Rangkuman Materi Ekonomi Kelas 10 Lengkap

Rangkuman materi yang lengkap untuk kelas 10 pada SMA maupun SMK bisa didapatkan dengan gratis. Selain itu juga  pembelajarannya meliputi tahapan yang sangat runut. Hal itu  mulai dari ringkasan dari materi ekonomi yang berkaitan tentang masalah pokok dari ekonomi. Kemudian juga ada ringkasan dari perilaku konsumen dan produk. Selain itu juga terdapat juga materi ekonomi tentang harga maupun pasar. 

Beberapa materi yang diberikan tersebut tentunya sangat lengkap. Sehingga Anda akan lebih mengetahui tahapan-tahapan apa saja yang memang harus dipahami dan dipelajari. Supaya dapat memahami dan mendapatkan pengetahuan tersebut dengan lebih baik. Pasalnya teori-teori yang diberikan memang sudah sesuai dengan standar kompetensi untuk memahaminya.

Untuk materi pembahasan juga ada berkaitan tentang kebijakan dari ekonomi pemerintah yang tentunya akan dipahami secara singkat dan padat serta jelas. Sebab materi juga yang berkaitan tentang ekonomi yang berkaitan dengan pendapatan nasional yang nantinya dapat dipahami secara lebih komprehensif. Ada juga rumus yang berkaitan dengan materi ekonomi tentang konsumsi maupun investasi sehingga untuk murid-murid yang berada di kelas 10 SMA dan SMK akan memahaminya dengan lebih jelas lagi.

Pembelajaran ekonomi pada kelas 10 pada sekolah menengah Atas tentunya sudah mengenal tentang pasar ekonomi yang cakupannya secara lebih luas. Sehingga pemahaman pun memang sudah bisa ditingkatkan lagi. Hal itu dilakukan untuk dan pemahaman yang lebih baik lagi untuk ke tahap jenjang selanjutnya. Sebab, bukan hanya sebagai sekedar pengantar. Akan tetapi juga, sudah berkaitan dengan materi secara lengkap agar bisa memahami satu demi satu. Pada setiap bab pembahasan yang akan diberikan guna bisa mengisi pada saat ujian maupun ulangan dan dapat menyadari apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

Ringkasan Materi Ekonomi tentang Masalah Pokok Ekonomi

  • Kebutuhan adalah keinginan manusia atas barang dan jasa yang beraneka ragam untuk dapat dipenuhi sehingga tercapai kemakmuran.
  • Kebutuhan manusia dapat digolongkan sebagai berikut.
    1. Menurut intensitas, terdiri atas: kebutuhan primer, sekunder, dan tersier
    2. Menurut sifatnya, terdiri atas: kebutuhan jasmani dan rohani.
    3. Menurut waktunya, terdiri atas: kebutuhan sekarang dan mendatang.
    4. Menurut subjeknya, terdiri atas: kebutuhan individu dan sosial.
  • Barang atau jasa adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau pemuas kebutuhan manusia.
  •  Barang dan jasa dapat digolongkan sebagai berikut.
    1. Menurut sifatnya, terdiri atas: barang bebas dan barang ekonomis.
    2. Menurut fungsinya, terdiri atas: barang konsumsi dan barang produksi.
    3. Menurut wujudnya, terdiri atas: barang konkret dan barang abstrak.
    4. Menurut cara penggunaannya, terdiri atas: barang substitusi dan barang komplementer.
    5. Menurut cara pengerjaannya, terdiri atas: barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi.
  • Kegunaan barang meliputi faedah elemen (element utility), faedah waktu (time utility), faedah tempat (place utility), faedah bentuk (form utility), dan faedah hak milik (ownership utility).
  • Sumber daya berupa SDA, SDM, sumber daya modal, dan sumber daya pengusaha yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapat bersifat langka.
  • Tiga masalah pokok menurut teori klasik adalah masalah produksi, distribusi, dan konsumsi. Sementara itu, tiga masalah pokok menurut teori modern adalah masalah what, how, dan for whom.
  • Biaya peluang adalah sejumlah barang atau pendapatan yang harus dikorbankan agar sejumlah barang yang lain dapat diproduksikan.
  • Sistem ekonomi terdiri atas: sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi sosialis, sistem ekonomi liberal, dan sistem ekonomi campuran.
  • Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia adalah sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila, yang memiliki ciri-ciri positif dan ciri-ciri negatif (yang harus dihindarkan).
  • Masalah ekonomi terjadi karena adanya kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas.
  • Kebutuhan manusia yang tidak terbatas disebabkan beberapa faktor, yaitu sifat alami manusia, tingkat pendapatan, lingkungan alam, lingkungan sosial, teknologi informasi, agama dan kepercayaan, akulturasi budaya, dan perdagangan internasional.
  • Untuk dapat memenuhi kebutuhannya manusia harus memanfaatkan sumber daya yang dimiliki yang terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal.

Ringkasan Materi Ekonomi tentang Perilaku Konsumen dan Perilaku Produsen

  • Konsumen adalah pihak yang melakukan kegiatan untuk menghabiskan atau memanfaatkan barang/jasa.
  • Pelaku kegiatan ekonomi terdiri atas:
    1. Rumah Tangga Konsumen
    2. Rumah Tangga Produksi
    3. Pemerintah
    4. Lembaga keuangan
    5. Masyarakat luar negeri.
  • Setiap barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan memiliki nilai, baik nilai pakai maupun nilai tukar.
    1. Teori nilai objektif di antaranya:
    2. Teori Nilai Pasar (Humme dan Lock)
    3. Teori Nilai Produksi (Adam Smith)
    4. Teori Nilai Tenaga Kerja (David Ricardo)
    5. Teori Nilai Biaya Produksi (Carey)
    6. Teori Nilai Kerja Rata-Rata (Karl Max).
  • Teori nilai subjektif di antaranya:
    1. Teori Nilai Kepuasan (Herman Henrich Gossen)
    2. Teori Nilai Austria (Karl Menger)
    3. Teori Nilai Batas (Von Bohm Bawerk)
  • Pendekatan dalam perilaku konsumen, yaitu pendekatan marginal utility dan pendekatan kurva indiferen.
  • Produksi adalah setiap usaha manusia untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang/jasa, dengan tujuan akhir untuk mendapatkan laba dari hasil penjualan produksi.
  • Fungsi produksi Q = f (C, L, R, T)
  • Hukum hasil lebih yang semakin berkurang (Law of diminishing return) seperti yang dikemukakan oleh David Ricardo berlaku setelah terjadi marginal product maksimal.
  • Produksi dibagi menjadi tiga sektor yaitu:
    1. sektor produksi primer, meliputi bidang ekstraktif dan agraris.
    2. sektor produksi sekunder, meliputi bidang industri dan perdagangan.
    3. sektor produksi tersier, meliputi bidang jasa.
  • Faktor produksi terdiri atas:
    1. faktor produksi alam,
    2. faktor produksi tenaga kerja,
    3. faktor produksi modal,
    4. faktor produksi pengusaha.
  • Peningkatan produksi/produktifitas dapat dilakukan dengan cara: Intensifikasi, ekstensitifikasi, dan rasionalisasi.
  • Diagram arus lingkaran kegiatan ekonomi (circulair flow diagram) menunjukkan interaksi antara pasar input (pasar faktor produksi) dan pasar output (pasar hasil produksi), serta sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat luar negeri.
  • Peran konsumen meliputi:
    1. sebagai pemakai barang,
    2. penyedia produksi,
    3. memperlancar perputaran barang, dan
    4. penerima imbalan jasa atas penggunaan faktor produksi.
  • Peran produsen meliputi:
    1. sebagai penghasil barang,
    2. pengguna dan pemberi balas jasa atas faktor produksi,
    3. meningkatkan PDB, dan
    4. inovasi-inovasi di bidang produksi.

Ringkasan Materi Ekonomi tentang Harga dan Pasar

  • Permintaan merupakan kegiatan untuk membeli barang pada berbagai tingkat harga, yang terdiri dari permintaan efektif dan permintaan absolut.
  • Hukum permintaan berbunyi “jika harga naik, maka jumlah barang yang diminta berkurang dan jika harga turun, maka jumlah barang yang diminta bertambah sehinnga kurva permintaan melereng dari kiri atas ke kanan bawah”.
  • Faktor yang memengaruhi permintaan di antaranya pendapatan, selera, jumlah penduduk, harga barang lain, ramulan harga, adanya barang substitusi dan kegunaan akan barang.
  • Penawaran merupakan kegiatan untuk menjual barang pada berbagai tingkat harga.
  • Hukum penawaran berbunyi “Jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan meningkatkan dan sebaliknya, sehingga kurva penawaran bergeser dari kiri bawah ke kanan atas”.
  • Faktor yang memengaruhi penawaran dan permintaan:
    1. Biaya produksi
    2. Teknologi
    3. Bahan baku
    4. Banyaknya produsen
    5. Laba yang diharapkan
  • Fungsi permintaan dirumuskan P = a – bQ atau Q = a – bP dan fungsi penawaran dirumuskan P = a + bQ atau Q = a + bP. 
  • Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau jumlah barang yang ditawarkan.
  • Elastisitas terdiri atas:
    1. Elastisitas harga
    2. Elastisitas silang
    3. Elastisitas pendapatan
  • Macam-macam sifat elastisitas:
    1.  Elastis
    2.  Inelastis
    3.  Uniter
    4.  Elastis sempurna
    5.  Inelastis sempurna
  • Harga keseimbangan merupakan harga yang terjadi pada saat jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Grafiknya dapat bergeser ke kiri dan bergeser ke kanan. Pd = Ps atau Qd = Qs
  • Pembeli digolongkan menjadi:
    1. Pembeli marginal
    2. Pembeli supermarginal
    3. Pembeli submarginal.
  • Penjual digolongkan menjadi:
    1. Penjual marginal
    2. Penjual supermarginal
    3. Penjual submarginal
  • Peranan pemerintah dalam menentukan harga adalah dengan penentuan harga maksimum dan harga minimum.
  • Bentuk pasar terdiri atas:
    1. Pasar persaingan sempurna
    2. Pasar persaingan tidak sempurna, meliputi pasar monopoli, pasar oligopoli, dan
    3. pasar monopolistik.
    4. Pasar faktor produksi/pasar input merupakan tempat bertemunya permintaan dan penawaran faktor produksi.
  • Pasar input meliputi:
    1. Pasar faktor produksi alam
    2. Pasar faktor produksi tenaga kerja
    3. Pasar faktor produksi modal
    4. Pasar faktor produksi pengusaha
  • Teori nilai faktor produksi terdiri atas teori sewa tanah, teori upah tenaga kerja, teori bunga modal, dan teori laba usaha.

Ringkasan Materi Kebijakan Ekonomi Pemerintah

  • Ekonomi mikro merupakan ilmu yang mempelajari aktivitas ekonomi yang bersifat kecil (parsial), yang umumnya membahas tiga masalah pokok dalam ekonomi modern, yaitu what, how, dan for whom.
  • Ruang lingkup yang dipelajari dalam ekonomi mikro di antaranya:
    1. permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan,
    2. teori perilaku konsumen dan produsen,
    3. biaya, penerimaan dan laba,
    4. pasar,
    5. permintaan akan input,
    6. mekanisme harga dan distribusi pendapatan.
  • Ekonomi makro merupakan ilmu yang mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan atau membahas variabel ekonomi agregatif, yang dapat menunjukkan hubungan yang bersifat kausal dan hubungan yang bersifat fungsional.
  • Ruang lingkup ekonomi makro di antaranya:
    1. pendapatan nasional,
    2. perekonomian dua sektor dan tiga sektor,
    3. kebijakan fiskal dan moneter,
    4. pasar uang,
    5. pasar tenaga kerja,
    6. inflasi dan cara mengatasi,
    7. perdagangan internasional dan neraca pembayaran,
    8. pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
  • Masalah yang dihadapi pemerintah dalam menjalankan kegiatan perekonomian  antara lain:
    1. pertumbuhan ekonomi,
    2. ketidakstabilan ekonomi,
    3. pengangguran dan inflasi,
    4. neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
  • Tujuan utama kebijakan ekonomi makro adalah tingkat kesempatan kerja yang tinggi, peningkatan kualitas produksi nasional, pendapatan nasional yang tinggi, keadaan perekonomian yang stabil, neraca pembayaran yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang rendah.
  • Bentuk-bentuk kebijakan ekonomi makro, di antaranya:
    1. kebijakan fiskal
    2. kebijakan moneter
    3. kebijakan segi penawaran

Ringkasan Materi Ekonomi tentang Pendapatan Nasional

  • Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat/ pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun waktu tertentu (1 tahun).
  • Besarnya pendapatan nasional dapat ditentukan melalui tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan produksi,
    • Pendekatan pendapatan, dan
    • Pendekatan pengeluaran.
  • Tujuan dan manfaat mempelajari pendapatan nasional antara lain:
    • Untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara
    • Untuk mengetahui perkembangan perekonomian suatu negara
    • Untuk mengetahui tingkat kemakmuran negara
    • Untuk membandingkan perekonomian antarnegara di dunia
    • Untuk pengambilan kebijakan ekonomi
  • Komponen pendapatan nasional terdiri atas:
    • Sisi produksi
    • Sisi pengeluaran, dapat dirumuskan: GNP = C + I + G + (X – M)
    • Sisi pendapatan, dapat dirumuskan: PN = r + w + i + p
  • Ukuran penghitungan pendapatan nasional, yaitu: GDP atau PDB, GNP atau PNB, NNP atau PNN, PI dan DI.
  • Faktor-faktor yang memengaruhi komponen pendapatan nasional, yakni:
    1. Pihak pembeli atau konsumen, yang dirumuskan: Y = C + S
    2. Pihak penjual atau produsen, yang dirumuskan: Y = C + I
  • Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk, seandainya pendapatan nasional dibagi rata kepada setiap warga negara.
  • Sebab-sebab inflasi:
    1. permintaan melebihi penawaran,
    2. meningkatnya biaya produksi,
    3. meningkatnya jumlah uang yang beredar,
    4. berkurangnya jumlah barang di pasaran,
    5. inflasi dari luar negeri, dan
    6. inflasi dari dalam negeri.
  • Jenis-jenis inflasi di antaranya:
    1. Dilihat dari laju kecepatannya, meliputi inflasi lunak, inflasi cepat, dan inflasi
    2. meroket.
    3. Dilihat dari parah tidaknya, meliputi inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat
    4. dan inflasi sangat berat/hiperinflasi.
    5. Dilihat dari sumbernya, meliputi inflasi dari dalam negeri dan inflasi dari luar
    6. negeri.
  • Cara mengatasi inflasi antara lain:
    1. Kebijakan moneter, terdiri atas: politik diskonto, politik pasar terbuka, politik pembatasan kredit, politik uang ketat, dan politik cadangan kas.
    2. Kebijakan fiskal, terdiri atas: mengurangi pengeluaran negara, penghematan pengeluaran, pengurangan utang luar negeri dan mengefektifkan pajak.
    3. Kebijakan nonmoneter, terdiri atas: peningkatan produksi, kebijakan upah, pengendalian dan pengawasan harga.
  • Akibat deflasi antara lain:
    1. terhambatnya pertumbuhan ekonomi,
    2. masyarakat berpenghasilan rendah tidak dapat menjangkau harga barang,
    3. menimbulkan pengangguran,
    4. masyarakat cenderung menyimpan barang, dan
    5. nilai mata uang mengalami penurunan.

