virus marburg mematikan di seluruh dunia corona

9 Virus Mematikan dalam Sejarah Manusia

Virus menjadi momok yang sangat menakutkan karena sifatnya yang mematikan. Sejak manusia berevolusi, musuh utama manusia selain apex predator adalah virus yang berbahaya. Virus mematikan.

Manusia telah melawan virus lebih dari puluhan ribu tahun, pertarungan panjang dan sengit antara manusia dan virus tidak pernah membawa titik terang.

Manusia dan virus terus menerus berevolusi juga memperkuat sistem imunnya, sementara virus memperkuat resistensi terhadap perlawanan-perlawanan yang ada.

Salah satu contoh yang harus menjadi perhatian manusia baru-baru ini adalah Penyakit COVID-19 dan Ebola.

Penyebaran yang membuat genting dunia hingga WHO (badan kesehatan dunia) menyalakan lonceng tanda darurat untuk virus tersebut.

Pada tahun 2014, Ebola menjadi hal yang sangat menakutkan, bagaimana tidak, penyebarannya sangat masif dan tingkat kematiannya 95%. Artinya tiap 95% pasien terinfeksi akan dipastikan meninggal.

Outbreak tersebut tentu saja ada penyebabnya, kemungkinan terbesar adalah berasal dari hewan buas dan ditularkan ke manusia, lalu virus bisa menular dari manusia ke manusia lainnya (airborne virus).

Ketika manusia menemukan virus baru yang sangat kuat, bahkan resistensi terhadap lingkungannya terlalu tinggi, kemungkinan penyebarannya juga sangat masif.

Peneliti langsung bekerja keras untuk menemukan vaksin berharap penyebaran dapat ditekan dan angka kematian berkurang.

Sebenarnya untuk mengandalkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh manusia sudah cukup, tapi rupanya perkembangan manusia lambat dan virus malah lebih cepat.

9 Virus Mematikan di Dunia

Virus Marburg

marburg virus

Awal kali muncul virus ini sebenarnya ketika peneliti sedang mengobservasi monyet dari Uganda. Mereka kemudian terpapar dengan virus ini.

Tingkat kematian virus ini pada awalnya sedikit, hanya 25% mortalitas. Namun, virus marburg kembali berulah di Republic of Congo pada tahun 2000 dan di Angola pada tahun 2005. Tingkat kematian kala itu mencapai 80%.

Virus Ebola

virus ebola mematikan

Penularan pertama virus ini diduga dari Democratic Republic of Congo dan Sudan di tahun 1976.

Virus ebola dapat menyebabkan demam hemorrhagic yang membuat penderita mempunyai suhu tubuh sangat tinggi. Oleh karenanya, ada organ yang mengalami pendarahan internal.

Rasio fatalitas dari virus ini bisa mencapai 50 persen bahkan ketika kamu hanya menyentuh satu untaian virus (virus dapat menyebar melalui sentuhan dan cairan tubuh).

Penyebaran masif mulai terjadi di Afrika Barat pada awal 2014 dan menjadi yang terbesar serta terkompleks penyakit satu dekade terakhir, menurut WHO.

Rabies

virus rabies bahaya

Walaupun sudah ada vaksin rabies bagi hewan yang diperkenalkan pada tahun 1920an, membuat penularan penyakit ini menjadi langka. Namun, kondisi ini masih terus jadi masalah serius di India dan beberapa bagian Afrika.

Rabies dapat menghancurkan otak, benar-benar penyakit yang sangat berbahaya dan buruk. Kita punya antibodi rabies dan vaksinnya, kalau ada orang yang terkena gigit binatang buas langsung bisa diobati.

Namun, kalau tidak segera diobati, persentase kemungkinan kamu akan meninggal alias mati adalah 100 persen. Bukankah itu angka yang sempurna, mati hanya karena rabies?

HIV

virus HIV AIDS obat

Di dunia modern, virus mematikan mungkin saja HIV. Dan virus ini termasuk dalam salah satu pembunuh terbesar di dunia.

Diestimasikan sudah sekitar 36 juta orang meninggal akibat HIV (kondisi AIDS) ketika pertama kali kita mengenali virus ini pada tahun 1980an.

Antiretroviral drugs (ARV) memungkinkan penderita HIV untuk hidup lebih lama. Namun, penyakit ini semakin dimanifestasikan dan membunuh warga negara-negara miskin dan berkembang. Menurut WHO, 1 dari 20 orang dewasa positif HIV di Sub-Saharan Africa.

Cacar

obat virus cacar air

Pada tahun 1930, Dewan Kesehatan Dunia mendeklarasikan dunia ini telah bersih dari cacar.

Manusia telah melawan virus cacar ini sejak ribuan tahun silam, sekitar 1 dari 3 yang terinfeksi meninggal dunia. Biasanya pasien sembuh akan mempunyai bekas luka permanen, kadang kebutaan.

Rasio mortalitas (tingkat kematian) lebih tinggi pada populasi di Eropa, di Indonesia sendiri kasus ini hanya terjadi 1000 per tahunnya.

Fakta menariknya adalah, pada abad ke-20, yaitu tahun sebelum dunia bersih dari cacar, cacar atau smallpox telah menewaskan 300 juta jiwa.

Hantavirus

virus hanta aneh

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) pertama kali dilirik di Amerika Serikat pada tahun 1993, ketika pemuda sehat dan tunangannya meninggal ketika hidup di area pedalaman AS.

Beberapa bulan setelahnya, otoritas kesehatan memeriksa dan menmeukan bahwa kematiannya disebabkan nafas yang terlalu pendek dan kemungkinan disebabkan virus hanta dari tikus rusa.

Lebih dari 600 orang di AS terkena HPS dan 36 persen di antaranya sudah meninggal menurut CDC.

Virus tidak dapat ditransmisikan dari manusia ke manusia, melainkan orang yang terkena kontak atau eksposur dengan tikus terinfeksi.

Influenza

virus penyakit flu influenza

Pada musim flu, sekitar 500.000 juta jiwa melayang akibat kematian yang disebabkan oleh flu, menurut WHO.

Pandemik flu mematikan yang disebut sebagai Spanish Flu memulai penyebarannya pada tahun 1918 dan menginfeksi 40% populasi dunia, membunuh 50 juta jiwa.

Dan, flu tersebut bisa kemungkinan terjadi lagi, ketika strain influenza dapat memasuki tubuh manusia dan ditransmisikan secara sentuhan ataupun cairan airborne.

Demam Berdarah Dengue

virus DBD sakit dengue

Virus Dengue memulai kariernya pada tahun 1950an di Filipina dan Thailand, lalu menyebar ke daerah-daerah tropis dan subtropis bumi.

Lebih dari 40 persen populasi dunia sekarang tinggal di area di mana dengue banyak bersimbah. Perantara utamanya adalah melalui nyamuk, terutama Aedes aegypti.

Sampai sekarang, Demam Berdarah Dengue (DBD) menginfeksi 50 hingga 100 juta orang per tahun, mortalitasnya rendah sekitar 2,5 persen namun apabila tidak dioati dapat menjadi demam hemorrhagic ebola dan meningkat jadi 20 persen.

Rotavirus

virus diare bayi rotavirus

Dua vaksin saat ini dapat melindungi anak-anak dari rotavirus, penyebab diare pada bayi dan anak-anak.

Walaupun anak-anak dari negara berkembang tingkat kematiannya jarang, tapi tetap menjadi status peringatan karena di negara berkembang biasanya tidak ada perawatan rehidrasi untuk menyembuhkan infeksi rotavirus.

WHO mengestimasikan, pada tahun 2008 453.000 balita meninggal. Untungnya, banyak negara mengembangkan vaksin untuk mengurangi hospitalisasi dan penyebaran.

BONUS: Coronavirus(?)

Setelah sebelumnya sainsologi membahas mengenai virus corona, mari kita ulas secara singkat di sini.

Virus Outbreak yang baru saja terjadi di Wuhan, Cina telah menyebar ke lebih dari 181 negara di dunia. Tentu saja hal ini menjadi fokus utama hingga WHO menyatakan darurat.

Bahkan sekarang, SARS-CoV-2 telah menginfeksi setidaknya 4 juta orang dengan 282 ribu di antaranya sudah meninggal dunia.

Bagaimana menurutmu? Apa yang paling menyeramkan di antara virus-virus tersebut? Tulis tanggapanmu di komentar ya.

Stellarix
Vi Veri Universum Vivus Vici