5 Jenis Gelombang yang Ada Pada Otak Manusia

gelombang otak pada manusia

Perlu diketahui bahwa bagian terpenting dari manusia adalah Otak, tanpa adanya Otak manusia sekarang, mungkin apa yang kita kenal “manusia” tidak akan pernah ada, juga semuanya berkat otak kita dapat terus aktif dan hidup di dunia ini.

Baca juga: Mengapa Semua Orang Mengalami Stress Saat Pandemi?

Siapa sangka bahwa ternyat aotak memiliki beberapa tipe gelombang, tipe gelombang ini dibagi menjadi 5 (lima) dan dapat dideteksi melalui mesin EEG (electroencephalograph).

Apa sih kegunaan dari 5 jenis gelombang otak ini? Tentu saja untuk stabilitas kehidupan manusia mulai dari kondisi relaksasi, kondisi stres, kecerdasan, hubungan sosial, dan lain lain semuanya dipengaruhi kinerja otak dan kelima gelombang ini.

RajaBackLink.com

Semua 5 gelombang memilki perannya masing-masing, bisa itu memproses informasi yang baru masuk dan menyetornya ke dalam otak untuk disimpan, bisa juga untuk hal lain, intinya hal ini menjadi sangat fundamental bagi kehidupan manusia.

Baca juga: Apakah Boleh Menghisap Darah Pada Luka?

5 Gelombang Otak: frekuensi untuk dimengerti

gelombang otak kecerdasan genius pintar prestasi

Sebelum artikel ini membahas lebih jauh, kalian harus memahami sendiri apa gelombang otak itu sebenarnya.

Jadi, ringkasannya adalah gelombang otak merupakan cara manusia mengklasifikasi gelombang yang masuk pada otak berdasarkan frekuensinya. Terdapat 5 gelombang otak yang diketahui manusia, yaitu adalah Gamma, Beta, Alpha, Theta dan Delta.

Mungkin kamu tertarik untuk lihat: Manfaat Lavender dalam Menyembuhkan Insomnia atau Susah Tidur

Untuk lebih sederhananya adalah, kelima komponen gelombang ini sebenarnya bekerja setiap waktu, tidak ada misalnya kita menggunakan Gelombang Gamma secara terus menerus tiap hari, hanya saja apabila mungkin kamu dalam kondisi yang sangat serius fokus, maka gelombang Gamma akan lebih dominan terdeteksi melalui mesin EEG (electroencephalograph).

Studi gelombang otak ini menjadi menarik dalam rumpun bidang psikologi karena melalui gelombang otak ini juga kita bisa mengetahui sisi emosional manusia terhadap sesuatu apabila ditekankan pada kondisi mental yang tidak stabil, bisa juga dijadikan sebagai subjek untuk meneliti bagaimana cara memproses informasi baru berdasarkan gelombang-gelombang tertentu yang bekerja secara dominan di otak.

Rekomendasi untuk kamu: Mengapa Manusia Tertawa saat Melihat dan Mendengar Sesuatu yang Lucu?

Mari mengenal 5 gelombang otak tersebut; Gamma; Alpha; Beta; Theta; Delta.

Gelombang Gamma 

Gelombang ini terlibat dalam proses mengolah informasi baru yang cukup berat dan juga untuk melakukan aktivitas yang sangat membutuhkan tingkat kognitif yang tinggi untuk dapat memahaminya seperti halnya saat berlogika kritis, mengerjakan soal matematika tingkat sulit, berpikir secara keras maka gelombang Gamma di otak menjadi dominan.

  • Jarak frekuensi: 40 Hz hingga 100 Hz (frekuensi tertinggi di antara gelombang yang lain).
  • Kelebihan gelombang gamma: kegelisahan, tingkat kepekaan yang tinggi, dan stres.
  • Kekurangan gelombang gamma: kesulitan fokus (hiperaktif), depresi, sulit mempelajari hal baru.
  • Optimal: skill kognitif (pengetahuan), memproses informasi, belajar, REM sleep (bermimp, artinya tidur lebih nyenyak).
  • Cara meningkatkan gelombang: Meditasi dan menggunakan banyak akal pikiran untuk memecahkan problematika sulit.

Gelombang Beta

Gelombang ini terlibat hampir sama dengan gelombang gamma namun dalam jarak frekuensi yang lebih rendah, biasanya yang kita lakukan secara sadar melibatkan gelombang beta, berpikir mengenai ide-ide, belajar, mengambil keputusan, menulis, membaca, dan berpikir kritis dipengaruhi oleh gelombang beta.

