Pengertian Teks Eksplanasi Lengkap dengan Ciri-ciri, Struktur, dan Contohnya

Apakah kamu termasuk pernah membaca teks yaitu mengenai proses pada saat terjadinya bencana alam yang didapatkan melalui media cetak? Apabila kamu memang pernah, itu adalah salah satu contoh dari teks yang merupakan ciri dari eksplanasi. Akan tetapi, hal itu sebenarnya apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi itu? 

Coba kamu cek kembali lagi materi pelajaran untuk Bahasa Indonesia yang ada di kelas 8. Sebab kenapa? Jangan-jangan kamu memang sudah lupa? Pasalnya materinya memang tidak sama persis  dengan apa yang terdapat di kelas 11. Jika kamu ingin mengingat-ingat materinya tersebut, maka simak pembahasan berikut ini mengenai Teks Eksplanasi di Kelas 8.

Pengertian Teks Eksplanasi

Apakah makna dari teks eksplanasi tersebut? Teks eksplanasi merupakan teks yang memang berisi mengenai proses dari ‘mengapa’ kemudian juga ‘bagaimana’ baik itu dari kejadian-kejadian alam, maupun juga sosial, hingga ilmu pengetahuan, beserta budaya, maupun yang lainnya sehingga bisa terjadi. Suatu keadaan yang baik itu merupakan kejadian alam maupun juga keadaan sosial yang terdapat di sekitar kita, kemudian mempunyai hubungan dari sebab akibat maupun juga proses.

Lalu, bagaimana dengan caranya? Sebab, kita ketahui bersama bahwa suatu teks itu sebagai teks yang dikenal dengan eksplanasi? Maka dari itu, kenali pula ciri-ciri maupun juga struktur dari teks eksplanasi ini.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Ada beberapa ciri-ciri dari teks eksplanasi di antaranya adalah:

  • Informasi yang memang  dimuat kemudian hal itu harus merujuk pada fakta (faktual).
  • Hal yang diulas adalah suatu fenomena yang memiliki sifat keilmuan maupun juga berhubungan dengan ilmu dan pengetahuan.
  • Sifatnya yang informatif serta tidak berusaha dalam memengaruhi pembaca supaya percaya pada hal yang perlu untuk dibahas.
  • Memakai kata untuk penanda suatu urutan.
  • Fokus dengan hal yang dianggap umum (generik), kemudian bukan juga partisipan manusia. Sebagai contoh:  banjir, tsunami, gempa, hujan, bumi, dan lainnya.

Struktur dari Eksplanasi

Suatu teks memang dapat pula dikategorikan dengan  teks eksplanasi apabila mempunyai struktur tertentu. Sehingga akan mudah untuk diklasifikasikan. Maka dari itu, simak  dengan jelas ulasannya berikut ini:

1. Pernyataan Umum

Pada bagian dari pernyataan umum tersebut, suatu teks yang dikatakan eksplanasi tentunya akan menjelaskan mengenai gambaran secara umum maupun juga fenomena/peristiwa alam yang memang akan dibahas. Poinnya dapat dalam mengangkat mengenai proses tentang bagaimana fenomena/peristiwa di alam tersebut sehingga bisa terjadi.

2. Urutan dari  Sebab Akibat

Sesudah mengetahui dengan secara umum dari fenomena yang akan dijelaskab pada eleman ini. Maka dari itu akan dijelaskan pula mengenai akibat bahkan juga penyebab yang ditimbulkan dari suatu fenomena itu. Kamu dapat melakukan penggambaran pada beberapa paragraf yang mengacu dengan sebab serta akibatnya. Elemen ini disebut pula dengan rentetan dari penjelas.

3. Interpretasi

Interpretasi yang ada pada suatu teks eksplanasi bisa dikatakan adalah sebagai suatu penarikan dari kesimpulan tertentu. Kamu dapat menyuguhkan tanggapan maupun juga pernyataan yang masih merujuk pada fenomena yang akan diangkat pada suatu teks tersebut.

Kaidah dari Kebahasaan yang Terdapat pada Teks Eksplanasi

Kemudian pada saat menyusun teks eksplanasi, maka dari itu perlu juga memperhatikan kaidah dari kebahasaan dengan memperhatikan hal berikut:

  • Memakai kalimat yang  pasif agar lebih mudah dipahami.

