Rangkuman Materi SB Seni Budaya Lengkap Kelas 10 SMA/SMK/MA (Bab 1-6)

Rangkuman materi seni budaya kelas 10 untuk SMA, SMK dan MA bisa Anda dapatkan secara lengkap dan juga gratis. Hal itu dilakukan untuk memahami setiap pembelajaran dengan lebih detail dan juga rinci. Sebab untuk memahami seni memang dibutuhkan pengetahuan dan juga teori yang sangat detail dan mendasar sehingga bisa mempraktekkannya dengan lebih baik.

Seni memang menjadi pembelajaran yang favorit bagi sebagian murid. Akan tetapi, banyak orang yang beranggapan bahwa seni lebih banyak mengedepankan praktek dibandingkan teori. Namun, hal itu tidaklah benar sepenuhnya karena teori juga dibutuhkan untuk memahami bagaimana setiap teknik tersebut bisa diaplikasikan untuk menghasilkan karya yang menakjubkan.

Pemahaman tentang teori seni budaya juga akan mengantarkan seseorang untuk mengerti tentang penggolongan maupun klasifikasi seni. Kemudian juga hal apa saja yang telah ada. Sehingga bisa dijadikan patokan maupun juga inspirasi untuk menghasilkan suatu inovasi di bidang karya yang penuh dengan nilai artistik tentunya. Maka dari itu, perlunya untuk mempelajari setiap rangkuman materi seni budaya secara lengkap dan juga memiliki dasar yang akan mengantarkan pada pemahaman yang lebih baik.

BAB 1: Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi (2D)

Karya seni rupa berdasarkan dimensi :

  1. karya seni rupa dua dimensi adalah karya yang memiliki dua ukuran dalam karyanya.
  2. karya seni rupa tiga dimensi adalah karya yang memiliki tiga ukuran atau memiliki ruang dalam karyanya.

Karya seni rupa berdasarkan fungsinya :

  1. Karya seni rupa terapan (applied art) adalah karya yang diibuat berdasarkan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis. fungsinya agar memperindah bentuk dan tampilan sebuah benda serta menambah kenyamanan pengguna.
  2. Karya seni rupa murni merupakan karya yang dibuat dengan mengutamakan keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya. fungsinya sebagai sebuah karya yang dimanfaatkan estetikanya untuk memperindah ruangan atau tempat tertentu.

Jenis unsur dalam seni rupa :

  1. unsur fisik, adalah unsur yang dapat secara langsung dilihat atau diraba, disusun menggunakan prinsip penataan.
  2. unsur non fisik, adalah prinsip umum yang digunakan untuk menempatkan unsur fisik dalam sebuah karya seni, membentuk komposisi obyek gambar atau lukisan yang unik dan menarik.

Macam unsur seni rupa terdiri dari; 

  • garis (line), 
  • raut (bidang bentuk), 
  • ruang, 
  • tekstur, 
  • warna, 
  • gelap-terang.

Medium, Bahan, dan Teknik seni rupa :

  1. Medium dan bahan karya seni rupa, bahan utama (medium) karya seni rupa seperti kanvas, cat, kayu, kuas dll.  Bahan karya seni rupa terdiri dari bahan alami dan sintetis.
  2. Alat berkarya seni rupa, yaitu alat tulis, gunting, pisau, alat pengering, alat pengukur dll.
  3. Teknik berkarya seni rupa, perupa dituntut menguasai teknik berkarya pada masing – masing seninya seperti; melukis, memahat, batik.

BAB 2: Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi (3D)

Karya seni rupa tiga dimensi adalah seni yang memiliki tiga ukuran dan dapat dilihat dari banyak sisi.

Jenis seni rupa tiga dimensi terdiri dari; seni rupa terapan, dan seni rupa murni.

Simbol dalam seni rupa dimaknakan sebagai simbol yang terkandung dalam karya seni baik secara wujud objek atau unsur rupanya. Simbol seni rupa tiga dimensi seperti; patung, tugu, dan monumen merupakan seni yang memiliki makna dan simbol tertentu.

Sifat nilai estetis seni rupa:

  1. Bersifat Objektif, memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri, yang dimaknakan tampak tak kasat mata.
  2. Bersifat Subyektif, keindahan seni rupa tidak hanya terletak pada unsur – unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan pula oleh selera orang yang melihatnya.

BAB 3: Jenis Musik

Definisi musik, musik adalah bunyi yang enak didengar serta terdiri dari ritme dan melodi.

Musik merupakan salah satu kebutuhan ekspresif manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide melalui bunyi yang dihasilkan beragam instrumen bernada atau perkusif.

Simbol atau elemen musik terdiri dari:

  1. Nada (pitch), tinggi rendahnya suatu bunyi.
  2. Ritme, durasi pada setiap bunyi.
  3. Dinamika, Perubahan pada bunyi yang terdegar keras menjadi semakin lembut (decrescendo) atau bunyi yang terdengar lembut menjadi semakin keras (crescendo).
  4. Tempo, Kecepatan musik atau lagu; sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat.

Musik sering digunakan oleh manusia dalam acara hiburan atau acara keagaamaan.

Fungsi musik:

  1. Fungsi sebagai hiburan, untuk menghibur pendengar atau menyenangkan pendengar.
  2. Fungsi sebagai ritual, hal ini sangat berkaitan dengan nilai – nilai kepercayaan atau agama yang diyakini oleh anggota masyarakat yang memiliki musik itu.

BAB 4: Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Kolaborasi seni adalah menggabung dua seni atau lebih agar menjadi suatu kesatuan yang indah untuk dinikmati.

Eksplorasi musik umumnya menggunakan alat – alat sederhana perkusif untuk menemukan beragam macam bunyi.

Eksplorasi bunyi merupakan salah satu cara yang dilakukan manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide tentang kehidupan melalui permainan musik.

Ekplorasi bunyi dilakukan dengan mengembangkan sumber bunyi atau instrumen, mengembangkan simbol musik (nada, dan ritme).

Gerakan tubuh dalam permainan musik bertujuan memperlihatkan nilai estetik, hubungan antara kesesuaian pola gerakan dan musik seperti; tempo dan irama.

BAB 5: Jenis Tari

Seni tari merupakan cabang seni yang menggunakan tubuh sebagai media dan geraknya merupakan elemen pokok dalam tari yang terdapat unsur ruang, waktu dan tenaga.

Fungsi Tari

  1. Tari sebagai sarana upacara
  2. Tari sebagai sarana hiburan
  3. Tari sebagai sarana pertunjukan 
  4. Tari sebagai saran pendidikan

Simbol dalam tari terdapat dalam gerakannya yaitu  maksud dari suatu tarian, karena tari adalah ekspresi jiwa sehinga memiliki maksud tertentu. 

Gerak tari berasal dari pengolahan hasil perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu; gerak murni dan gerak maknawi. kedua gerakan ini jika padukan satu akan menjadi sebuah tarian.

Estetika dalam tari merupakan kemampuan dari gerakan tari yang memberikan pengalaman estetis ketika diamati, dapat berdasarkan faktor subjektif dan objektif.

Jenis tari berdasarkan penyajian : 

  1. Tari Tradisional, tari ini terbagi lagi yaitu ada; tari primitif, tari rakyat, dan tari klasik.
  2. Tari Kreasi Baru

Gerakan Badan pada Tari

  1. Hoyog, gerakan badan condong kesamping kanan atau kiri
  2. Engkyek, gerakan badan condong ke kiri atau ke kanan
  3. Polatan, gerakan arah pandangan 
  4. Oklak, gerakan pundak ke depan dan belakang
  5. Entrag, gerakan menghentakkan badan ke bawah berkali-kali.

Gerakan kepala dalam tari jawa yaitu : pacak gulu, gebesan, gileg, gelieur, anggukan dan gelengan kepala tengok kanan dan kiri.

Gerakan Kaki

  1. Debeg, menghentakkan ujung telapak kaki
  2. Kengser, bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan kedua telapak kaki
  3. Srisig, lari kecil dengan berjinjit
  4. Trecet, telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan
  5. Tunjak tancep, sikap berdiam diri.

Gerakan Tangan

  1. Malengkerik, gerakan posisi tangan berkacak pinggang
  2. Menthang, gerakan meluruskan tangan kesamping 
  3. Nggrodha, yaitu gerakan siku ditekuk
  4. Panggel, gerakan mengadu panggkal pergelangan tangan

BAB 6: Kreativitas Tari

Kreativitas tari merupakan penyusunan karya seni yang menggunakan pembendaharaan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian dan pengembangan gerak yang belum terpola sebelumnya  menjadi sebuah tarian.

Langkah utama dalam proses membuat sebuah karya tari mencari ide – ide dengan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi.

Proses kreativitas tari dilakukan dengan tahapan yaitu

  1. Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.
  2. Improvisasi yaitu spontanitas karena memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakuakan mulai gerak yang sederhana kemudian dikembangkan. 
  3. Komposisi atau penciptaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi kesatuan yang utuh.

Menyusun karya tari, memadukan gerak maknawi dengan gerak murni yang dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan mencakup arah gerak serta arah hadap. 

Ada dua macam arah dalam menari

  1. Arah Hadap, menunjukkan kemana penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, menengadah atau menunduk. 
  2. Arah Gerak (lintas gerak), menunjukkan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig-zag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb.dap.

Jenis gerak tari

  1. Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak yang dalam pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari tersebut.  hal yang dipertimbangkan dalam gerakan ini adalah faktor nilai keindahan gerak tarinya saja.
  2. Gerak maknawi adalah gerak mentah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud disamping keindahannya.

Merangkai gerak tari agar menarik  memerlukan keseimbangan dasar dengan elemen lain yaitu memperhatikan:

  1. Irama sebagai pengiring dan mempertegas gerak
  2. Penguasaan ruangan dengan desain atas, bawah, dan medium 
  3. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan sesuai dengan jumlah penari
  4. Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema

Desain Musik, merupakan bagian yang terpenting dalam tari, karena musik merupakan bagian pendukung dalam seni tari; sebagai pengirin, pemberi suasana,dan memberikan ilustrasi/ekspresi.

Musik dapat mengatur cepat atau lambatnya gerakan dan membantu mewujudkan dramatik.