Mengenal Politik Apartheid, Diskriminasi Ras di Afrika Selatan

Di dunia ini, diskriminasi ras sangat sering ditemukan bahkan sampai ke pilar pemerintahan, di mana ras kulit hitam dan kulit putih harus berebut kursi politik. Namun yang terjadi adalah adanya rasisme dalam praktik politik tersebut membuat situasi yang kurang baik. Perkenalkan Politik Apartheid!

Politik Apartheid

Apakah kalian pernah dengar politik Apartheid? Pastinya beberapa dari kalian pernah kan, karena polemik politik ini pernah terjadi di Afrika Selatan. Yuk kita simak!

Politik apartheid adalah politik yang membedakan kulit hitam dan kulit putih.

RajaBackLink.com

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Pemerintahan Gus Dur

Politik apartheid terjadi karena perlakuan buruk oleh kaum Inggris terhadap kaum asli yang ada di Afrika Selatan yang disebut suku bantu.

Pada tahun 1652, Bangsa Boer (Belanda) mulai menjajah Afrika Selatan dan menguasai sumber alamnya. Terjadilah Perang Boer di tahun 1899-1902 dan saat itu dimenangkan oleh Inggris dan mendirikan sebuah negara dominion (negara khusus dengan ketatanegaraan Inggris), yaitu Union of South Africa.

Suku Bantu mendapat perlakuan buruk dari Inggris melalui Perdana Menteri Daniel Francois Malan, rasialisme terhadap kulit hitam dilegalkan. Pada masa ini golongan kulit putih mulai melakukan konsolidasi kontrol atas negara, mempererat cengkramannya terhadap populasi kulit hitam, dan menghilangkan campur tangan pemerintah Inggris di Afrika Selatan.

Baca juga: Mengapa Semua Orang Mengalami Stress Saat Pandemi?

politik apartheid kulit hitam dan kulit putih rasisme

Tercatat dua partai politik kulit putih pernah menjadi penguasa pada masa ini. Partai pertama adalah Partai Nasional yang berkuasa pada 1924-1939, dan 4 Mei 1948-9 Mei 1994. Partai kedua adalah Partai Kesatuan, berkuasa pada 1934 sampai 1948. Antara tahun 1934-1939, kedua partai berkuasa bersama-bersama lewat sistem partai gabungan.

Kebijakan pemisahan berdampak pada kondisi politik, ekonomi, dan sosial masyarakat kulit hitam dan ras campuran. Diskriminasi yang dilakukan pemerintah menyebabkan kesenjangan dan kecemburuan sosial tidak dapat dihindarkan lagi.

Mungkin kamu tertarik: Menghirup Oksigen Murni Dapat Membunuhmu

Sementara itu, salah satu gerakan oposisi yang paling awal dan aktif menentang hukum represif pemerintah adalah African National Congress (ANC). ANC dibentuk pada 8 Januari 1912 oleh John Langalibalele Dube. Partai ini mempunyai tujuan utama mengakhiri apartheid dan memberikan hak pilih kepada kulit hitam dan ras campuran Afrika.

Istilah apartheid sendiri mulai muncul di Afrika Selatan pada 1930-an. Namun, baru pada tahun 1948, era apartheid dimulai secara resmi di Afrika Selatan. Pada waktu itu pemerintah mengeluarkan kebijakan pemisahan ras yang lebih ketat dan sistematis.

Politik apartheid memisahkan penduduk Afrika Selatan ke dalam golongan kulit putih, kulit hitam, dan kulit berwarna, yakni orang-orang dari ras campuran. Namun, pada perkembangannya, orang Asia ditambahkan sebagai kelompok keempat. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Afrika Selatan juga mendapat tanggapan yang serius dari rakyat Afrika Selatan. Disana kemudian sering terjadi gerakan-gerakan pemberontakan untuk menghapus pemerintahan Apartheid.

Rekomendasi: Wah! Ternyata Orang Terkaya di Dunia Sepanjang Sejarah Berasal dari Afrika

Satu diantaranya yang paling terkenal adalah yang dipelopori oleh African National Congress (ANC) yang berada di bawah pimpinan Nelson Mandela. Mandela di tahun 1961, memimpin aksi rakyat Afrika Selatan untuk tinggal di dalam rumah. Aksi tersebut ditanggapi oleh pemerintah Apartheid dengan menangkap dan kemudian menjebloskan Mandela ke penjara Pretoria tahun 1962. Nelson Mandela dibebaskan pada tanggal 11 februari 1990 pada masa pemerintahan Frederik Willem de Klerk.

Hasilnya, pada 7 Juni 1990, Frederik Willem de Klerk menghapuskan Undang-undang Darurat Negara yang berlaku hampir pada setiap bagian negara Afrika Selatan. Pada 21 Februari 1991, UU tentang Apartheid dihapuskan, dan pada tahun 1994 diadakan pemilu pertama yang menghasilkan Nelson mandela keluar sebagai pemenang. Nelson Mandela dinobatkan sebagai presiden kulit hitam pertama di benua Afrika yang mendapatkan Nobel Perdamaian, sekaligus menandai berakhirnya politik Apartheid di negara penghasil berlian itu.

Dengan ini, Afrika Selatan termasuk kedalam negara yang memiliki rasis tertinggi di dunia. Walau sekarang masih ada rasisme yang terjadi di Afrika Selatan.

Sumber: Pikiran-Rakyat. https://zonabanten.pikiran-rakyat.com/tag/Afrika%20Selatan