  • Memakai  konjungsi yang bersifat kausal dan juga waktu
  • Meliputi juga istilah yang dapat dikaji secara ilmiah.
  • Memakai kata kerja berupa material maupun juga rasional, Sehingga hal tersebut akan lebih komplit menjadi suatu kalimat yang utuh.
  • Tentu saja akan bersifat informatif

Contoh dari Teks Eksplanasi

Banjir

Mendengar istilah dari banjir memang sudah tak asing lagi untuk terdengar pada diri kita. Banjir merupakan fenomena alam yang memang bersumber pada curah hujan yang memiliki intensitas tinggi hingga mempunyai durasi yang termasuk lama dan terdapat pada daerah dengan aliran sungai (DAS). Banjir juga terjadi karena masalah alam hingga tindakan manusia yang mencemarkan lingkungan dan penebangan hutan secara ilegal. Penyebab hal tersebut terjadi apalagi pada saat banjir maka erosi serta sedimentasi, dengan curah hujan, hingga pengaruh fisiografi/geofisik yang terdapat di sungai, kemudian kapasitas sungai, bahkan drainase lahan, hal itu tentu sangat berpengaruh pada air pasang. Penyebab dari banjir disebabkan oleh tindakan manusia yang merupakan perubahan dari tata guna pada lahan, termasuk juga pembuangan sampah, hingga kawasan padat penduduk yang terdapat di sepanjang sungai, maupun juga kerusakan bangunan yang digunakan sebagai pengendali banjir.

Penyebab Alami pada Banjir

Sebagai akibat yang menyebabkan perubahan pada tata guna suath lahan, maka terjadi erosi. Maka hal tersebut menimbulkan sedimentas yang akani masuk pada sungai. Kemudian daya tampung dari sungai akan jadi lebih  berkurang. Hujan yang memang jatuh pada tanah, tentu airnya akan jadi aliran pada permukaan (run-off) yang terdapat di atas tanah maupun juga sebagian yang meresap langsung ke dalam tanah, yang pastinya akan bergantung di keadaab tanahnya. Saat sebuah kawasan dari hutan telah diubah sehingga menjadi permukiman, maka hutan yang dapat menahan pada aliran permukaan memang cukup besar yang akan beralih menjadi permukiman. Hal itu memiliki resistensi pada aliran permukaan yang lebih kecil. Akibatnya tentu terdapat aliran dari permukaan tanah yang akan mengarah ke sungai. Kemudian hal tersebut berakibat munculnya peningkatan terhadap debit aliran pada sungai sehingga menjadi besar.

Penyebab Banjir yang diakibatkan oleh Sosial

Perubahan pad tata guna lahan adalah penyebab utama dari bencana dari banjir bila dibandingkan dengan yang lainnya. Jika sebuah hutan yang terdapat pada sebuah aliran sungai diganti menjadi suatu permukiman. Maka, debit dari puncak sungai tentu akan lebih meningkat. Hal itu di antara 6 hingga 20 kali lipat. Kemudian Angka 6 hingga angka 20 tersebut nantinya bergantung dengan jenis hutan maupun jenis dari permukiman. Demikian juga untuk perubahan dengan yang lainnya akan mengalami peningkatan dari debit puncak yang sangat signifikan. Deforestasi maupun degradasi dari lingkungan maupun pembangunan kota yang sangat penuh dengan gedung beton hingga jalan-jalan yang terbuat dari aspal yang tidak memperhitungkan drainase, maupun juga daerah resapan, Sehingga tanpa memperdulikan data intensitas hujan yang bisa menyebabkan bencana alam seperti halnya banjir.

Pembuangan sampah yang terdapat pada DAS akan membuat sungai menjadi tersumbat karena sampah. Apabila air yang melimpah, air tentu juga akan keluar dari sungai akibat daya tampung dari saluran telah berkurang. Kawasan padat penduduk yang terdapat di sepanjang sungai/drainase akan menjadi pemicu untuk menghambat aliran maupun daya tampung di sungai. Masalah yang terdapat di kawasan kumuh diketahui sangat penting. Hal itu sebagai faktor sosial pada masalah banjir yang terdapat di daerah perkotaan.

Maka dari itu sekarang pasti kamu sudah paham dengan apa itu teks yang bersifat eksplanasi. Dengan adanya artikel ini semoga bisa menolong kalian dalam mengenali teks eksplanasi yang ada di kemudian hari. Jika memang ada yang belum paham mengenai materi teks dari eksplanasi tadi? tenang, kami jangan terlalu khawatir. Kamu tentunya bisa belajar lebih jauh lagi mengenai  materi ini di ruangbelajar.