Sejarah Teori Atom Dalton

Atom dipercaya sebagai partikel terkecil yang ada di alam semesta, namun unsur inilah yang menjadi penyusun materi-materi kecil maupun besar yang ada di dunia ini. Pada awalnya, teori mengenai atom sebagai unsur partikel terkecil di dunia pertama kali diungkapkan oleh ilmuwan ahli falsafat bernama Demokritos pada era Yunani Kuno.

Meski begitu, banyak ilmuwan meragukan pendapat tersebut lantaran tidak disertai dengan bukti dan penelitian ilmiah yang mendukung. Sehingga banyak ilmuwan yang melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenaran teori tersebut. 

John Dalton (1776-1844), seorang ilmuwan Fisika asal Inggris mulai melakukan penelitian pada tahun 1803-1808 dan berhasil mengembangkan model atom yang disebut Model Atom Dalton.  

Dalam teorinya Dalton menjelaskan bahwa atom adalah zat yang sudah tidak dapat dibagi atau diuraikan lagi menjadi zat-zat yang lebih kecil. Teori Atom Dalton dikenal sebagai teori atom yang paling sederhana namun membawa pengaruh besar dalam perkembangan model atom di dunia. Tercatat bahwa teori atom milik John Dalton adalah teori tertua yang membahas tentang atom.

Sejarah Teori Atom Dalton

Meskipun konsep tetang atom pertama kali dicetuskan oleh Demokratos, namun John Dalton sebagai seorang ahli meteorologi dan kimia merupakan orang pertama yang merumuskan deskripsi tentang atom modern sebagai blok bangunan yang tersusun untuk membentuk struktur kimia. 

Dalton mengembangkan hukum perbandingan ganda (pertama kali dikenalkan tahun 1803)  atas dasar pemahaman dan materi dari dari dua ilmuwan sebelumnya yang bernama Joseph Proust dan Antonio Lavoisier.

Proust sendiri telah memiliki pengalaman dalam mempelajari serta memahami oksidasi senyawa pada Timah. Dalam pengalamannya untuk mengetahui lebih banyak tentang oksidasi Timah, ia bahkan banyak menemukan informasi penting. 

Beberapa informasi penting tersebut  antara lain massa Timah (II) adalah (88,1%) dengan kandungan Oksigen sebesar (11,9%), sedangkan Timah Dioksida memiliki massa (78,7%) dan kandungan Oksigen sebesar (21,3%). 

Setelah memahami serta mempelajari penemuan Proust tentang Timah, Dalton mencatat dan menyimpulkan bahwa 100g timah memiliki potensi untuk bercampur dengan 13,5g atau 27g oksigen dan membentuk rasio 1:2. 

Dari pemahaman tentang Timah serta beberapa percobaan yang ia lakukan, Dalton menjelaskan bahwa satu atom dari senyawa Timah memiliki potensi untuk bergabung dengan satu, dua atau bahkan beberapa atom. 

Melalui teori ini Dalton juga menjelaskan mengapa air mampu menyerap gas yang berbeda dalam proporsi yang berbeda. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa air menyerap Karbon Dioksida jauh lebih baik daripada menyerap Nitrogen. Dalton berhipotesis ini disebabkan oleh adanya perbedaan massa dan kompleksitas dari masing-masing partikel gas. Hal ini juga disebabkan oleh molekul Karbon Dioksida (CO2) yang lebih berat dan lebih besar jika dibandingkan dengan molekul Nitrogen (N2).

Dalton mengusulkan bahwa setiap unsur kimia terdiri dari satu jenis atom yang unik. Meskipun mereka tidak dapat diubah atau dihancurkan secara kimia, namun secara kimia mereka dapat bergabung dan membentuk struktur yang lebih kompleks.  

Dikarenakan kesimpulan Dalton diambil melalui eksperimen dan pemeriksaan hasil secara empiris, teori tersebut menjadi teori pertama yang benar-benar ilmiah. 

Inti dari Teori Atom Dalton

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan beberapa hal penting mengenai teori atom yang dikemukanan oleh Dalton. 

  1. Semuanya materi yang ada di dunia ini terdiri dari kumpulan atom yang sudah tidak bisa diuraikan lagi. 
  2. Atom-atom dengan jenis yang sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom-atom dengan unsur tidak sejenis memiliki sifat yang berbeda.
  3. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki variasi dalam hal ukuran dan massa.
  4. Senyawa diproduksi melalui kombinasi bilangan bulat yang berbeda dari atom.
  5. Reaksi kimia menghasilkan penataan ulang atom dalam senyawa reaktan dan produk.

Teori Atom Dalton hanya dapat bertahan selama 90 tahun dan telah direvisi selama bertahun-tahun untuk memasukkan keberadaan isotop atom dan interkonversi massa dan energi.Selain itu, penemuan partikel subatom telah menunjukkan bahwa atom dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.  

Mesikipun teori atom yang dicetuskan oleh Dalton masih memiliki kekurangan, keberadaan Dalton dalam pengembangan teori atom modern telah diakui dengan menamai satuan massa atom dengan nama 'Dalton'.

Sekian penjelasan tentang teori atom Dalton mulai dari sejarah hingga inti penting dari isi Teori Atom Dalton. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu anda.