Fauna Asiatis

Pada pembahasan kali ini maka akan jelaskan mengenai Fauna Asiatis yang dalam hal tersebut terdiri dari ciri, pengertian, contoh dan gambarnya, supaya lebih bisa mengerti dan memahami simak penjelasan lengkapnya.

Mengenal Fauna Asiatis

Fauna Asiatis merupakan Fauna klasifikasi Asiatis yang dikenal juga dengan fauna dataran sunda. Perkembang biakan Fauna Asiatis ada di  sebelah barat yang terdiri dari Kalimantan, Sumatera, Bali dan Jawa. Jenis dari Fauna Asiatis di antaranya ialah: Harimau, Gajah, Kancil, Badak Bercula Satu, Badak Bercula Dua, Beo, Orang Utan, Beruang Madu, Bekantan atau Kera.

Fauna Asiatis berdasarkan ciri-cirinya

Berikut ini merupakan sejumlah ciri-ciri fauna asiatis yang meliputi:

  1. Mamalia dengan postur besar (gajah, harimau, tapir).
  2. Beragam jenis dari kera.
  3. Beragam jenis ikan dari air tawar.
  4. Minim burung yang berwarna misalnya burung enggan, tetapi banyak yang berbunyi merdu yang memiliki ukuran kecil hingga sedang seperti burung parkit.
  5. Beragam jenis dari reptil.
  6. Fauna endemik (burung merak, orang utan, badak bercula satu, jalak bali).
  7. Belum ada hewan berkantung.

Fauna Asiatis berdasarkan contohnya

Berikut ini merupakan sejumlah contoh fauna asiatis yang terdiri atas:

1. Mamalia

Sunda mempunyai spesies dengan total berjumlah 381. Pada jumlah tersebut, 173 di antaranya adalah tergolong spesies endemik tempat ini. Setengah dari spesies-spesies tersebut mengalami ancaman untuk keberadaannya. Dua dari spesies orangutan, Pongo abelii (orangutan Sumatra) dan Pongo pygmaeus (orangutan Kalimantan) tergolong pada daftar merah IUCN. Mamalia termasuk tenar lainnya adalah badak Sumatera, kera berparuh panjang Kalimantan, dan Badak Jawa juga sangat berkurang jumlah populasinya.

Badak Bercula Satu

Badak bercula-satu atau Badak jawab termasuk golongan famili Rhinocerotidae dan merupakan satu di antara lima badak yang tetap ada. Badak ini tetap tergolong pada genus yang persis dengan badak dari  india dan mempunyai ciri fisik kulit bermosaik yang berbentuk baju baja. Badak tersebut mempunyai  tinggi 1,4-1,7 m dan panjang 3,1-3,2 m dan 

Badak Bercula Dua

Badak sumatera, juga disebut dengan badak berambut hingga dikenal dengan  badak Asia bercula dua. Hewan tersebut adalah spesies langka yang berasal dari famili Rhinocerotidae hingga tergolong  termasuk satu di antara lima spesies badak yang tetap lestari. Badak sumatera yakni satu-satunya spesies yang masih saat ini  tersisa dari golongan genus Dicerorhinus.

Spesies tersebut adalah jenis badak yang terkecil, walaupun tetap tergolong hewan mamalia yang berukuran besar. Tingginya 112-145 cm bisa hingga ke pundak, dengan mempunyai panjang pada seluruh tubuh beserta kepala mencapai 2,36-3,18 m. Sedangkan panjang ekor bisa mencapai 35–70 cm. Bahkan beratnya dapat mencapai 500 hingga 1.000 kg, dengan jumlah rata-rata sekitar 700–800 kg, walaupun dengan catatan melaporkan tentang seekor spesimen yang memiliki berat sekitar 2.000 kg.

Meskipun spesies dari hewan badak Afrika, pada badak sumatera mempunyai dua cula; yang termasuk lebih besar yakni cula pada hidung, terkadang bisa mencapai 15–25 cm, Kemudian cula yang lain juga dapat bila berupa suatu pangkal. Setengah dari tubuh badak sumatera dipenuhi dengan rambut yang memiliki warna coklat kemerahan.

Gajah Sumatera

Gajah sumatera merupakan subspesies yang terdapat pada gajah asia yang cuma berhabitat yakni di Pulau Sumatera. Sedangkan gajah sumatera memiliki bentuk tubuh lebih kecil dibandingkan dengan subspesies dari gajah india. Populasinya juga merosot hingga menjadi golongan spesies yang terancam punah.

Orang Utan

Orang utan merupakan sejenis kera besar yang mempunyai lengan panjang hingga terdapat bulu kemerahan maupun juga cokelat, yang hidup pada hutan tropika Indonesia maupun juga Malaysia. Secara khusus terdapat pada Pulau Kalimantan hingga Sumatra.

Bekantan

Bekantan yang dikenal dengan nama ilmiahnya Nasalis larvatus yakni sejenis monyet yang memiliki hidung panjang. Kemudian memiliki rambut yang berwarna coklat kemerahan hal itu adalah satu dari dua golongan spesies pada genus tunggal daripada monyet Nasalis.

Harimau Sumatera

Harimau sumatra merupakan subspesies harimau yang memiliki habitat aslinya berada di pulau Sumatra, dan termasuk satu  di antara dari enam subspesies harimau yang tetap bertahan hidup sampai sekarang ini hingga tergolong pada klasifikasi satwa yang kritis dan juga terancam punah pada daftar merah dari spesies terancam. Hal itu tentu dirilis dari Lembaga Konservasi Dunia yang disingkat dengan IUCN.

Tapir

Tapir merupakan merupakan herbivora yang mengkonsumsi dedaunan muda pada sepanjang hutan maupun juga pinggiran sungai. Tapir mempunyai rupa seperti tubuh babi, bahkan telinga yang sama dengan badak hingga pada moncongnya yang panjang sama dengan trenggiling, sedangkan lenguhannya lebih sama dengan suara burung dari hewan mamalia.

2. Burung

Menurut Konservasi International, ada 771 spesies unggas ada di paparan Sunda. Sejumlah 146 spesies termasuk endemik area ini. Pulau Jawa maupun Bali mempunyai paling minim sekitar 20 spesies endemik, hal itu meliputi Cerek Jawa (Charadrius javanicus) dan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi).

Merujuk pada data dari Burung Indonesia, banyaknya jenis burung yang terdapat di  Indonesia berjumlah 1598 jenis. Maka dengan demikian membawa Indonesia menduduki urutan pertama menjadi negara yang mempunyai banyak jenis burung di se-Asia.

Pada tahun 2007, Burung Indonesia secara bertahap memperlihatkan status punah pada burung-burung yang mendapat ancaman punah yang ada di Indonesia sesuai dengan data BirdLife International. Sejak 2007-2009 adanya penurunan status kepunahan burung secara berturut-turut berawal dari 119 jenis di tahun  (2007), hingga dilanjutkan dengan 118 jenis pada (2008), bahkan mencapai  117 jenis di tahun (2009).

Burung Enggang

Enggang, Rangkong, Kangkareng Julang merupakan sejenis burung yang memiliki paruh berupa tanduk sapi. Namun, tidak memiliki lingkaran. Pada dasarnya paruhnya tersebut berwarna terang. Dikenal dengan sebutan ilmiahnya “Buceros” mengacu pada rupa paruh, hingga mempunyai makna “tanduk sapi” yang berasal dari Bahasa Yunani.

Burung Parkit

Parkit merupakan salah satu dari sejumlah spesies nuri yang termasuk kecil sampai sedang, pada banyak genera, yang pada dasarnya mempunyai bulu ekor yang panjang. Ejaan yang termasuk lebih tua yang seringkali masih dijumpai adalah parket maupun  parket.

Burung Jalak Bali

Jalak Bali merupakan spesies burung pengicau yang memiliki ukuran sedang dan memiliki panjang sekitar lebih kurang 25cm, terdapat pada suku Sturnidae. Hal itu turut diketahui sebagai Curik dibandingkan Jalak. Jalak Bali cuma dijumpai pada hutan daerah barat Pulau Bali dan termasuk hewan endemik Indonesia.

Burung Beo

Myna bukit umum, seringkali dieja “mynah” dan sebelumnya cuma diketahui sebagai hill myna, merupakan myna yang paling sering dikenal dalam aviculture. Ia sering juga disebut menggunakan dua nama yang terakhir.

3. Reptil dan Amfibi

Sejumlah 449 jenis dari 125 genus reptil kira-kira hidup dari paparan Sunda. Sejumlah 249 jenis hingga 24 genus yakni di antaranya merupakan endemik. Tiga keluarga reptil yakni  endemik di daerah ini: Xenophidiidae, Anomochilidae, and Lanthanotidae.

Family Lanthanotus diikuti oleh earless monitor, kemudian kadal coklat Kalimantan yang termasuk langka hingga jarang dijumpai. Ada kira-kira 242 spesies amfibi pada 41 genus hidup yang terdapat pada daerah tersebut. Sejumlah 172 spesies, tergolong Caecilian hingga enam genus merupakan endemik.

Kadal Coklat Kalimantan

bengkarung pohon kalimantan atau Kadal pohon kalimantan atau merupakan jenis kadal pohon yang termasuk endemik dari daerah Kalimantan. Pada bahasa Inggris dikenal dengan Striped Tree Skink.

4. Ikan

Ada berjumlah 200 spesies baru dijumpai pada daerah ini di sepuluh tahun  terakhir. Sejumlah 1000 spesies ikan telah hidup pada danau, sungai, dan rawa-rawa yang terdapat di paparan Sunda. Kalimantan memiliki sejumlah 430 spesies, hingga sekitar 164 sebagian besar diduga merupakan endemik. Sumatera mempunyai 270 spesies, sejumlah 42 di antaranya endemik. Ikan arwana emas yang lumayan terkenal adalah bagian dari ikan di daerah ini.

Ikan Arwana Emas

Arwana Asia, maupun juga dikenal dengan Siluk Merah merupakan salah satu dari spesies ikan dari air tawar yang terdapat di Asia Tenggara. Ikan ini mempunyai badan panjang; sirip dubur berada jauh pada belakang tubuh. Arwana Asia pada dasarnya mempunyai warna keperak-perakan.

Demikianlah ulasan mengenai Fauna Asiatis – Ciri, Pengertian, , 13 Contoh semoga dengan terdapatnya pembahasan tersebut bisa menambah wawasan maupun juga pengetahuan kalian.