Ringkasan Materi Ekonomi tentang Konsumsi dan Investasi

  • Pendapatan suatu negara digunakan untuk konsumsi, dan bila terdapat saldo maka akan ditabung. Seandainya pendapatan yang dikonsumsi tersebut terdapat sisa yang tidak ditabung, maka akan diinvestasikan yang dapat dirumuskan:
    • Y = C + S
    • Y = C + I
  • Fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara konsumsi (C) dengan pendapatan (Y), dan setiap ada perubahan pendapatan akan mengakibatkan perubahan konsumsi, sehingga dapat ditentukan besarnya MPC.
  • Fungsi konsumsi dirumuskan: C = a + b Y
  • Fungsi tabungan adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara besarnya tabungan dengan besarnya pendapatan, dan setiap ada kenaikan pendapatan akan berakibat kenaikan tabungan, sehingga dapat ditentukan MPS.
  • Fungsi tabungan: S = -a + (1 – b) Y
  • Hubungan antara MPC dengan MPS dapat ditunjukkan bahwa MPC + MPS = 1
  • Permintaan investasi (penanaman modal) merupakan pengeluaran perusahaan untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi.
  • Fungsi atau kurva investasi digambarkan sejajar dengan sumbu datar atau horizontal.
  • Faktor yang memengaruhi besar kecilnya investasi di antaranya:
    • tingkat keuntungan,
    • tingkat bunga,
    • kondisi ekonomi di masa mendatang,
    • kemajuan teknologi,
    • tingkat pendapatan nasional, dan
    • keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Ringkasan Materi Ekonomi tentang Uang dan Perbankan

  • Uang adalah alat untuk mempermudah pertukaran, yang secara umum dapat diterima untuk pembelian barang-barang dan jasa-jasa sekaligus sebagai alat untuk pembayaran utang.
  • Syarat-syarat uang yaitu digemari umum, mudah disimpan, tahan lama, dapat dibagibagi tanpa mengurangi nilainya, nilainya relatif stabil, dan jumlahnya memenuhi kebutuhan.
  • Jenis-jenis uang dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
    • Berdasarkan bahan, meliputi uang logam dan uang kertas.
    • Berdasarkan lembaga pembuatnya, meliputi uang kartal dan uang giral.
    • Berdasarkan nilai, meliputi uang bernilai penuh dan uang tidak bernilai penuh.
    • Berdasarkan kawasan/daerah berlakunya, meliputi uang domestik dan uang
    • internasional.
  • Permintaan uang dapat berasal dari pihak perseorangan, pengusaha, investor dan pemerintah, yang bertujuan untuk transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.
  • Penawaran uang berasal dari pemerintah (bank sentral), yang dapat memengaruhi tingkat harga, tingkat bunga, dan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara.
  • Teori kuantitas uang menurut Irving Fisher dirumuskan MV = PT, dan besarnya V dan T dianggap konstan.
  • Nilai uang dibedakan menjadi nilai nominal, nilai intrinsik, nilai internal, dan nilai eksternal.
  • Standar uang yang digunakan suatu negara dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
    • standar kertas
    • standar logam, yang terdiri atas monometalisme dan bimetalisme.
  • Standar moneter dapat dikategorikan sebagai berikut.
    • Standar barang, terdiri atas: standar emas, standar perak, dan standar kembar
    • Standar kepercayaan
  • Menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
  • Menurut UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang tersebut.
  • Menurut jenisnya lembaga keuangan bukan bank (LKBB) terdiri atas lembaga pembiayaan pembangunan, lembaga perantara penerbitan dan perdagangan suratsurat, serta lembaga penjamin kredit.
  • Produk LKBB dapat berupa perusahaan pembiayaan, sewa guna, anjak piutang, pegadaian, kartu kredit, asuransi, dan penyelenggara dana pensiun.
  • Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan pinjammeminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan peminjam untuk melunasi utangnya dengan bunga atau imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
  • Kebijakan moneter merupakan kebijakan untuk mengendalikan atau memengaruhi jumlah uang yang beredar, yang dilakukan oleh Bank Indonesia.