7 negara favorit tujuan TKI bekerja di luar negeri

7 Negara dengan TKI Terbanyak dan Remitansi Tertinggi

Ada negara favorit tujuan TKI untuk bekerja, apa saja negara tersebut dan mengapa Indonesia sangat suka terhadap 7 negara ini?
Ada negara favorit tujuan TKI untuk bekerja, apa saja negara tersebut dan mengapa Indonesia sangat suka terhadap 7 negara ini?

Ada tujuan favorit para TKI, terutama 7 negara yang akan dibahas dalam artikel ini, karena jumlah TKI di negara tersebut yang sangat banyak dengan jumlah remitansi ke negara Indonesia juga cukup besar.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mulai dikirimkan ke hampir seluruh dunia, kebanyakan mereka bekerja di sektor formal, tetapi ada juga yang bekerja di sektor informal yang biasanya menjadi pembantu rumah tangga.

Remitansi adalah transfer uang dari negara asing ke negara asalnya, jadi TKI ini juga kan punya keluarga di Indonesia, tiap bulan pastinya mengirimkan uang ke keluarganya dari hasil kerjanya di negeri orang tersebut.

Baca juga: 5 Alasan Orang Pindah Kewarganegaraan

7 Negara Favorit Tujuan TKI Berdasarkan Remitansi

1. Arab Saudi

7 tempat favorit TKI bekerja Arab Saudi

Sejak tahun 2011, Indonesia melakukan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah, terutama Arab Saudi. Larangan (moratorium) itu hanya berlaku untuk sektor informal saja seperti mereka yang bekerja sebagai pembantu atau asisten rumah tangga.

Jadi, tidak diperbolehkan lagi mereka mendaftar kerja hanya sebagai asisten rumah tangga karena banyaknya keluhan dan menciptakan reputasi buruk bagi Indonesia yang dikenal sebagai “negara pencetak pembantu.”

Karena kepedulian pemerintah terhadap Warga RI di luar sana, maka dari itu dilakukan moratorium. Tetapi, sampai saat ini mereka yang bekerja di sektor formal sudah ada 150 ribu tenaga kerja sejak tahun 2012.

Baca juga: Mengapa di Indonesia Masih Banyak Angka Kemiskinan?

Tapi di sisi lain, daya tarik Arab Saudi yang memikat TKI bekerja di sana adalah karena adanya Ka’bah yang terletak di Mekkah, sebagai tempat paling suci bagi umat islam.

Dana remintasi yang dibawa pulang oleh TKI dari Arab Saudi ke Indonesia pun mencapai $3,88 miliar USD pada tahun 2018 atau sebesar Rp 55 triliun (kurs sekarang).

Sampai saat ini, Arab Saudi jadi negara dengan dana remitansi tertinggi yang dibawa pulang oleh TKI.

  • Remitansi: 55 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: formal, beberapa ART (informal) masih ada di Arab Saudi

2. Malaysia

kerja di luar negeri malaysia tenaga kerja indonesia

Dari tahun ke tahun, Malaysia tetap menjadi negara tujuan utama bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk bekerja, bahkan jumlahnya kian hari pun semakin bertambah.

Tidak sedikit juga mereka yang sudah memulai kehidupan barunya di Malaysia dan jadi Warga Negara Malaysia karena taraf hidup yang lebih baik.

Baca juga: Kota Unik yang Dijuluki Kota Sampah di Mesir

Selain karena kedekatannya dengan Indonesia dari status sosial dan letak geografis, Malaysia juga menggunakan bahasa yang hampir mirip dengan bahasa Indonesia, yakni bahasa melayu.

Itulah satu dari sekian alasan yang menyebabkan warga Indonesia convert dan migrasi ke Malaysia. Selaras dengan data dari BNP2TKI menyatakan bahwa sudah lebih dari setengah juta warga Indonesia melamar kerja di Negeri Jiran tersebut pada tahun 2012.

Tidak heran jika remitansinya juga salah satu yang tertinggi, posisi kedua di bawah Arab Saudi dengan nilai $3,2 miliar USD atau sekitar Rp 45,3 triliun pada tahun 2018.

  • Remitansi: 45,3 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: formal dan informal

3. Taiwan

TKI di Taiwan, kerja di luar negeri taiwan Jepang

Tidak hanya tempat liburan bagi Warga Negara Indonesia (WNI), ternyata Taiwan juga jadi salah satu tempat favorit tujuan para buruh atau pekerja migran dari Indonesia, dan dengan remitansi ketiga terbesar.

Sejak tahun 2012, sudah ada kurang lebih 320.000 buruh yang bekerja di Taiwan dan jumlahnya akan terus bertambah, kebanyakan di antara mereka bekerja di sektor formal seperti mekanik kapal, buruh pabrik perusahaan teknologi raksasa, ABK, dan lain-lain. Namun, ada juga yang bekerja di sektor informal menjadi asisten rumah tangga.

Taiwan termasuk negara dengan jumlah TKI banyak juga lho, walaupun Taiwan sendiri membatasi masa kerja buruh asing maksimal 3 tahun.

Baca juga: Indikator Tolak Ukur Kemajuan Bangsa Indonesia

Lantaran hal ini, TKI tertarik karena keterikatan kontrak yang singkat sehingga dengan uang remintasi yang cukup banyak dan periode yang singkat agar bisa pulang lagi ke Indonesia menemui keluarga tercinta.

Tahun 2018, uang remitansi yang dibawakan oleh para TKI dari Taiwan adalah sebesar $1,3 miliar USD atau sekitar Rp 18,4 triliun.

  • Remitansi: 18,4 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: mayoritas formal dan beberapa informal

4. Hong Kong

kerja di hong kong gaji buruh pabrik

Hong Kong yang dikenal dengan bisnis properti mewah, bisnis keuangan, dan dunia hiburan seperti Disneyland ini juga ternyata menjadi tujuan favorit TKI bekerja.

Baca juga: Ekspansi Pertama Manusia Asia ke Amerika Utara

Sedikitnya 137 ribu TKI telah diterima bekerja di Hong Kong sejak tahun 2012 dan jumlahnya semakin berkurang disebabkan pada tahun 2014 silam ribuan TKW asal Indonesia unjuk rasa karena seorang buruh bernama Erwiana dianiaya oleh majikannya.

Kendati demikian, bekerja di negara makmur juga memberikan dampak yang positif bagi Indonesia karena hasil remitansinya cukup tinggi.

Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong membawa pulang uang remitansi sebesar $1 miliar USD atau sekitar Rp 14 triliun pada tahun 2018.

  • Remitansi: 14 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: sebagian informal dan sebagian formal

Baca juga: Mengapa Semua Orang Mengalami Stres Saat Pandemi COVID-19?

5. Singapura

kerja di singapura gaji TKI singapura

Siapa yang disangka, ternyata negara yang terdekat dengan Indonesia, bisa dilewati dengan perahu melalui Batam kurang begitu diminati oleh Tenaga Kerja Indonesia.

Ternyata usut demi usut, mendapatkan pekerjaan di Singapura tidak mudah, belum lagi ditambah biaya hidup yang serba mahal di Singapura tersebut.

Melalui laporan terbaru BNP2TKI, sejak tahun 2012 sudah ada 130 ribu TKI bekerja di pulau tersebut. Angkanya cukup banyak ya? Tapi, remitansi yang dibawa justru tidak sebanyak yang diharapkan.

Uang yang dibawa oleh TKI di Singapura adalah sebesar $341 juta USD atau sekitar Rp 4,8 triliun pada tahun 2018. Mengapa jumlahnya begitu sedikit? Alasan utamanya adalah karena biaya hidup di sana yang sangat mahal jika dibandingkan dengan gaji para TKI.

Baca juga: Ini Baru Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Kebanyakan yang bekerja di Singapura pun menggunakan sistem kontrak dan kebanyakan TKI bekerja di sektor formal seperti perusahaan-perusahaan teknologi terkenal. Karena alasan ini juga beberapa orang Indonesia memilih tinggal di Singapura dan jadi Warga Negara Singapura (melepas status WNI).

  • Remitansi: 4,8 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: mayoritas formal dan beberapa informal

6. Korea Selatan

gaji TKI TKW di Korea Selatan, kerja di korsel

Korea Selatan telah sukses merambah ke industri hiburan setelah kesuksesannya dalam industri teknologi. Apalagi sangat banyak muda-mudi yang menyukai Kpop dan Drakor (Drama Korea).

Nah, dikarenakan kecintaan pada Kpop, banyak juga TKI yang bekerja di Korea Selatan. Bahkan sampai jumlah peminatnya saja lebih tinggi dibandingkan kuota lapangan pekerjaannya.

Baca juga: Tahanan di China Dipaksa Donor Organ Demi Keuntungan Negara

Dilansir dari Merdeka.com, provinsi Jawa Tengah menempati posisi pertama (peminat terbanyak) untuk mengirim TKI ke Korea Selatan. Banyak yang tertarik bekerja di Korea Selatan karena gaji tinggi, tiap tahunnya pendaftar malah semakin meninggi.

Sejak tahun 2012, sudah hampir 50 ribu TKI yang dikirim ke Korea Selatan dan mayoritas mereka yang dikirim adalah laki-laki untuk ditempatkan di pabrik (buruh pabrik) Korea Selatan. Tapi, tak sedikit juga perempuan yang menjadi perawat.

Biarpun jumlah pekerjanya tidak sebanyak negara yang disebutkan di atas, tetapi remitansi yang dikirimkan dari Korea Selatan ke Indonesia terbilang sangat tinggi lho rasionya!

Pada tahun 2018, remitansi oleh TKI di Korea Selatan adalah sebesar $272 juta USD atau sekitar Rp 3,85 triliun. Bagi masyarakat Indonesia, Korea Selatan mempunyai daya tarik tersendiri yang membuatnya jadi tujuan favorit TKI bekerja.

Selain itu, Korea Selatan juga salah satu tujuan favorit para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi sarjana (S1) dan pasca sarjana (S2).

  • Remitansi: 3,85 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: formal

Baca juga: Berapa Banyak Energi yang Dikeluarkan Manusia Tiap Hari?

7. Uni Emirat Arab

TKI Gaji TKW di Arab, Uni Emirat Arab luar negeri

Timur Tengah secara keseluruhan menjadi daerah dengan remitansi tertinggi, bahkan Indonesia saja mendapatkan 4,3 miliar USD pada tahun 2018 dari timur tengah, hal itu termasuk dari negara Uni Emirat Arab.

Baca juga: Apakah di Jepang Ada Warga yang Miskin (Gelandangan)?

Sebagai negara maju, Uni Emirat Arab berkembang sangat pesat sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi Warga Negara Indonesia terkhusus Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hal ini juga senada dengan jumlah pekerjanya yang sejak tahun 2012 sudah ada lebih dari 100 ribu TKI, dengan dana remitansi sebesar $212 juta USD atau sekitar Rp 3 triliun pada tahun 2018.

  • Remitansi: 3 triliun rupiah (2018)
  • Sektor Pekerjaan: formal dan informal

Nah, itu dia 7 negara favorit tujuan tenaga kerja Indonesia bekerja, sementara itu di posisi ke-8 ada negara Jepang yang juga tempat dengan sejuta keindahan, sampai-sampai banyak Warga Negara Indonesia pindah jadi Warga Negara Jepang.

Catatan Kaki

Indonesia telah mengirimkan banyak sekali TKI ke luar negeri dan para TKI pun sudah berkontribusi dengan memberikan remitansi hasil kerja kerasnya di luar negeri untuk diberikan kepada keluarganya di Indonesia.

Tetapi tetaplah selalu untuk ingat Indonesia dimanapun kamu berada, kalau bisa jangan pernah melepas status WNI kamu (denounce citizenship), tetaplah menjadi Warga Negara Indonesia dan pulanglah ke Indonesia jika sempat.

Apabila memang kamu ingin pindah kewarganegaraan, itu pun tak apa, asal kamu bisa menemukan kebahagiaan.

Sumber: Bank Indonesia & BNP2TKI

Elang
Menulis dengan hati, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan manfaat kepada pembaca — sains adalah cara kita berinteraksi dengan masa depan, juga memberikan cermin refleksi di masa lalu.