Sifat-sifat Bunyi dan Jenisnya

Pada ilmu fisika, suara yang diperoleh saat getaran suatu benda bergerak lewat sebuah medium sampai memasuki gendang telinga pada diri manusia. Kemudian apa saja yang mempengaruhi sifat-sifat bunyi tersebut?

Bunyi diperoleh dengan bentuk gelombang maupun juga juga tekanan. Apabila suatu objek bergetar, hal tersebut menjadikan molekul udara yang terdapat di sekitarnya yang juga bergetar. Hal tersebut adalah reaksi beruntun yang mengarah dengan getaran gelombang pada suara yang ada di semua medium. Dikutip dari berbamacam sumber berikut merupakan sifat-sifat bunyi beserta jenisnya.

Sifat-sifat dari  Bunyi

Melansir dari buku yang merupakan karya dari Prof. Yohanes Surya, Ph.D yang memiliki berjudul “Getaran dan Gelombang (Persiapan untuk Olimpiade Fisika)” hal itu meliputi sifat-sifat bunyi maupun juga energi bunyi. Berikut ini ulasannya:

  1. Bunyi sudah bisa dipantulkan (refleksi)

Hal itu sama halnya dengan cahaya, bunyi juga bisa bila dipantulkan. Fenomena yang memperlihatkan sifat bunyi bisa dipantulkan contohnya seperti saat gaung maupun juga gema.

  1. Bunyi bisa untuk  diserap

Hal itu berkebalikan dengan sifat bunyi dari yang pertama. Selain bisa dipantulkan bunyi juga bisa untuk diserap. Maka dari itu, studio musik, kemudian ruangan teater kemudian ada juga bioskop menggunakan peredam dalam menyerap bunyi supaya kita yang ada di dalamnya bisa merasakan suara yang terdapat pada alat musik maupun juga film dengan lebih leluasa.

  1. Bunyi mengarah lewat suatu media

Terbebas daripada sifat-sifat bunyi yang terdapat di atas. Hal yang lebih penting bagi kalian dalam mengetahui ialah bunyi merambat lewat suatu media. Baik media tersebut berupa zat cair, padat, maupun juga gas.

Misalnya hal yang paling jelas adalah bunyi yang merambat yang memerlukan media ialah ketika terjadi petir dan bisa juga memperoleh guntur. Suara yang keras yang diperoleh dapat hingga mencapai telinga kita walaupun jaraknya dengan ratusan meter, apabila bunyi sedang merambat lewat udara yang ada di sekitar.

  1. Bunyi bisa untuk dibiaskan

Tahukah kalian tentunya sifat-sifat bunyi memang lebih banyak memiliki kemiripan dengan suatu cahaya. Satu di antaranya adalah bunyi itu bisa dibiaskan. Misalnya pada saat guntur yang ada pada malam maupun jug siang hari akan mempunyai perbedaan.

Pada dasarnya, suara petir jauh lebih keras saat terjadi pada malam hari. Hal tersebut disebabkan oleh partikel udara yang ada di malam hari sehingga lebih rapat sebab suhu yang lebih rendah. Sedangkan, udara yang ada pada siang hari memang lebih renggang penyebab panas maupun juga cuaca yang agak lebih tinggi. 

  1. Interferensi maupun juga Pelayangan

Terdapat juga sifat-sifat bunyi lainnya, hal itu seperti Interferensi maupun juga Pelayangan. Interferensi merupakan perpaduan yang terjadi antara dua gelombang bunyi yang tidak sama kemudian saling menjalin hubungan dengan medium yang persis 

Kemudian juga, pelayangan bunyi ialah saat dua bunyi yang keras maupun dua bunyi yang termasuk lemah sehingga akan terjadi dengan cara runut. Apabila kedua gelombang yang sedang bunyi kemudian merambat secara serentak, bunyi paling tinggi akan diperoleh ketika fase keduanya persia. Bila kedua getaran saling bertentangan fase, maka akan memperoleh bunyi yang paling lemah.

Jenis-jenis Bunyi yang merunut pada Frekuensi

Terdapat banyak jenis dari gelombang bunyi yang tidak sama termasuk yang terdengar, kemudian juga yang tak terdengar, maupun juga yang tak menyenangkan, bahkan menyenangkan, keras, lembut, kebisingan serta musik. Anda bisa saja mendapatkan suara yang diperoleh dari pemain piano yang lembut, terdengar, serta lebih musikal. Sedangkan suara dari pembangunan jalan yang terdapat pada Sabtu pagi termasuk terdengar, pastinya tidak menyenangkan dan juga lembut.

Suara yang lain, seperti halnya peluit anjing, tak terdengar dari telinga manusia. Hal tersebut disebabkan peluit anjing memperoleh gelombang suara yang terdapat di bawah rentang dari pendengaran manusia yaitu sekitar 20 Hz sampai 20.000 Hz. Gelombang yang berada di bawah 20 Hz disebut juga dengan gelombang infrasonik (infrasonik). Namun, untuk frekuensi yang lebih besar di atas 20.000 Hz maka dapat dikatakan sebagai gelombang ultrasonik atau juga ultrasound.

  1. Gelombang Infrasonik

Gelombang dari infrasonik mempunyai frekuensi yaitu di bawah 20 Hz. Hal itu membuatnya tak bisa  terdengar dari telinga manusia. Untuk para ilmuwan memakai infrasonik dalam mendeteksi gempa bumi maupun juga letusan gunung berapi, kemudian memperoleh formasi seperti batuan maupun juga minyak bumi yang berada pada bawah tanah, serta digunakan dalam mempelajari aktivitas yang ada pada jantung manusia.

Walaupun memang belum mampu dalam mendengar infrasonik, banyak gelombang infrasonik yang dimanfaatkan dalam berkomunikasi pada alam. Paus, nil, kuda, badak, gajah, jerapah, dan buaya seluruhnya memakaikan infrasonik dalam berkomunikasi untuk melintasi jarak yang sangat mengesankan

  1. Gelombang Ultrasonik

Gelombang suara yang mempunyai frekuensi yang lebih besar dari 20.000 Hz akan memperoleh gelombang ultrasonik. Sebab, ultrasound akan menjadi pada frekuensi yang berada di luar jangkauan dari pendengaran manusia, hal itu tak terdengar untuk telinga manusia.

Ultrasound sangat sering dipakaikan oleh spesialis medis yang memakaikan sonogram dalam memeriksa organ pada pasien mereka. Beberapa dari aplikasi ultrasound yang masih kurang diketahui termasuk juga dengan navigasi, pencampuran sampel, pencitraan, komunikasi, dan pengujian. Sedangkan di alam, kelelawar memberikan cahaya gelombang berupa ultrasonik dalam mencari mangsa dalam rangka menghindari rintangan.

Istilah-istilah Lain yang meliputi Bunyi

  1. Frekuensi  (Pitch)

Pitch merupakan kualitas yang akan memungkinkan kita dalam menilai suatu suara hal itu sebagai “yang lebih tinggi” kemudian juga “lebih rendah. Hal itu menghadirkan metode dalam mengatur suara yang berdasarkan skala dan juga berbasis frekuensi. Pitch bisa pula diartikan dengan istilah musik pada suatu frekuensi, walaupun  tidak mesti sama persis.

Suara yang bernada tinggi mengakibatkan molekul yang berosilasi dengan lebih cepat, Kemudian suara yang bernada rendah mengakibatkan osilasi yang lebih lambat. Pitch cuma bisa dipastikan saat suara mempunyai frekuensi yang jelas sehingga cukup konsisten saat membedakannya dari pada kebisingan. Sebab, nada khususnya didasarkan dengan persepsi dari pendengar, hal itu bukan properti fisik dari suara yang termasuk objektif.

  1. Amplitudo atau juga Dinamika

Amplitudo merupakan  gelombang suara yang menjadi penentu untuk kenyaringan relatif. Pada musik, kenyaringan nada dikenal dengan tingkat dinamis. Sedangkan fisika, dimanfaatkan dalam mengukur amplitudo gelombang dari suara pada desibel (dB), yang tak sesuai dengan besaran dinamis.

Amplitudo yang termahk lebih tinggi sama dengan suara yang juga lebih keras, tetapi amplitudo yang agak lebih pendek sama dengan suara yang termasuk lebih tenang. Walaupun demikian, penelitian sudah memperlihatkan bahwa manusia beranggapan suara yang terdapat pada frekuensi yang sangat rendah kemudian sangat tinggi akan lebih lembut dibandingkan suara pada frekuensi yang menengah, apalagi saat mereka mempunyai amplitudo yang persis 

  1. Timbre atau Warna Nada

Timbre merujuk dengan warna nada, maupun juga “rasa” suara. Suara yang meliputi berbagai timbre memperoleh bentuk dari gelombang yang tidak sama. Kemudian yang mempengaruhi dari interpretasi pada suatu suara. Suara yang diperoleh dari piano mempunyai warna nada yang tidak sama dengan suara pada gitar.

Pada  fisika, hal itu disebutkan sebagai timbre suara. Dengan itu yang menjadikan manusia mencari ciri dari suara dengan cara lebih cepat (contohnya saja suara meong kucing, kemudian suara  air mengalir, hingga suara teman).

  1. Durasi maupun juga Tempo/Irama

Pada musik, durasi merupakan jumlah dari waktu nada, maupun juga nada yang sedang berlangsung. Mereka bisa diinterpretasikan  sebagai hal yang panjang, pendek, maupun juga memerlukan beberapa dari waktu. Durasi pada nada begitu pula dengan nada yang berpengaruh pada timbre serta ritme suara.

Suatu karya piano yang klasik lebih cenderung mempunyai nada-nada dengan tempo yang lebih lama dibandingkan dengan nada-nada yang dijalankan oleh seorang kibordis di suatu konser pop. Pada fisika, tempo suara maupun nada akan mulai sesudah suara terdaftar hingga berakhir setelah tak bisa dideteksi.

Seperti inilah sifat-sifat bunyi maupun juga beberapa dari jenisnya yang bisa kalian ketahui.