  • Jarak frekuensi: 12 Hz hingga 40 Hz (frekuensi tinggi)
  • Kelebihan gelombang beta: adrenalin meningkat, gelisah, tidak mampu fokus, tidak bisa relax.
  • Kekurangan gelombang beta: depresi, kurangnya pemahaman dan lambatnya proses menyimpan memori juga terkait kesulitan fokus.
  • Optimal: terlibat proses memori, menulis, analisis kritis, problem solving, dan fokus.
  • Meningkatkan gelombang: kopi, minuman energi, dan stimulan lainnya.

Gelombang Alpha

Gelombang ini menjadi penengah atau titik tengah di antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Singkat katanya adalah alpha berada di antara gelombang beta dan gelombang theta. Gelombang ini membantu kita untuk lebih rileksasi dan lebih tenang. Ketika kita sedang mengalami fase stres, suatu fenomena bisa saja terjadi dan fenomena itu adalah “Alpha Blocking” dimana aktivitas gelombang beta lebih dominan dan sangat sedikit gelombang alpha.

  • Jarak frekuensi: 8 Hz hingga 12 Hz (frekuensi sedang)
  • Kelebihan gelombang: banyak mengkhayal, susah fokus, terlalu rileks.
  • Kekurangan gelombang: kegelisahan, tingkat stres yang tinggi, insomnia
  • Optimal: relaksasi
  • Meningkatkan gelombang: depresan, relaxants, mariyuana, dan obat penenang lainnya.

Gelombang Theta

Gelombang Theta terlibat pada tingkat emosional dan perasaan seseorang. Kelebihan gelombang theta membuat seseorang menjadi terlalu rileks bahkan setengah sadar. Theta mempunyai banyak manfaat, salah satunya adalah untuk meningkatkan intuisi, mengembangkan kreativitas, dan membuat kita lebih percaya diri (serasa lebih natural). 

  • Jarak frekuensi: 4 Hz hingga 8 Hz (frekuensi lambat)
  • Kelebihan gelombang: tidak bisa fokus secara optimal, hiperaktif, kurang perhatian terhadap sekitar(peka).
  • Kekurangan gelombang: kegelisahan, kurangnya perasaan atau emosional, stres
  • Optimal: kreativitas, koneksi emosional, intuisi, dan relaksasi.
  • Meningkatkan gelombang: depresan

Gelombang Delta

Gelombang ini dalah gelombang yang paling rendah frekuensinya di antara gelombang yang lain karena gelombang ini terkait dengan pelaksanaan aktivitas ketika manusia masih anak-anak, ketika kita mulai beranjak dewasa, maka produksi gelombang delta menjadi semakin dikit dan biasanya hanya ada pada saat kita tidur. Perlu diketahui juga bahwa gelombang delta ini erat kaitannya dengan relaksasi paling dalam, di mana tubuh sangat tenang sekali, salah satu contoh kondisinya adalah ketika kita tidur.

  • Jarak frekuensi: 0 Hz sampai dengan 4 Hz (frekuensi terlambat).
  • Kelebihan: Kerusakan pada otak, tidak bisa berpikir jernih, kelambatan dalam berpikir, tidak bisa belajar.
  • Kekurangan: tubuh tidak bisa relax, kekurangan tidur.
  • Optimal: untuk regenerasi sistem di dalam tubuh, terutama sistem imun agar lebih optimal fungsionalitasnya, sebagai obat dari stres karena bisa merasakan sensasi yang lebih tenang.
  • Meningkatkan gelombang delta: depresan, tidur.

Bagaimana dengan Stimulan yang berasal dari musik?

Saat ini studi mengenai stimulan yang berdasar dari musik masih dikaji lebih dalam tapi menurut hipotesisnya dari Riset Penelitian Organisasi Frontiers dari Swiss menyatakan bahwa beberapa musik dengan melodi yang lambat cenderung meningkatkan gelombang alpha dalam otak dan membuat kita lebih rileks, lalu untuk musik dengan genre rock dan beat yang cukup keras membuat kita cenderung lebih waspada dan lebih sadar.
Sainsologi akan membahas hal ini pada postingan berikutnya, jadi tunggu saja ya!

Sumber: