatra Utara
  • Perang Banjar
  • Perang Jagaraga di Bali

C. Tumbuh dan Berkembangnya SemangatKebangsaan

1. Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia

Ada beberapa faktor munculnya nasionalisme, antara lain

  • Perluasan Pendidikan
  • Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah
  • Rasa Senasib Sepenanggungan
  • Perkembangan Organisasi Etnis, Kedaerahan, dan Keagamaan
  • Berkembangnya Berbagai Paham Baru
  • Berbagai Peristiwa dan Pengaruh dari Luar Negeri:
  • Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905
  • Berkembangnya nasionalisme di berbagai Negara

2. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

  • Budi Utomo
  • Sarekat Islam
  • Indische Partij
  • Perhimpunan Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia

3. Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang

  • Memanfaatkan Organisasi Bentukan Jepang
  • Gerakan Bawah Tanah
  • Perlawanan Bersenjata

4. Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan

a. Perubahan pada Masa Kolonial Barat

  • Perluasan Penggunaan Lahan
  • Persebaran Penduduk dan Urbanisasi
  • Pengenalan Tanaman Baru
  • Penemuan Tambang-Tambang
  • Transportasi dan Komunikasi
  • Perkembangan Kegiatan Ekonomi
  • Mengenal Uang
  • Perubahan dalam Pendidikan
  • Perubahan dalam Aspek Politik
  • Perubahan dalam Aspek Budaya

b. Masyarakat pada Masa Penjajahan Jepang

  • Perubahan dalam Aspek Geografi
  • Perubahan dalam Aspek Ekonomi
  • Perubahan dalam Aspek Pendidikan
  • Perubahan dalam Aspek Politik
  • Perubahan dalam Aspek Budaya