Proses Metamorfosis pada Katak

Metamorfosis adalah sebuah proses berubahnya bentuk dan fungsi tubuh hewan, namun tidak semua hewan mengalami proses ini, salah satu binatang yang mengalami proses metamorfosis adalah katak.

Fase metamorfosis dibagi lagi menjadi dua, yakni metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna merupakan sebuah proses pertumbuhan biologis yang terjadi pada hewan karena mengalami perubahan bentuk organ tubuh secara signifikan. 

Hewan-hewan yang mengalami proses perkembangan metamorfosis sempurna adalah Kupu-kupu, Katak, Nyamuk, lebah madu, dan lalat. Berikut tahapan-tahapan dari proses metamorfosis yang terjadi pada katak. 

Tahapan Proses Metamorfosis Pada Katak

Proses metamorfosis yang terjadi pada katak terbagi dalam 4 fase yaitu fase telur, kecebong atau berudu, katak muda dan katak dewasa.

1. Telur

Sama seperti metamorfosis kupu-kupu dan metamorfosis mahluk hidup lainnya, proses metamorfosis katak juga diawali dengan fase telur.

Sel telur yang dihasilkan oleh katak betina akan berubah menjadi zigot setelah terjadi pembuahan spermatozoid dan sel telur. Setelah pembuahan tersebut maka katak betina akan mengeluarkan telur-telurnya ke tempat yang aman dari pemangsa. Telur katak umumnya ditemukan secara berkelompok karena disatukan oleh semacam jel.

Setelah bertelur, induk katak umumnya akan meninggalkan telur-telurnya itu dan membiarkannya tumbuh secara alami. Namun, katak betina akan terus memantau dan mengontrol perkembangan sel-sel telurnya tersebut.

Dalam satu kali proses pembuahan, katak betina bisa mengeluarkan hingga 20.000 telur dengan jumlah 3 kali reproduksi setiap tahunnya. Namun, jumlah telur yang dihasilkan juga tergatung pada kesehatan katak betina. 

Perkembangan fase telur dalam proses metamorposis katak berlangsung selama 21 hari. Selama itu, embrio akan menggunakan cadangan makanan dari kuning telur untuk membantu pertumbuhan berbagai organ. 

2. Proses Kecebong

Setelah berkembang selama kurang lebih 21 hari, embrio dalam telur kemudian keluar dari cangkang telur dalam bentuk kecebong atau berudu. 

Pada tahap awal tahap pertumbuhan berudu umumnya masih memakan sisa cangkangnya hingga fungsi tubuhnya memungkinkan untuk mencari makan sendiri.

Secara fisik berudu memiliki ekor panjang yang berfungsi untuk menunjang pergerakannya di dalam air, insang ekternal yang digunakan untuk pernapasan serta sebuah mulut yang digunakan sebagai alat makan. 

Insang pada berudu memiliki fungsi sama seperti insang pada ikan, sementara pada fase awaal berudu akan mengkonsumsi ganggang dan mikrorgansime air lainnya.

Berudu dapat kita temukan dalam beragam warna seperti hijau, hitam maupun merah. Warna berudu dipengaruhi oleh faktor lingkungan dengan tujuan berkamuflase.

Dalam proses metamorfosis katak, setelah lima minggu berudu akan mengalami perubahan bentuk morfologis dan fungsi fisiologis organ. Kaki pada bagian belakang akan tumbuh diikuti pertumbuhan kaki depan, serta paru-parunya mulai berkembang sebagai persiapan masuk ke fase baru dalam proses metamorfosis yang dilaluinya.

3. Proses Katak Muda

Setelah mengalami fase pertumbuhan, berudu mulai mengalami perubahan bentuk. Mulutnya akan melebar, insangnya hilang, ekornya memendek, serta paru-parunya yang mulai berfungsi. Pada fase ini, berudu akan berubah menjadi katak muda. Fase ketiga atau fase katak muda ini umumnya berlangsung selama 3 minggu. 

4. Proses Katak Dewasa

Tepat 11 minggu setelah telur diletakan oleh induknya, telur katak akan tumbuh menjadi katak dewasa. 

Katak dewasa telah memiliki paru-paru yang berfungsi sebagai alat pernafasan di daratan. Kaki-kakinya telah tumbuh kuat dan memiliki selaput  di bagian antar jarinya. Sementara, ekornya pada saat menjadi berudu akan benar-benar hilang pada fase ini. 

Katak dewasa akan terus berkembang dan siap berkembangbiak kembali melalui proses pembuahan luar bersama pasangannya. 

Demikian pembahasan mengenai proses metamorfosis pada katak. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda.