sda bumi habis

Apa yang Terjadi Apabila Sumber Daya Alam di Bumi Habis?

Di planet kita yang indah sekarang ini, banyak sekali sumber daya alam yang mendukung kehidupan manusia dan memudahkan kehidupan kita semua.

Kita menggunakan pepohonan untuk membuat produk kertas dan mereka menyediakan kita oksigen. Kita menggunakan gas alam untuk menghangatkan rumah di belahan bumi utara dan batu bara membantu memproduksi aliran listrik. Ikan menjadi komoditas makanan utama untuk diet kita dan di sisi lain kita memompa miliaran barel minyak untuk mengisi bahan bakar kendaraan.

Namun, apa yang akan terjadi apabila sumber daya alam menjadi langka, atau habis semuanya?

Apa yang akan Terjadi Apabila SDA jadi Langka atau Habis?

SDA pada umumnya adalah alam yang ada di bumi, alami tanpa tersentuh manusia. Mereka terbentuk jutaan hingga miliaran tahun lalu tanpa campur tangan manusia.

Bumi berisikan banyak sekali sumber daya alam yang berkembang dan terus dibudidayakan oleh lingkungan sekitar (bukan tangan manusia), seperti air dengan siklusnya.

Berikut ini adalah suimber daya alam yang harus menjadi kekhawatiran umat manusia: air, udara, batu bara, minyak, gas alam, fosfor, mineral, besi, tanah, hutan, dan kayu.

Pengurangan sumber daya alam oleh manusia

Dengan populasi lebih dari 7 miliar jiwa manusia, akan ada peningkatan (demand) untuk sumber daya alam. Nah, sumber daya ini nantinya akan menjadi semakin langka.

1. Air

Food and Agriculture Organization (FAO) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksikan bahwa pada tahun 2025, 1,8 miliar jiwa manusia akan tinggal di suatu negara yang sumber daya airnya langka atau kekurangan akses ke air bersih.

2. Minyak

Data statistik dari Energi Dunia (World Energy) pada bulan Juni 2010 memperhitungkan bahwa total minyak bumi adalah 188,8 juta ton. Minyak bumi akan bertahan selama 46,2 tahun lagi apabila rasio produksinya sama dengan sekarang. Kalau terjadi peningkatan bakal lebih singkat lagi ‘umurnya’.

3. Gas Alam

Sama dengan minyak bumi, kita hanya mempunyai sumber daya gas alam yang akan bertahan 58,6 tahun lagi.

4. Fosfor

Tanpa elemen ini, tanaman/tumbuhan tidak akan bisa tumbuh dan berkembang. Namun dengan populasi lebih dari 7 miliar jiwa, para ilmuwan dari Global Phosphorus Research Initiative memprediksikan bahwa manusia dapat kehilangan fosfor dalam waktu 50 hingga 100 tahun lagi.

5. Batu Bara

Batu bara jumlahnya lebih banyak di antara yang lain, namun tren industrialisasi dapat saja menyebabkan peningkatan produksi masif batu bara. Pada rasio sekarang, kita dapat memenuhi kebutuhan batu bara hingga 188 tahun ke depan.

6. Elemen Langka

Scandium (Sc) dan Terbium adalah dua dari 17 elemen langka dari mineral Bumi yang digunakan pada turbin kincir angin dan ponsel pintar (smartphone). Total penyimpanan sumber daya ini masih belum diketahui.

Tetapi, tentu saja, tren ini malah semakin memburuk.

Bumi sedang tidak baik-baik saja

Pada laporan dari The Guardian sepuluh tahun yang lalu, “Manusia menggunakan 30% sumber daya lebih banyak daripada yang bisa diproduksi ulang oleh bumi, menuntun penebangan hutan, tanah yang terdegradasi, air dan udara yang berpolusi, berkurangnya spesies makhluk hidup. Hasilnya, kita berhutang pada lingkungan lebih dari $4 triliun USD per tahunnya atau Rp 60.000 triliun (kurs sekarang).

Perhitungan ini berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memperhitungkan nilai ekonomi dari suatu lingkungan/ekosistem yang dihancurkan manusia per tahunnya, seperti hutan hujan trpis yang semakin berkurang atau polusi dimana-mana.

Masalah ini tak kunjung selesai juga, karena populasi semakin banyak melahap sumber daya yang ada lebih cepat dari biasanya. Hal ini membuat para peneliti memprediksikan pada tahun 2030 jika tidak ada perubahan, manusia bakalan butuh dua planet untuk memenuhi gaya hidupnya.

Laporan berlanjut:

“Kita hanya punya satu planet. Kapasitasnya untuk mendukung biota darat, laut, dan udara sangatlah luar biasa, namun terbatas. Ketika manusia “meminta” lebih daripada apa yang bisa bumi “beri”, sistem kehidupan di bumi akan kacau, kerugian ini dapat mengancam kehidupan manusia.”

Bumi sebagai planet hidup mempunyai sumber daya yang terbatas, kapasitasnya juga tidak dapat menampung sebegitu banyaknya kehidupan manusia dalam satu tahun. Apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin masif.

Jadi kita harus sebisa mungkin meraway bumi ini, jauhkanlah sikap oligarki manusia, jauhkanlah keserakahan. Cintai lingkungan dan lindungi Bumi.

Elang
Penulis konten dengan memerhatikan strategi produksi konten agar tercapai tujuan SEO dan memberikan manfaat kepada pembaca dengan bacaan seringkas mungkin.