Bagian-Bagian Bunga: Pengertian, Fungsi, dan Struktur

Bunga merupakan alat reproduksi seksual. Bunga bisa dibilang lengkap jika memiliki  daun mahkota, daun kelopak, putik, benang sari, dan daun buah. Bunga meliputi pula bagian atas pada fertile, yakni benang sari hingga daun buah, kemudian komponen yang steril yakni berupa daun kelopak maupun daun mahkota.

Alat perkembangbiakan yang generatif b susunannya dan bentuknya tidak sama sesuai jenis tumbuhan. Akan tetapi, untuk tumbuhan yang berbiji pada dasarnya alat itu adalah komponen tumbuhan yang diketahui untuk bunga dimana di komponen tersebut ada proses penyerbukan maupun Pembuahan.

Bagian yang pokok tumbuhan terdapat tiga macam yaitu batang, akar, dan daun maupun setiap elemen yang lainnya adalah rupa dari ketiga elemen pokok itu. Maka jika kita lihat susunan sebuah bunga hal itu adalah sebuah rupa dari ketiga elemen yang pokok pada tumbuhan tersebut.

Struktur Bunga

  1. Bungasempurna,
  2. Tangkai Putik (stilus),
  3. Kepala putik (stigma),
  4. Tangkai sari (filament, elemen apda benang sari),
  5. Artikulasi,
  6. Sumbu bunga (axis),
  7. Kelenjar nektar,
  8. Kelopak bunga (calyx)
  9. Kepala sari (anther),
  10. Tangkai Bunga (pedicel),
  11. Benang sari (stamen),
  12. Bakal Biji (ovulum),
  13. Bakal Buah (ovum),
  14. Serbuk sari (pollen),
  15. Perhiasan Bunga (periantheum),
  16. Mahkota Bunga (corolla),

Komponen Bunga serta Fungsinya

Bunga merupakan organ dari tumbuhan yang memiliki fungsi untuk tempat proses perkembangbiakan secara generatif lewat proses pembuahan maupun penyerbukan. Bunga pada dasarnya modifikasi tunas daun maupun juga tunas batang yakni warna, bentuk, maupun susunannya merujuk atas kepentingan pada tumbuhan itum

Pada dasarnya komponen bunga sempurna terdiri dari 2, yakni bagian Fertil maupun juga pada  bagian Steril.

  • Bagian Fetil

Bagian fertil adalah kompoy bunga yang langsung mengacu pada terjadinya tahapan penyerbukan hingga pembuahan di bunga itu sendiri. Ada dua komponen bunga fertil yakni benang sari (Stamen) maupun kepala putik (pistillum).

  • Bagian Steril

Bagian steril adalah komponen bunga yang cuma berfungsi untuk perhiasan hingga kelengkapan bunga tersebut sendiri. Ia tak dengan langsung berpengaruh terhadap proses penyerbukan hingga pada pembuahan. Komponen bunga steril misalnya daun tangkai (brachteola), ibu tangkai pada bunga (pedunculus), dasar bunga (receptacle), daun mahkota (petal), daun pelindung (brachtea), daun kelopak (sepal), dan tangkai bunga (pedicellus).

  1. Ibu pada batang bunga maupun juga tangkai induk

Tangkai bunga dengan bahasa latin yaitu Rachis Pedunculus merupakan komponen awal pada suatu bunga. Pedunculus atau (tangkai induk) bunga adalah cabang berikutnya pada suatu ranting maupun batang pohon maupun tanaman guna mengarah ke bunga.

  1. Tangkai bunga 

Pedicellus merupakan bagian yang terkadang kita temui, seperti yang telah diketahui bahwa tangkai bunga adalah komponen bunga yang terdapat pada bagian di bawah. Pedicellus atau Tangkai bunga tersebut yang seringkali dijadikan komponen bunga yang akan dipetik dari pohonnya. Maka tangkai bunga ini berfungsi untuk penopang dan koneksi antara batang maupun juga komponen ranting.

  1. Dasar Bunga 

receptacle adalah komponen bunga yang merupakan bagian pada ujung bunga, receptacle  ini berfungsi untuk tempat menempelnya mahkota bunga.

  1. Daun tangkai pada bunga

Brachteola merupakan komponen bunga berbentuk daun yang berguna untuk daun pelindung. Daun batang bunga (Brachteola) ini terlihat di luar dan dapat dipantau. Daun ini ada pada komponen pangkal pada tangkai bunga.

  1. Daun pelindung 

Komponen proteksi bunga, bagian tersebut tidak sama dengan kelopak pada bunga, sebab Brachtea merupakan daun terakhir yang Termasuk tempat munculnya bunga. Sehingga, di komponen ketiak pada daun ini, maka sang bunga akan melebar serta tumbuh.

  1. Mahkota bunga 

Corolla adalah bagian dari bunga yang terkadang diartikan sebagai bunga tersebut. Sebab, mahkota bunga adalah komponen paling luar pada suatu struktur secara keseluruhan pada bunga, yang seringkali mempunyai warna yang lumayan cerah dan cantik. Mahkota bunga mempunyai tatanan dan juga rupa yang tidak sama di setiap bunga, maka sering dijadikan suatu patokan utama pada keindahan serta kecantikan pada suatu bunga

  1. Daun buah 

Carpell adalah komponen dari fertil berbentuk bakal biji yang berkelompok menjadi putik (pistil).

  1. Daun mahkota

Petal adalah perhiasan berupa bunga yang warnanya mencolok, kemudian berkelompok, dan menghasilkan mahkota bunga.

  1. Kelopak bunga 

Sepal atau kelopak Bunga merupakan komponen bunga yang berbentuk kuncup ketika bunga tidak mekar. kelopak bunga berguna dalam membantu melindungi bunga yang tidak mekar. Ketika bunga telah sedikit mekar, tentu kelopak bunga dapat ikut dalam membuka, kemudian membiarkan bunga itu mekar. Ketika bunga telah mekar secara sempurna, kelopak bunga tentu berupa seperti komponen dasar suatu bunga.

  1. Benang sari 

Benang Sari merupakan komponen yang terkadang dikenal dengan alat kelamin jantan di suatu bunga. Stamen berguna dalam membantu pengolahan reproduksi hingga perkembang biakan pada suatu bunga, yang kemudian bisa mengembangkan tanaman baru. Stamen diliputi 3 bagian penting. Yakni  Serbuk sari (polen), Tangkai sari (filament), Kepala sari (antheral).

Anatomi Bunga

Kebanyakan Angiospermae mempunyai kepala sari yang termasuk tetrasporangiat, bersama dua ruang sari pada setiap cuping dari kepala sari sampai jumlah semuanya.

Pada tumbuhan yang antera sudah matang, tetapi antera belum memecah atau membuka secara sendiri batas dari pasangan lokulus pada setiap cuping yang rusak maka antera tetrasporangiat cuma memperlihatkan dua lokulus. Sedangkan Filamen yang terstruktur secara sederhana. Namun, benang sari ada suatu berkas pembawa yang memiliki sifat amfikibral pada sepanjang filament hingga berakhir pada konektivum. Setiap bunga Rhoeo discolor terdapat rambut filament.

Dinding artera diliputi dari sejumlah lapisan sel  yakni turunan daripada sel parietal primer, tapi tidak termasuk pada epidermis yang terdapat perkembangannya hanya membelah  pada bidang antiklinal. Sementara itu, lapisan yang penting yakni Endostesium yang terletak tepat di epidermis, hingga tapetum, yang bersebelahan dengan lokulus antera. Sedangkan sel antara kedua dari lapisan tersebut kadang  memipih akibat tertekan,  hingga rusak. Endosteum berupa penebalan takrata, apalagi di bagian dindng radial hingga tangensial yang dalam. Pengerutan diferensial yang terdapat padanya jika antera megering seketika matang, yang berfungsi guna melancarkan proses retakan maupun celah di antera dalam membebaskan pada serbuk sari.

Membukanya antera diawali dengan celah maupun stomata yang tak berfungsi lagi. Sehingga sel tapetum akan bersifat sekretori bahkan penuh dengan sitoplasma yang padat. Isi pada sel tapetum disedot oleh butir berupa serbuk sari yang mengalami perkembangan dalam lokulus, maka saat serbuk sari sudah matang, tentunya tapetum telah berdegenerasi. Guna pembebasan serbuk sari, selain melalui celah/stomium, maka tumbuhan bisa mempunyai pori yang di sisi lateral maupun di  ujung cuping antera.

  • Serbuk Sari

Hasil dari mikrogenesis berupa microspora maupun butik serbuk sari. Butir itu berbentuk simetri radial maupun juga bilateral hingga ketika dindingnya terdapat komponen  yang kurang kokoh disebut dengan aperture.

Ada yang bentuknya bulat hingga terdapat memanjang kolpi. Apabila serbuk sari sudah jadi kecambah serbuk polen maka akan terlihat melalui aperture. Dinding pada butir sari ada dua lapisan yang utama, yakni intin yang sifatnya lunak hingga komponen di dalam, kemudian eksin komponen luar yang termasuk keras. Eksin meliputi dua hal, yakni bagian yang tak berlekuk pada sebelah dalam, dan komponen yang memiliki lekukan pada sebelah luarnya. Sedangkan butir polen kadang berperan untuk taksonom yakni pada keluarganya.

Bentuk famili yang memiliki lekukan terdalam. Lekukan eksin berawal dari tapetum yang berfungsi untuk pengendalian pada kecocokan intra spesies. Saat serbuk sari diangkut oleh polinator pada kepala sarike, mengakibatkan rehidrasi. Sehingga eksin menguap. Jadi, bahan yang ada dalam eksin akan dibebaskan.

  • Karpel

Apabila bunga memiliki dua karpel maupun lebih tentu karpel bisa  lepas menggunakan karpel yang lainnya seperti ginesium  atau karpel yang menempel dengan cara yang berbagai macam (ginesium sinkarp hal itu terlihat dari tomat maupun papaya). Sedangkan Ginesium berkarpel tunggal termasuk apokarp.

Pada proses karpel jadi ginesium, karpel dipercaya akan melipat sepanjang tepinya sampai sisi adaksial mendarat di ruang yang tertutup. Bahkan tepinya saling menempel. Hal tersebut dipercaya bahwa dari pelipatan karpel menjadi konduplikat pada tepinya akan tetap pipih.

Perubahan secara evolusi mengakibatkan reduksi di daerah tepi. Sedangkan Pelipatan ini terdiri dari involusi (pelipatan yang berada di dalam sampai area yang tertutup dan ditempel dengan muka abaksial.

Ginesium sinkrap, memiliki dua cara penempelan karpel, yakni:

  • Karpel menempel dengan keadaan terlipat hingga muka abaksial memempel di muka abaksial , ginesium beruang terdapat dua maupun banyak.
  • Penempelan  terjadi dalam kondisi tak terlipat atau sebagian terlipat hingga berupa ginesium beruang satu.

Ginesium dapat dibedakan menjadi 2, yakni:

  1. Komponen bawah yang fertile 
  2. Komponen  tengah yang steril 

 

  • Bakal buah

Bakal biji maupun ovulum ada di daerah dinding pada bakal buah yang dalam. Hal itu dikenal dengan plasenta. Setiap karpel mempunyai dua plasenta. Pada krpl plasenta dijumpai dekat tepi hingga tak jauh dari karpel, maka dibedakan Plasenta marginal maupun Plasenta. Plasenta parietal ini ada pada ginesium yang menempel karpelnya dengan cara marginal dan cuma ada satu tempat ginesium. Ginesium ovulum menempel di dinding ovarium dengan terdapat tangkai bakal biji maupun juga funikulus yang memiliki satu berkas berupa pembuluh

Bakal biji ada di jaringan tengah maupun nuselus yang dilingkari pada integumen yang di dalam hingga integumen luar. Kedua integumen berputar di sebuah jaringan yang berawal di pori, dikenal dengan mikrofil. Daerah integument, nuselus, dan funikulus saling terkoneksi dikenal dengan kalaza. Terkadang menempel berhadapan pada mikrofil. Tabung sari berkembang lewat mikrofil ketika fertilisasi. Sebagaimana saat tapetum antera, tengah nuselus telah tidak ada lagi saat bakal biji menggapai taraf dewasa, sebab  sudah berdegenerasi.

Pembentukan megaspora lewat peristiwa sel pada induk megaspore dikenal dengan megasporogenesis. Kemudian Megaspora juga dikenal dengan kantung embrio akan berupa cambah dengan munculnya mitosis pada dasarnya yang menjadikan kantung embrio dewasa yang memiliki inti delapan. Pada mayoritas angiospermae, pada kantung embrio yang matang asa 8 inti, yang memiliki dinding sel. Ketiga sel yang dekat pada mikropil merupakan sel telur hingga dua sel sinergid.

Pada kalaza ada tiga sel antipoda. Dua buah pada inti di tengah dikenak dengan inti polar. Apabila keduanya bersatu, tentu jumlah sel pada kantung embrio jadi tujuh. Sel antipoda terkadang  berdegenerasi pada mula pertumbuhan. Pada sinergid terkadang ada penebalan dinding yang dikenal dengan aparatfiliform (seperti benang) yang akan meluas pada komponen sel dekat  dengan mikropil.

Mikrosporagenesis dan Megasporogenesis

Pada antera yang berproses berkembang, mikrosporangium terdapat dari sel sporongent yang muncul pada rongga kantong polen hingga sejumlah lapisan khusus di samping luarnya. Saluran sporogen juga bermula dari sel parietal primer yang diketahui di awal pembentukan antera. Sel sporogen bisa bermitosis memperoleh lebih banyak sel sporogen maupun jadi sel induk dari mikrospora. Meiosis ada pada sel induk mikrospora, memperoleh tetrad yang diliputi dari empat sel mikrospora termasuk haploid.

Stadium pada mikrospora biasa Akan berpisah, walaupun pada sejumlah familia bisa bertahan mengacu pada tetrad. Hal itu sebelum tanggalnya polen pada antera, mikrospora mendapatkan mitosis, memperoleh sel vegetatif hingga sel generatif. Seringkali sel generatif akan membelah, memperoleh dua gamet jantan.

Sebagaimana pada mikrosporogenesis, sel sporogen primer bisa lewat beberapa kali mitosis hingga membentuk sel induk mikrospora. Sel tersebut mengakibatkan meiosis yang meliputi dari dua kali pembelahan secara, memperoleh 4 megaspora.

Jenis Bunga Tumbuhan

  • Bunga Lengkap adalah apabila mempunyai seluruh daun bunga yakni mahkota, kelopak,benang sari hingga putik.
  • Bunga tidak lengkap adalah bila salah satu daun bunga tak ada atau belum ditemukan.
  • Bunga berumah satu atau dikenal dennany bunga banci, adalah bunga jantan hingga bunga betina ada di tanaman yang persis
  • Bunga Berumah dua, adalah benang sari hingga putik ada pada tanaman yang tak sama,  tee tetapi masih pada jenis yang persis sama.
  • Tumbuhan poligam adalah tumbuhan yang mempunyai dua tipe rupa kelamin. Hal itu meliputi:
  1. andromonoecus yakni di tanaman yang persis ada  bunga jantan hingga bunga banci
  2. gynomonoecious, yakni terdapat di tanaman yang persis terdapat bunga betina maupun bunga banci
  3. androdioecus yakni pada sebuah jenis tanaman cuma ada pada bunga jantan maupun juga  bunga banci saja.
  4. gynodioecus yakni pada jenis tumbuhan ada tanaman cuma bunga betina maupun tanaman dengan cuma bunga banci.

Diagram Bunga

Saat mendeskripsikan bunga, secara verbal bisa ditambahkan pula dalam memperjelas kondisi bunga. Sebuah gambar yang mengisyaratkan kondisi bunga hingga komponennya dikenal diagram bunga.

Diagram bunga merupakan sebuah gambar proyeksi di boding datar pada seluruu komponen bunga yang dipangkas melintang. Maka pada diagram bunga tersebut dilukiskan penampang secara terlentang pada tajuk bunga, daun-daun kelopak,  putik, hingga benang sari. Juga komponen bunga lainnya apabila masih ada. Pada komponen diatas, secara umumnya daun kelopak hingga tajuk bunga dilukiskan secara melintang pada komponen tengah-tengahnya, kemudian benang sari dilukiskan pada penampang kepala sari. Kemudian dari putik penampang akan melintanng pada bakal buah. Pada diagram bunga tersebut bisa diketahui berapa jumlah masing-masing komponen bunga tadi sehingga tatanannya di batasi yang satu dengan yang lain pada rupa skematik.

Pada diagram bunga tersendiri komponen bunga dilukiskan dengan rupa lambang yang tidak, maka jika ada persamaan mungkin cuma terdapat di lambang kelopak maupun daun tajuk bunga. Sementara itu, benang sari hingga putik tak akan memperoleh kesamaan.

Beberapa hal yang perlu dilihat saat membuat diagram bunga yakni:

  • Posisi bunga yang ada di tumbuhan. Ada dua macam posisi bunga yakni:
  1. Bunga di ujung batang maupun cabang
  2. Bunga yang ada di dalam ketiak daun 
  • Komponen bunga yang akan kita perlukan tertata pada sejumlah lingkaran.

Kedua hal itu perlu dipastikan ketika kita akan menjadikan diagram bunga, diawali dari membuat lingkaran secara konsentris, merujuk dengan kisaran lingkaran letak duduk komponen bunganya. Kemudian dilukiskan garis secara tegak lurus pada bidang median dalam melukiskan penampang secara melintang pada batang dengan skematik pada elemen atas di lingkaran yang sudah terluar di bidang yang median. Setelah itu, pada area bawah gambar secara skematik dijadikan gambar skematik pada daun proteksinya.

Pada lingkaran nantinya digambar pada bulatan beruntun dari elemen luar yaitu daun-daun hingga kelopak, benang sari, daun-daun tajuk, dan penampang melintang pada bakal buah berfungsi untuk gambar di lingkaran yang terdalam. Pada saat melukis masing-masing bagian bunga perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  1. Banyaknya masing-masing elemen bunga
  2. Susunan pada sesamanya, contoh penataan daun kelopak antara satu dengan yang lainnya secara bebas atau menempel mempunyai susunan diagram yang tidak sama.
  3. Susunan pada bagian bunga yang lain, contohnya benang sari, daun kelopak pada daun mahkota, berhadapan atau berseling, daun buah yang tertata putiknya, dan bebas maupun menempel.
  4. Posisi daerah bunga pada bidang median. Hal itu sering kali pada bidang median terdapat dua pada bidang setangkup.

Bagian bunga yang ada d ujung batang maupun cabang, tak diketahui bidang mediannya maka tak bisa dilukiskan bagian penampang yang berbentuk melintang batang. Sebab, bunga tersebut batang terkoneksi dengan tangkai bunga. Namun, di bagian bawah bisa ditambahkan gambar penampang secara melintang di daun pelindung apabila ada. Sedangkan diagram bunga tidak cuma berkaitan dengan komponen bunganya saja tetapi juga tentang posisinya di tumbuhan yaitu mengenai posisinya di ujung batang maupun di ketiak daun.

Diagram bunga bisa ada di gambar bagian lain yang dirasa perlu dijelaskan seperti:

  1. Kelopak tambahan secara umumnya ada pada suku Malvaceae, contohnya kapas dan kembang sepatu.
  2. Mahkota tambahan yang ada pada suku asclepiadaceae, contohnya biduri di bagian bunga terkadang ada yang menghadapi metamorfosis maupun tereduksi maupun hilang sama sekali. Maka dalam proses diagram bunga perlu berpendirian yakni
  • Cuma menggambarkan elemen bunga sesuai apa adanya.
  • Menjadikan diagram bunga yang tidak cuma terdapat bagian yang benar adanya. Namun,  juga melukiskan komponen yang sudah tak terdapat atau tereduksi, tetapi menurut teori ada.

Diagram bunga bisa dibedakan jadi dua hal yaitu:

  1. Diagram bunga yang empirik adalah diagram bunga yang cuma memuat elemen bunga yang benar-benar ada, jadi melukiskan  keadaan bunga apa adanya.
  2. Diagram teoritis, yakni diagram bunga yang selain melukiskan bagian bunga yang apa adanya, juga memuat bagian yang sudah tak terdapat lagi namun menurut teori seharusnya ada.

Bagian-bagian yang cuma berdasarkan teori saja biasanya ada, tak  digambar seperti bagian-bagian yang benar-benar ada. Melainkan menggunakan lambang lain biasanya seperti lintang maupun silang kecil.